Banjarbaru, NU Online
Musbaqah Qira'tal Al-Kutub (MQK) III Nasional di Kalimantan Selatan 
resmi dibuka. Pembukaan MQK yang mengambil tempat Pondok Pesantren 
(Ponpes) Al-Falah Banjarbaru itu ditandai pemukulan bedug oleh Meneg 
Koperasi dan UKM, Suyadharma Ali, Senin (1/12) tadi malam.

"Begini-begini saya berasal dari santri. Makanya Menteri Agama 
mewakilkan kepada saya. Mudahan-mudahan event MQK dapat menjadi 
kebangkitan para santri sehingga adik-adik bisa menjadi menteri 
juga," ujarnya disambut tepuk tangan meriah para santri yang hadir.

Menurut Suryadharma, Kitab Kuning adalah kitab klasik karangan ulama 
pada masa lalu. Kitab tersebut menjadi jembatan pengetahuan masa 
kini. Kitab kuning lanjutnya pada saat ini masih relevan menjadi 
rujukan terutama yang berkaitan dengan agama.

"Misalnya kita menemukan persoalan baru yang belum ada hukumnya, maka 
kitab kuning salah satu yang menjadi rujukan untuk memecahkan masalah 
seperti itu," ujarnya.

MQK nasional III tahun 2008 dilaksanakan tiga tingkatan (thabaqah) 
yaitu thabaqah ula usia maksimal 15 tahun, thabaqah wustha usia 
maksimal 18 tahun serta thabaqah ulya usia maksimal 21 tahun.

Kitab yang dimusabaqahkan untuk thabaqah ula, yaitu bidang figh kitab 
Safinatun Najah, bidang lughah kitab Jurumiyah, bidang aklaq kitab 
Ta'limul muta'allim.

Untuk tingkat thabaqah wustha bidang tafsir kitab tafsir Jalalain, 
bidang fiqh kitab Fathul Qarib, bidang hadits kitab Bulughul Maram, 
bidang lughah kitab Imriti,serta bidang akhlak Kiyafatul Adzkiyaa.

Sementara untuk tingkat thabaqah ulya bidang tafsir kitab tafsir Ibnu 
Katsiir, bidang hadist kitab Fathul Bari, bidang fiqh kitab Fathul 
Mu'in, bidang lughah kitab Alfiyah, serta bidang aklaq Ilya Ulumiddin.

Peserta MQK untuk thabaqah ula adalah santri putera dan puteri pada 
jenjang diniyah ula/ibtidaiyah, peserta thabaqah wustha jenjang 
tsanawiyah, peserta thabaqah ulya jenjang aliyah. (sam/nam)

Kirim email ke