"Eh, you tau bedanya marketing laki-laki dengan marketing wanita?" tanya si Amin kepada si Aman, kawannya yang mantan direktur perusahaan asuransi.
"Gampang mah itu. Sales laki-laki pakai dasi dan yang wanita pakai rok," jawab Aman. Si Amin tertawa, kemudian menjawab, "Salah, Mas. Yang benar, kalau sales laki-laki itu telapak kakinya yang tebal karena banyak jalan mencari nasabah, sedangkan sales wanita punggungnya yang tebal karena banyak 'melayani' nasabah." Hahahaha. Amin ketawa terbahak-bahak. Tapi, si Aman cuma respons dengan senyum tipis. Terus dia bilang, "Maaf, saya marketing syariah, Mas." "Marketing syariah? Apaan tuh? Marketing 'Syoriah', kali." Demikian cuplikan sebagian dari perilaku bahlul dalam dunia marketing. Cerita-cerita seperti itulah yang diangkat oleh Pak Syakir Sula dalam buku terbarunya, "Marketing Bahlul". Kisah-kisah ini merupakan bagian dari pengalaman beliau selama aktif dalam dunia asuransi dan bisnis. Sepertinya lumrah ya dalam dunia marketing, untuk dapat mengegolkan penjualan itu, pelanggan harus di-entertain di tempat-tempat dengan suasana tertentu: salon remang-remang, spa plus-plus, dan karaoke plus. Ada lagi istilahnya "apartemen include" di dunia bisnis properti, paket "2 in 1", strategi buka kancing, dan lain-lain. Kalau ngga begitu, target ngga akan tercapai. Apa iya sampai segitunya? Masa sih begitu dahsyatnya cara-cara yang dilakukan oleh marketer dalam menjalankan pekerjaannya? Kok dunia marketing sepertinya menjadi serba maksiat? Segala cara dihalalkan agar target tercapai maksimal? Buku ini membongkar semua itu. Berawal dari pengalaman, didukung oleh rasa penasaran, serta didorong semangat investigatif dan naluri dakwah, Pak Syakir Sula menceritakan banyak hal yang selama ini hanya menjadi gosip, rumor, dan rahasia kelompok eksekutif. Jika dibanding-banding, buku ini persis buku "Jakarta Undercover" karya Moammar Emka. Bedanya, selain cerita-cerita 'di balik tirai', dalam buku ini juga dikisahkan bagaimana penulis berusaha menyadarkan orang-orang sehingga mereka mau keluar dari dunia yang hitam itu. Jangan heran jika dalam buku ini Anda juga akan menemukan banyak ayat dan hadis, khususnya pada bagian akhir setiap cerita. Dalam buku ini, Syakir Sula meyakinkan para marketer bahwa kegiatan maketing, berjualan, berbisnis, tetap bisa dan memang harus dijalankan dengan cara-cara yang sesuai aturan agama. Gak perlu dengan cara-cara "Bahlul". Buktinya, banyak yang berhasil tanpa harus mengorbankan moral dan etika. Sebagian kisah itu juga diutarakan di dalam buku ini. Bagaimana orang bisa berhasil tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. Buku ini ditulis dengan bahasa gaul. Kesannya santai sehingga musah dicerna oleh semua kalangan. Tidak sok serius, tapi memang isinya tetap serius. Tidak main-main, ayat-ayat Al-Qur`an dikutip untuk memperkuat argumentasi. Kalau mau dinilang ilmiah, buku ini juga bisa disebut demikian. Karena, faktanya ada. Berangkat dari pengalaman dan kisah nyata. Dalam kesempatan ini saya mengumumkan kepada kawan-kawan, acara launching buku ini, "Marketing Bahlul", sebagaimana jadwal berikut: Waktu acara : Jumat, 14 November 2008, pukul 16.30-18.00. Tempat : Panggung Utama JCC, Assembly Hall, Senayan. Bintang Tamu dan beberapa tokoh yang sudah conform akan hadir: 1. KH Amidhan (Ketua MUI) 2. Marissa Haque (Politikus) 3. Ratih Sanggarwati (Pimpinan Rumah Mode) 4. Adiwarman Karim (Pakar Ekonomi Syariah, Pimpinan Karim Business) 5. M. Rivai Riza, Riri Riza bersama tim (Sutradara dan Produsen Film) 6. Hanawijaya (Direktur Bank Syariah Mandiri) 7. Bien Subianto (Direktur Usaha Kecil dan Menengah Syariah) 8. Agus Edi Sumanto (Direktur Pemasaran PT Asuransi Takaful Keluarga) 9. Andi Bukhari (Direktur Bank Muamalat Indonesia) 10. Dan 100-an tokoh lainnya: terdiri dari direksi perusahaan keuangan dan perbankan , eksekutif, politisi, tokoh agama, selebritas, praktisi ekonomi syariah, mantan menteri. == Acara lainnya di Indonesian Book Fair == Mendongeng dan Lomba Puzzle bersama tim Dongeng TK Mutiara, Pimpinan Kak Seto Waktu : Minggu, 16 November 2008, pukul 10.00-Selesai. Tempat : Stand RajaGrafindo Persada No. 87, 88, 89 - Assembly Hall, JCC Senayan Demikian pemberitahuan dari saya, mohon maaf kalau ada salah. Terima kasih, Wassalam Rahman Barito [Non-text portions of this message have been removed]
