MER-C Kirim 3 Relawan Lagi ke Gaza
Dewi Adhitya S Koesno
(yahoo.com)
INILAH.COM, Jakarta - Dua relawan yang dikirim Medical Emergency Rescue
Committee (MER-C) Indonesia ke Gaza, Palestina, dirasa kurang cukup. Untuk itu
3 relawan lagi kembali dikirim. untuk membantu warga Palestina yang menjadi
korban penyerangan Israel.
Mereka adalah Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad, dokter spesialis
bedah anestesi dr Indragiri SP An, dan relawan Fari Thalib. Ketiganya berangkat
menggunakan Qatar Airways Sabtu (3/1) malam ini pukul 22.25 WIB.
"Tim MER-C rencananya akan melakukan misi selama sebulan atau sesuai kondisi di
lapangan," kata Sardini.
Dituturkan Sardini, tim MER-C memilih melalui Mesir menuju Palestina karena
berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, tempat penyerangan utama Israel, dan
berharap bisa masuk ke Jalur Gaza.
"Tim MER-C akan menunggu di perbatasan sampai bisa mendapat akses masuk ke
Jalur Gaza. Namun apabila tim MER-C tidak bisa masuk ke Jalur Gaza, maka tim
MER-C akan berperan sebagai transporter bantuan yang akan diserahkan kepada
Lembaga Palestina yang ada di Gaza," jelasnya.
Dalam keberangkatan kali ini, lanjutnya, tim MER-C membawa peralatan medis dan
beberapa peralatan lainnya, terdiri dari 3 boks besar dan 1 boks kecil berisi
obat-obatan dan alat operasi, 1 boks ransel berisi orthopedi set, bendera Merah
Putih, dan spanduk, serta boks berisi sleeping bed. "Obat-obatan dan alat
operasi selebihnya akan dibeli di Mesir," tambahnya.
Sebelumnya, 2 relawan MER-C untuk Palestina yakni spesialis bedah orthopedi dan
traumatologi dr Joserizal Jurnalis dan relawan M Mursalim sudah berangkat lebih
dahulu bersama rombongan dari pemerintah menuju Yordania pada 1 Januari 2009.
Total sudah 5 orang yang diberangkatkan MER-C. [tha/sss]
$(function(){$('#inilahtabs').tabs();});
Berita Terkait
Berita Lainnya
__________________________________________________________________
Yahoo! Canada Toolbar: Search from anywhere on the web, and bookmark your
favourite sites. Download it now at
http://ca.toolbar.yahoo.com.
[Non-text portions of this message have been removed]