Ribuan Umat Islam Turut Mengantarkan Jenazah KH M. Qurthubi
Senin, 17 November 2008 18:31

Jepara, */NU Online
/*Kota Jepara kehilangan satu lagi figur kiai sepuh yang penuh dengan 
kesederhanaan. Bukan hanya warga masyarakat kota ukir saja yang 
kehilangan, namun juga simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 
dari Pimpinan Ranting hingga Pimpinan Pusat turut berbela sungkawa atas 
meninggalnya KH M. Qurthubi.

Tak heran jika ribuan umat Islam turut mengantarkan jenazahnya, Ahad 
(16/11) siang kemarin. "KH M. Qurthubi, merupakan seorang figur yang 
sangat sederhana," kata Hendro Martojo, Bupati Jepara.

Selain sebagai sosok yang mengedepankan kesederhanaan Hendro menilai 
pengasuh pondok pesantren Al-Ishlah Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara ini 
adalah orang yang aktif mengikuti majlis taklim meski hingga ke pelosok 
desa sekalipun. Tak hanya itu, beliau adalah sosok seorang pendidik. Hal 
ini terbukti dengan pesantren yang berdiri disamping kediamannya.

KH M. Qurthubi meninggal dalam usia 72 tahun dan meninggalkan seorang 
istri, Hj. Siri Rohmah, 10 putra-putrinya serta 23 cucu. Selain sebagai 
pengasuh pondok pesantren, kiai sepuh yang meninggal dunia pada (15/11) 
pukul empat sore di rumah sakit (RS) Kartini Jepara ini juga sebagai 
guru mursyid thariqah qadiriyah an-naqsabandiyah.

Pada kesempatan lain, Mulyadi, salah seorang santri berharap agar kiai 
Qurthubi mendapatkan tempat yang layak disisi Allah swt, sesuai dengan 
amal ibadah beliau ketika masih berada di dunia.  Sebab pekerja 
wirawasta ini masih menjumpai beliau saat memimpin do'a pada majlis 
taklim 16-an dan saat menjadi khatib dan imam shalat Jum'at di masjid 
Al-Falah Margoyoso, Kalinyamatan, Jepara.

"Semoga Allah swt menerima semua amal ibadah dan menempatkan beliau di 
/raudhoh min riyadhil jinan/", kata Mulyadi seraya meneteskan air mata 
kepada kontributor */NU Online/*, Syaiful Mustaqim.

Bukan hanya Bupati Jepara saja yang hadir, ada pula sejumlah pejabat dan 
para kiai juga ikut berbelasungkawa atas meninggalnya kiai Qurthubi. H 
A. Marzuqi, S.E (wakil bupati Jepara), Arief Mudatsir Mandan M.Si (Wakil 
Ketua DPP PPP), H Hisyam Ali dan Drs H Istajib AS (DPW PPP Jawa Tengah), 
KH Noor Ahmad SS (ahli falak PBNU), KH Ahmad Kholil, KH Ahmad Sholeh, KH 
Abdullah Nawawi, KH Muhlisul Hadi, yang kesemuanya dari Jepara. Tak 
ketinggalan KH Nashiruddin (Tuban, Jawa Timur) juga ikut takziyah di 
kediaman KH M. Qurthubi.

Hendro Martojo, Bupati Jepara yang terpilih menjadi bupati selama dua 
periode ini menambahkan agar umat Islam bisa meneledani dan bisa 
meneruskan perjuangan para sesepuh yang telah tiada. Dia menyontohkan 
beberapa nama kiai yang telah mendahalui semisal KH Damanhuri Kholil, KH 
Nur Arif, KH Mahfud Asymawi, dan masih banyak lagi.

"Seyogianya kita harus meneladani dan meneruskan apa yang telah menjadi 
perjuangannya, sehingga kita kelak menjadi /khoira ummah 
/(sebaik-baiknya umat)," harapnya. (nam)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke