Satu lagi, karya anak bangsa dan nahdiyyin yang membanggakan...ide dan gagasan murni dan orisinil dari teman2 NU Jepang yang dikomadani oleh Gus Agung. Salut..!!!
Salam, Mukhlisin http://www.1000guru.net/content/view/74/116/ Simulasi kuliah jarak jauh Pati-Tokyo dan Jombang-Kerawang Gerakan 1000guru telah melakukan dua simulasi kuliah jarak jauh. Yang pertama dilakukan di SMUN 1 Pati dengan guru relawan Sdr. Teguh Dartanto (mahasiswa program doktor di Hitotsubashi Univerity, Tokyo) yang berlokasi di Tokyo. Yang kedua dilakukan di Madrasah Salafiyah Syafi'iyah Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang, Jawa Timur, dengan guru relawan Sdr. Hasanudin Abdurakhman (Direktur PT Osimo) yang berlokasi di Kerawang, Jawa Barat. Tujuan utama dari simulasi ini adalah untuk mengetes sisi-sisi teknis dari perkuliahan, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur yang dibutuhkan untuk kelancaran kegiatan kuliah jarak jauh. Kuliah jarak jauh di SMUN 1 Pati dilakukan pada hari Senin tanggal 10 November 2008, sementara kuliah jarak jauh di Madrasah Seblak dilakukan pada hari Minggu tanggal 23 November 2008. Menurut Sdr. Sion Thutu Satrio Santoso, seorang guru SMUN 1 Pati yang menangani masalah teknis kuliah jarak jauh di SMUN 1 Pati, kualitas gambar dan suara pada kuliah jarak jauh di SMUN 1 Pati sangat baik. Sdr. Sion juga membuat bagan sarana-prasarana dan konfigurasi yang dipakai di kelas tempat perkuliahan berlangsung yang bisa dilihat di sini. Sarana-prasarana dan konfigurasi ini akan kita pakai untuk referensi buat sekolah-sekolah lain. Dalam perkuliahan, para siswa melihat dua proyeksi LCD. Yang satu adalah proyeksi dari /slide/ perkuliahan, yang sebelumnya dikirimkan oleh guru relawan ke pihak sekolah. Yang lain adalah proyeksi dari wajah guru relawan. Karenanya dari sisi teknis, diperlukan satu operator di kelas untuk memutar /slide/ perkuliahan sehingga sinkron dengan pembicaraan dari guru relawan. Sementara untuk kuliah jarak jauh di Madrasah Seblak, yang salah satu tujuannya untuk mengetes jaringan antar dua tempat di Indonesia (Kerawang-Jombang), ternyata dijumpai beberapa kendala teknis. Pihak madrasah bisa mendengar dan melihat dengan baik gambar guru relawan, tapi guru relawan tidak bisa melihat dan mendengar dengan baik suasana kelas. Akhirnya, ketika sesi tanya jawab siswa dibantu dengan telepon seluler. Menurut Bapak Nur Hidayat dari pihak madrasah, ada beberapa kemungkinan penyebab ketidaklancaran jaringan: 1) lokasi Seblak di luar jangkauan normal (/normal coverage/) dari Speedy, 2) kemungkinan kepadatan lalu lintas (/traffic jam/) internet di hari Minggu. Masalah ini akan dicari solusinya oleh pihak madrasah dengan dibantu oleh pihak 1000guru. Dari sisi non-teknis, dilaporkan mengenai begitu antusiasnya sambutan dari para siswa dan guru. Kebetulan, sebagai kuliah pembuka, para guru relawan, baik Teguh Dartanto maupun Hasanudin Abdurakhman, membawakan topik tentang motivasi, dengan bercerita tentang perjalanan mereka membenturkan mimpi pada realitas-realitas hidup. Dilaporkan, para guru relawan diberondong dengan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas dari adik-adik siswa, baik tentang sesuatu yang teknis tentang pendidikan maupun tentang sesuatu yang lebih abstrak tentang kehidupan. Atas berlangsungnya simulasi kuliah jarak jauh ini, kami mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari Teguh Dartanto (guru relawan, mahasiswa doktor Hitotsubashi University), Abimantra Adhika (guru relawan, mahasiswa MBA Hitotsubashi University), Yudi Prayoga (guru relawan, mahasiswa S1 Hitotsubashi University), Didik Kusmardiyanto (guru SMUN 1 Pati), Ngatinah (guru SMUN 1 Pati), Sion Thutu Satrio Santoso (guru SMUN 1 Pati), siswa-siswa dan para staf guru SMUN 1 Pati, Hasannudin Abdurakhman (guru relawan, direktur PT. Osimo), Nur Hidayat (staf Madrasah Seblak), Jasminto (staf Madrasah Seblak), siswa-siswa dan para staf guru Madrasah Seblak. Tetap semangat! [Non-text portions of this message have been removed]
