Ini dari milis sebelah yang diposting langsung oleh Hartono Ahmad Jaiz. Maaf jika ada yang tidak berkenan. Hartono kembali berulah di bulan Ramadlan ini dengan menerbitkan buku yang khas. Bagi saya buku ini tidak penting dibaca. Lebih baik memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan turunnya Al-Qur'an ini.
Ramadlan Karim A. Fawaid Sjadzili ---------- Forwarded message ---------- From: hajaiz ahmad <[EMAIL PROTECTED]> Date: 2008/9/9 Subject: [INSISTS] buku Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan To: [EMAIL PROTECTED] Buku Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan Assalamu'alaikum wr wb. Teman-teman, masih ingat kan, ramainya pendukung kesesatan Ahmadiyah hingga muncul AKKBB dan kemudian terjadi insiden dengan FPI di Monas, Juni 2008? Di media ini pernah ada polemic tentang Ngawurnya A Mustafa Bisri, yakni dalam membela kekafiran Ahmadiyah, yang judul itu difwd dari situs nahimunkar.com. Juga tentang betapa gigihnya Ahmad Syafii Maarif dalam membela dan menjajakan kemusyrikan baru berupa pluralisme agama, dan membela kekafiran yang diusung Ahmadiyah. Semua itu kini dirangkum dalam satu buku berjudul Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan diterbitkan oleh Pustaka Nahi Munkar Jakarta, Agustus 2008, 436 halaman, 24 x 16 cm. ISBN: 978-979-18335-0-9 Jejak-jejak pembela kemusyrikan baru yakni pluralisme agama diblejeti dibuku ini, hingga ada pembahasan yang berjudul Syafii Maarif Mengais Sampah Nurcholish Madjid. Sedangkan Nurcholish Madjid dipasangkan dengan Harun Nasution dalam judul Harun Nasution dan Nurcholish Madjid dalam Kasus Penyelewengan Tauhid Berkedok Ayat tentang Ahli Kitab. Bagi teman-teman yang suka berburu buku ke Senen Jakarta, insya Allah sudah ada, demikian pula di toko-toko buku lainnya, seperti di Margonda Depok. Bahkan di Surabaya sudah seminggu yang lalu beredarnya buku ini. Gambaran kongkret buku ini: Buku Kyai Kok Bergelimang Kemusyrikan ini mengandung makna, ada orang di barisan depan Ummat Islam tetapi bergelimang kemusyrikan. Padahal kemusyrikan adalah puncak kemunkaran, dosa terbesar yang tak diampuni Alloh Subhanahu wa Ta'ala bila sampai ajal tiba pelakunya belum bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat yaitu taubatan nashuha. Berbagai fenomena puncak-puncak kemunkaran, namun dilakoni bahkan dibela mati-matian oleh pemuka-pemuka agama di antaranya kyai, cendekiawan, tokoh dan sebagainya, ditampilkan di buku ini. Pembahasannya menukik pada sesatnya Ahmadiyah, Syi'ah, Pluralisme Agama, Syirik, Bid'ah, Kristenisasi, dan Kemunkaran. Juga buruknya pembelaan dari orang-orang yang sesat terhadap pelaku dan pengidap kesesatan. Jadi ada pengidap kesesatan, ada pula pembela-pembela kesesatan yang sekaligus juga pelaku kesesatan. Buku ini cukup tajam dan mengena dalam menyoroti fenomena akhir-akhir ini di Indonesia, dimana terjadi peristiwa yang meresahkan Ummat Islam, yaitu bertemunya para pengidap kesesatan dengan para pendukung kesesatan yang justru dengan ramai-ramai berani menantang kebenaran, walau kebenarannya sudah sangat jelas, dan kesesatannya pun nyata, seperti tentang sesatnya Ahmadiyah yang didirikan oleh Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad (1835-1908M) di India. Sehingga buku ini merupakan kumpulan dari puncak-puncak masalah yang meresahkan Ummat Islam. Kasus-kasus itu dituangkan dalam tulisan yang dilandasi dalil-dalil dari ayat-ayat Al-Qur'an, As-Sunnah, dan dikemukakan pula qaul (pendapat/ perkataan) Ulama. Maaf teman-teman, bila ada kesalahan dalam hal ini. Wassalam hajaiz --------------------------------- Dapatkan nama yang Anda sukai! Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. [Non-text portions of this message have been removed] -- A. Fawaid Sjadzili http://fawaidku.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
