Dear teman-teman,

Terus terang saja, saya adalah pendukung Ipul di Pilkada Jatim 
kemaren. Di daerah saya, Kraksaan, Probolinggo, Karsa (Karwo-Ipul) 
meraup sukses. Bahkan di semua daerah Pantura, Ipul menang, kecuali 
Situbondo, karena dukungan pondok Asembagus mengarah ke Khofifah. 
Bahkan Bupati Probolinggo pernah berujar, saat detik penoblosan itu, 
pada kertas suara yang tampak hanya wajah Ipul. Kasihan. Senyum dan 
kumis yang memelas. Dia tidak menoblos SoeKarwo, Khofifah, apalagi 
Mujiono, tetapi pada Ipul. Saya pun sama, karena penggemar kumis 
Ipul. he he he....

Ipul memakai jaringan kyai-kyai pemilik suara massa yang real, sedang 
khofifah melalui jaringan struktural NU. Dukungan PBNU dan PWNU yang 
begitu massive ke Khofifah, tidak cukup mendongkrak. Sampai-sampai 
kyai Mutawakil, ketua PWNU harus lari-umpat-kucing menjelang pemilu, 
dan mobil-mobil gambar Kaji berseliweran, konon akan gratis kalo 
menang, jika Kaji kalah, membayar separoh. (Uang dari mana yah?, 
padahal tiap cabang dapat satu mobil). Justru dari basis Muslimat dan 
Fatayat, Khofifah kuat. Saya kok lantas menduga: jangan-jangan ke 
depan, siapapun yang didukung PWNU dan PBNU tidak akan sukses, baik 
Pilkada maupun Pilpres.

Andai saja semua orang di Jatim kemaren memilih, tidak ada yang 
golput, suara Karsa pasti akan menang telak. Perkiraan saya, andai 
para bapak tani lebih memilih menoblos ketimbang ke sawah, pak 
pedagang ke pasar, pak tukang ke pekerjaannya, dan tidak cuma ibu-ibu 
yang mencoblos, perbedaanya pasti akan besar. 

Dan saya melihat, kekalahan Kaji adalah wajar, masyarakat daerah saya 
begitu mengelu-elukan Ipul. "Berani maju Pilkada, harus berani 
menang, begitu juga harus berani kalah". Jika Khofifah kecewa karena 
kalah, wajar. Khofifah berencana membawa ke pengadilan, juga pantas. 
Khofifah ngamuk dan menuduh macam-macam? Nanti dulu. 


Salam dari Pemilik Kumis.
Riz.
===
http://rizqonkham.blogspot.com




--- In [email protected], "Fathonah K. Daud" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Salam semua,
> 
> Wah kasihan Ka-ji didholimi jika betul ada 'penipuan' dalam pilkada 
JATIM itu. Bukan hanya itu, demokrasi juga masih akan susah terwujud 
di Indonesia. Trus, apa yang bisa mereka lakukan? Saya dengar Ka-ji 
membawa kasus itu ke pengadilan dan PBB...
> 
> Peace kacang pis,
> Fath
> 
> 
> --- Pada Rab, 19/11/08, dumas <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
> 
> > Daripada: dumas <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subjek: [kmnu2000] Bahan Bacaan - SUARA KAJI DICURI
> > Kepada: [email protected]
> > Tarikh: Rabu, 19 November, 2008, 4:40 PM
> > Skandal Pemilihan Gubernur Jawa Timur
> > 
> > Suara Ka-Ji Dicuri
> > 
> >  
> > 
> >  
> > 
> > Pengantar
> > 
> >  
> > 
> > Sebagaimana diketahui, Pemilihan Gubernur Jawa Timur
> > putaran dua diikuti dua pasang calon. Yakni, pasangan
> > Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono atau disingkat Ka-Ji, dan
> > pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf atau disingkat KarSa. 
> > 
> >  
> > 
> 

Kirim email ke