Kang Rozak, Problem NU yang paling ruwet ada dalam syahwat politik para kyai yang kelewatan. Sudah kacau secara manajerial, tak bisa pula mengendalikan syahwat politiknya.
Jujur saja, saya berharap, kawan-kawan NU di luar negeri mau aktif memprakarsai semacam komunike bersama untuk menekan PBNU agar bersedia mengerem syahwat politik para kyai-nya. Terutama mereka yang kerap memanfaatkan NU untuk mengejar ambisi politiknya. Demikian. Muhammad Mawhiburrahman http://www.mmawhib.blogspot.com --- berbicara dari hati, dengan hati, demi ketenangan hati --- ----- Original Message ---- From: Ahmad Rozak Abdullah <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, September 12, 2008 10:57:51 AM Subject: [kmnu2000] PROBLEM NU Problem NU sekarang memang mendasar dan menyeluruh: visi, missi, kiprah dan organisasinya amburadul. Katakanlah di AD/ART ada, tapi jabarannya dalam program dan perangkat organisasi /manajemen nol. Syuriah sebagai Dewan Pengawas tidak tahu menahu, bahkan - maaf - seperti tidak peduli. Apa yang terjadi, terjadilah. Beliau-beliau sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri; terutama mikirin beban pesantrennya yang semakin berat bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lain, atau sibuk dg pengajiannya dari kampung ke kampung. Akhirnya, ya unsur Tanfizyah yang pegang kendali sendiri, sesuai kepentinganny a yang kebetulan terlahir sebagai politisi.. Terjadila h apa yang terjadi: NU, meskipun bersumpah bukan partai lagi tapi ucapan dan kelakuannya lebih partai dibanding partai. Usulan Habib Lutfi merupakan satu opsi, berkaitan dengan sistem kepemimpinan. Belum yang lain-lain. Sementara mencari rois am seperti yang yang dikatakanya juga tidak mudah. Selain punya karisme spiritual dan moral, juga wajib punya visi sosial (termasuk politik) serta kepemimpinan yang jelas dan kuat. NU bukan hanya pesoalan kunut dan istighasah, tapi juga bagaimana membangun Indoensia sebagai basis muslim aswaja yang kokoh dan berwibawa, di mata dunia. Segenap Nahdliyin terpelajar dengan wawasan luas, dimnapun khususnya di kantong2 PCI-NU di berbagai belahan dunia, harus bersuara !!! Salam, Rozak [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
