http://www.dutamasyarakat.com/1/02dm.php?mdl=dtlartikel&id=5123 Nahdliyin Selasa, 04 November 2008 Bendahara PBNU Meninggal Innalillahi wa Inna ilaihi Raji?un. Berita kematian cukup mengejutkan warga Nahdliyin, ketika H Sirojul Munir (Bendahara PBNU) menghadap ke Rahmatullah, Ahad (2/11) pk 04.00 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Sosok pekerja keras ini, merupakan kader NU terbaik yang meyakini, perlunya kalangan pesantren bergerak di bidang ekonomi kerakyatan dan birokrasi.
?Kita harus menyadari, masalah ekonomi merupakan ranah yang kerap dilupakan kaum santri. Di era reformasi, terlalu banyak kaum santri yang bergerak di bidang politik. Sehingga, saatnya kini kita memberdayakan ekonomi umat,? tuturnya dalam percakapan dengan Duta, beberapa waktu lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, H Sirojul Munir kerap berada di Surabaya. Ia menerima tugas untuk turut memperkuat tim pemenangan salah satu calon gubernur di Jawa Timur dalam Pilgub 2008. Di pengunjung hayatnya, hari-harinya ia habiskan di Surabaya, tugas diembannya dari KH Hasyim Muzadi (Ketua Umum PBNU). Dalam kesibukannya itu, ia sama sekali tidak mengabaikan sembahyang. Ketika waktu Shalat Jumat tiba, ia pun sibuk mencari masjid atau tempat berjamaah Shalat Jumat. ?Kita harus mencari masjid yang terdekat,? ia pun bergegas menuju ke Masjid di RS Darmo, ketika ia beberapa hari menginap di sebuah hotel di bilangan Raya Darmo Surabaya. Bersama Anas Thahir, Wakil Sekjen PBNU, ia tampak serasi dalam menunaikan tugas-tugas yang diembannya.(rn)
