Merantau, Alternatif Film Memedi, Cinta-cintaan dan Lawakan Garing
http://kopikental.blogspot.com/2008/12/merantau-alternatif-film-memedi-cinta.html
   
  Tak lama lagi, dunia perfilman di Tanah Air bakal diramaikan dengan kehadiran 
film baru, judulnya: Merantau. Film bergenre laga itu dibintangi aktris 
kenamaan, Christine Hakim serta Alex Abbad, Donny Alamsyah, altet pencak silat 
nasional, Iko Uwais dan dua aktor asing aktor asing seperti Mads Kudal asal 
Denmark dan Laurent Buson (Prancis).

Film yang digarap sutradara asal Inggris, Gareth Huw Evans, itu sepertinya 
layak untuk diapresiasi lebih oleh publik Indonesia. Pertama, dilihat dari 
bintangnya. Biasanya, nih, film yang “bagus” atau “berkualitas” bisa dilihat 
dari aktor atau aktris pemerannya. Demikian pula sebaliknya. Sederhananya, sang 
aktor atau aktris turut menyumbangkan poin atas penilaian publik.

Mendengar nama Christine Hakim ikutan dalam film tersebut, saya yakin, sang 
sutradara tak mau main-main dalam penggarapannya. Logikanya, memasang aktris 
yang nge-top lewat film Tjoet Nya' Dhien plus bertarif mahal itu, pastinya tak 
bakal disia-siakan hanya untuk berperan dalam film ecek-ecek.

Sang Bintang yang juga peraih (kalau tidak salah) 6 Piala Citra itu pun, 
rasanya, bakal menolak tawaran bermain di film macam Hantu Terowongan 
Casablanca atau Love Is Cinta. Kalau pun Christine Hakim mau, seluruh biaya 
produksi film macam begituan, pastinya akan habis hanya untuk ‘honor’ sang 
bintang yang juga peraih penghargaan Best Actrees di Asia Pasific International 
Film Festival itu. Sebab, film seperti itu cukup bermodal judul yang heboh. 
Soal cerita, gambar, dan kemampuan akting para pemainnya, itu urusan nomor 27.

Seorang teman berkomentar pada saya ketika saya beritahu perihal film Merantau 
itu. “Kalau bintangnya Christine Hakim, itu sudah jaminan mutu, filmnya pasti 
bagus. Enggak usah liat siapa sutradaranya. Kamu (maksudnya: saya) yang 
menyutradarai pun, kalau yang main Christine Hakim, pastinya bagus. Saya pasti 
nonton,” terangnya.

Alasan kedua adalah film yang akan dirilis pada April 2009 itu mengangkat tema 
beladiri khas Indonesia, yakni, pencak silat. Merantau mengangkat cerita salah 
satu tradisi di Minangkabau, Sumatera Barat, di mana seorang anak laki-laki 
harus melakukan perjalanan guna memperoleh nama untuk dirinya.

Mendengar istilah “pencak silat” yang merupakan ilmu bela diri khas Indonesia 
atau Asia itu, saya jadi teringat film laga jadul seperti Si Buta dari Gua 
Hantu, Si Jampang, Si Pitung, atau Saur Sepuh, dan lain-lain. Saya kira, 
Merantau dapat menghidupkan kembali tokoh-tokoh jagoan berantem tersebut. 
Setidaknya, film tersebut dapat memperkenalkan atau memopulerkan kembali 
kesenian pencak silat yang berakar pada budaya Melayu itu.

Tak perlu berharap banyak bahwa Merantau bakalan dapat menyaingi film laga 
Barat garapan Hollywood layaknya Die Hard, The Matrix, James Bond atau Mission 
Impossible dan lain-lain. Atau, film laga Mandarin macam Once Upon a Time in 
China, The Forbidden Kingdom, Police Story, Crouching Tiger Hidden Dragon, atau 
Curse of the Golden Flower. Memang belum mungkin untuk menyaingi mereka. Tapi, 
setidaknya, Merantau dapat menjadi tontonan alternatif atas maraknya film 
bergenre memedi (hantu, mistik), film cinta-cintaan atau film lawakan (komedi) 
garing yang ada di negeri ini.

Sebab, film memedi yang kini ‘menghantui’ studio bioskop di Tanah Air itu, 
bukannya bikin ngeri atau takut saat menontonnya. Yang terjadi justru tertawa. 
Lucu, sih. Demikian pula film cinta-cintaan yang sedang ‘menebar virusnya’ pada 
kalangan remaja di Nusantara ini. Alih-alih mengajarkan cinta dan kasih sayang 
sejati, yang terjadi justru perselingkuhan, gaya hidup glamour dan hedonisme. 
Bagaimana dengan film komedi? Ooww…bagi yang sedang stres, saya sarankan jangan 
menonton film komedi Indonesia, nanti malah jadi sedih dan menangis.

       
---------------------------------
  Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke