Salam Asyura !
Pak Morry Terimakasih atas jawabannya.
Ya seperti kelahiran Nabi SAW tanggal 21 April 571 M, jelas terjadi kurang
lebih 50 tahun sebelum hijrah. Kaum muslimin mencoba merunut kebelakang
sehingga ber-equivalen atau ber-koinsiden dengan 12 Rabiul'awal ada juga yang
berpendapat 17 Rabiul awal. Tapi tahun hijrahnya belum ada yang ada adalah
tahun Gajah, karena dikaitkan peristiwa hancurnya tentara bergajah pimpinan
abrahah yang menyerang ka'abah ketika itu.
Oke. kembali pada hadits yang berkaitan dengan shaum Asyura. Dalam kitab
sahih Bukhari dan Muslim ada sebuah hadits sbb:
Nabi Muhammad SAW memasuki kota Medinah pada tahun pertama hijrah, pada
tanggal 10 Muharram didiberi tahu bahwa orang-orang yahudi sedang melakukan
puasa.
Nabi bertanya kepada mereka, "kenapa kamu puasa?",
Mereka berkata :" Kami melakukan puasa,mengikuti nabi Musa As yang bersyukur
karena Allah SWT telah menyelamatkannya beserta bani Israil dari pengejaran
tentara Fir'an di Mesir"
Mendengar penjelasan itu, Nabi Muhammad SAW bersabda " Kami(kaum muslimim)
lebih berhak atas Nabi Musa As, oleh sebab itu kami akan berpuasa juga pada
hari Asyura"
Salah seorang sahabat bertanya (mengingatkan nabi) "Tapi,Wahai Nabi akan kah
kita meniru cara orang yahudi ?" Nabi bersabda lagi "dibolehkan kamu berpuasa
dengan cara menambah satu hari sebelum atau sesudah hari Asyura".
(Beberapa sahabat periwayat hadits yang serupa: Ibn Abbas, Abu Hurairah, Abu
Musa Al-Ashari dan Muawiyyah bin Abi Sofyan)
Saya melihat ada susupan Israiliat, karena hadits berusaha merendahkan Nabi
Saw, menonjolkan bangsa Yahudi dan Nabi Musa As. Nabi Saw seakan-akan belajar
dan mengikuti orang yahudi. Nabi Saw juga seperti orang yang pelupa, lalu
diingat oleh seorang sahabat untuk tidak meniru amalan yahudi.
Sekarang mari kita coba simak dari rawi hadits tersebut :
Sayed Ammar Nakshawani's dalam kuliahnya "The Origin of Fasting on
Ashura",yang disampaikan di Sydney Australia pada bulam Muharam, menjelaskan
bahwa :
Tidak mungkin Ibn Abbas, Abu Hurairah, Abu Musa Al-Ashari dan Muawiyyah bin
Abi Sofyan meriwayatkan hadit itu, sebab :
1.Ibn Abbas, pada tahun pertama hijrah masih berumur 4 thn, berdasarkan ilmu
musthola hadits, anak kecil tidak bisa dijadikan sandaran untuk meriwayatkan
sebuah hadits Nabi.
2.Abu Hurairah, tidak keliatan pada awal-awal hijrah dan baru masuk islam
pada tahun ke-7 Hijrah.
3.Abu Musa Al-Ashari, juga tidak ada di medinah pada saat itu,sebab sebelum
hijrahnya Nabi ke Medinah, telah diutus Nabi SAW ke Yaman untuk menyebarkan
islam,
4.Muawiyyah bin Abi Sofyan,belum memeluk islam hingga tahun ke-8
Hijrah,Bagaimana mungkin bisa meriwatkan hadits nabi pada tahun satu hijrah.
Jadi hadits tersebut tak bisa diterima sebagai hadits yang autentik.
Jika kita coba melihat kalender yahudi:
1. Hari selamatnya Nabi Musa dan bani Israil dari kejaran Fira'un terjadi pada
tanggal 15 Nissan,dirunut pada kelender islam,jatuh pada tanggal 23 Ramadhan.
2.Jika kita ingin bertanya, apakah ada amalan puasa orang yahudi tiap tanggal
10 (Ashura)?
Ada, yaitu pada tgl 10 Tishri,disebut Yowm kippur/Day of atonement, Hari
penebusan dosa. Diambil dari peristiwa kembalinya Nabi Musa As dari gunung
Sinai dan didapati bani Israel sudah menyembah sapi.tanggal 10 Tishri ini jika
diakurkan dengan kalender islam, maka akan hanya berkoinsiden dengan 10 Muharam
th 28H.
Jadi bagaimana mungkin Nabi jumpa orang yahudi,10 Muharam tahun 1 H kemudian
berniat puasa asyura sebagaimana orang-orang yahudi perbuat pada tiap 10 Tishri.
keterangan:
sistem penanggalan yahudi.
Hebrew English Number Length Gregorian Equivalent Nissan 1
30 days March-April Iyar 2 29 days April-May Sivan 3 30 days
May-June Tammuz 4 29 days June-July Av 5 30 days July-August
Elul 6 29 days August-September Tishri 7 30 days
September-October Cheshvan 8 29 or 30 days October-November
Kislev 9 30 or 29 days November-December Tevet 10 29 days
December-January Shevat 11 30 days January-February Adar I (leap
years only) 12 30 days February-March
Adar
(called Adar Beit in leap years) 12
(13 in leap years) 29 days February-Marchsource
:http://www.jewfaq.org/calendar.htm
Morry Infra <[email protected]> wrote:
Pak Ekki,
Sekedar menjawab yang no.2.
Bulan2 seperti Muharam, Safar, Dhulhijah, Syawal dan bulan2 dalam tahun
Hijriah itu sudah ada sebelum ditetapkannya tahun Hijriah... Jadi memang sudah
ada bulan2 tersebut sebelum tahun 1 Hijriah.
Penetapan tahun saja yang dimulai dengan Tahun Hijriah... tapi bulan dan
tanggal sudah lama orang paki pakai sebelum Rasulullah ada.
Maaf gak bisa ngasih detailnya... cuma sependek pengetahuan dan dengan dari
kawan dan ustad saya.
Wassalam,
Morry Infra
+966-533214840
2009/1/6 ekki kurniawan <[email protected]>
Saya mempertanyakan keabsahan hadits ini :
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat
"Orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :"Apa ini?"
Mereka menjawab :"Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah
menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu
sebagai wujud syukur. "
Kang Dani yang baik, terimakasih atas diskusi& penjelasan antum,
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi akal,"Laa Diienu ilaa Aqli",
Ayat alqur'an banyak yang berisikan "afalaa ta'qiluun, afalaa
tatafaqqaruun"dst.
1.Puasa adalah bagian dari syari'at atau ajaran Agama Allah, Apa mungkin Nabi
SAW bertanya mengenai ajaran agama kepada orang2 yahudi yang saat itu menjadi
musuh nya? Jelas tidak mungkin sebab Nabi SAW langsung mendapat wahyu dari
Allah melalui perantara malaikatNya.
2.Apakah mungkin Hari Asyura ( 10 Muharam ) ada pada masa jahiliyyah sebelum
Nabi Hijrah ke Medinah? Seingat dan sepengetahuan saya, Kalender Islam(mulai
Muharam,Safar dst sampai Zulqaiddah & Zulhijjah )itu ditetapkan selepas
hijrahnya Nabi dari Mekah ke Medinah. Dan sekarang baru tahun ke 1430H.
Trimakasih.
Wsalam..
Dani Permana <[email protected]> wrote:
Tergantung dari antum, apakah antum meyakini hadist ini
"Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah.
Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan
memerintahkan umatnya untuk berpuasa."
Hadist tersebut di riwayatkan oleh Shahih Riwayat Bukhari 3/454, 4/102-244,
7/147, 8/177,178, Ahmad 6/29, 30, 50, 162, Muslim 2/792, Tirmidzi 753, Abu Daud
2442, Ibnu Majah 1733, Nasa'i dalam Al-Kubra 2/319,320, Al-Humaidi 200,
Al-Baihaqi 4/288, Abdurrazaq 4/289, Ad-Darimy 1770, Ath-Thohawi 2/74 dan Ibnu
Hibban dalam Shahihnya 5/253.
Kata-kata seingat saya menurut anda (Ekki) coba dibuktikan dahulu secara
ilmiah ? karena anda sudah mengatakan "Seingat Saya" berarti anda telah
mengetahui sebelumnya?
Coba sharing pengetahuan anda itu?
On Mon, Jan 5, 2009 at 5:21 PM, ekki kurniawan <[email protected]> wrote:
Pertanyaan mengenai matan hadits :
Apa benar ummat yahudi itu mengagungkan bulan muharam, kemudian ada puasa di
dalamnya? seingat saya bangsa yahudi tak pernah menggunakan kalender islam,
mereka punya penanggalan tersendiri.
Terimakasih..
Dani Permana <[email protected]> wrote:
Yang diperselisihkan yang mana dahulu? dalam artikel itu dijabarkan
beberapa pendapat, dan salah satunya adalah sahih.
Nah, yang anda anggap tidak sahh itu yang mana?
On Mon, Jan 5, 2009 at 4:56 PM, ekki kurniawan <[email protected]> wrote:
Salam Muharram 1430
terimakasih atas postingnya.
Dalil mengenai puasa asyura ini masih dipertanyakan kesahihanya, sebab pada
hari tersebut juga berlaku peristiwa karbala(syahidnya Imam Husein Cucu Nabi
SAW), sebagian dari besar kaum muslimin sedang diliputi kesedian.
Mohon penjelasan.
Dani Permana <[email protected]> wrote:
HARI ASYURA 10 MUHARRAM *
Oleh
Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi
http://www.almanhaj.or.id/content/2034/slash/0
SEJARAH DAN KEUTAMAAN PUASA ASYURA
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan
diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid'ah di dalamnya. Adapun yang
dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga
agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.
"Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah,
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah.
Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan
memerintahkan umatnya untuk berpuasa." [1]
"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat
orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :"Apa ini?"
Mereka menjawab :"Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah
menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu
sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :"Aku lebih berhak
terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu
sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu." [2]
Dua hadits ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di masa
jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
melakukannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau temukan orang-orang
Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabi-pun berpuasa dan mendorong umatnya
untuk berpuasa.
Diriwayatkan pada hadits lain.
"Artinya : Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung "Judi" lalu Nuh
berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur"[3]
"Artinya : Abu Musa berkata : "Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang
Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulllah Shallahu
'alaihi wa sallam bersabda : "Puasalah kalian pada hari itu" [4]
"Artinya :Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang puasa di
hari Asyura, maka beliau menjawab : "Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa
kecil) pada tahun kemarin" [5]
CARA BERPUASA DI HARI ASYURA
[1]. Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Imam
Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam
al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2:
"Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya."
Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang Al-Urf asy-Syadzi:
"Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya dan
janganlah kalian menyerupai orang Yahudi."
Namun di dalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata
(dalam Zaadud Ma'al 2/76):"Ini adalah derajat yang paling sempurna." Syaikh
Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan:"Inilah yang Utama."
Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini.
Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10 dan 11
Muharram) adalah Asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syaikh Muhamad Yusuf
Al-Banury dalam Ma'arifus Sunan 5/434
Namun mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan
untuklebih hati-hati.Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni 3/174 menukil pendapat
Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul
kerancuan dalam menentukan awal bulan.
[2]. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram
Mayoritas Hadits menunjukkan cara ini:
"Artinya : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura
dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata:"Ya Rasulullah, sesungguhnya
hari itu diagungkan oleh Yahudi." Maka beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda: "Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.",
tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
telah wafat."[6]
Dalam riwayat lain :
"Artinya : Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan
puasa pada hari kesembilan."[7].
Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245) :"Keinginan beliau untuk
berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya
berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari
kesepuluh. Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk
menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat,
yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim"
"Artinya : Dari 'Atha', dia mendengar Ibnu Abbas berkata:"Selisihilan Yahudi,
berpuasalah pada tanggal 9 dan 10".
[3]. Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram
"Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari
sebelumnya atau sehari setelahnya"
Hadits marfu' ini tidak shahih karena ada 3 illat (cacat):
[a]. Ibnu Abi Laila, lemah karena hafalannya buruk.
[b]. Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah
[c]. Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal
daripada perawi jalan/sanad marfu'
Jadi hadits di atas Shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan
al-Ma'tsurah karya As-Syafi'i no 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul
Atsar 1/218.
Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma'arif hal 49):"Dalam sebagian riwayat
disebutkan atau sesudahnya maka kata atau di sini mungkin karena keraguan dari
perawi atau memang menunjukkan kebolehanÂ…."
Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246):"Dan ini adalahl akhir perkara
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, dahulu beliau Shallallahu 'alaihi wa
sallam suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih
bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan
Islam menjadi termahsyur, beliau suka menyelisihi ahli kitab sebagaimana dalam
hadits shahih. Maka ini (masalah puasa Asyura) termasuk dalam hal itu. Maka
pertama kali beliau menyocoki ahli kitab dan berkata :"Kami lebih berhak atas
Musa daripada kalian (Yahudi).", kemudian beliau menyukai menyelisihi ahli
kitab, maka beliau menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi
ahli kitab."
Ar-Rafi'i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213) :"Berdasarkan ini, seandainya
tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11"
[4]. Berpuasa pada 10 Muharram saja
Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/246) :"Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan,
yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada
tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11.
Wallahu a'lam."
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H-2001M. Penerbit Yayasan
Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo
57183]
__________
Foote Note
[*]. Diolah oleh Aris Munandar bin S Ahmadi, dari kitab Rad'ul Anam Min
Muhdatsati Asyiril Muharram Al-Haram, karya Abu Thayib Muhammad Athaullah
Hanif, tahqiq Abu Saif Ahmad Abu Ali
[1]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 3/454, 4/102-244, 7/147, 8/177,178, Ahmad
6/29, 30, 50, 162, Muslim 2/792, Tirmidzi 753, Abu Daud 2442, Ibnu Majah 1733,
Nasa'i dalam Al-Kubra 2/319,320, Al-Humaidi 200, Al-Baihaqi 4/288, Abdurrazaq
4/289, Ad-Darimy 1770, Ath-Thohawi 2/74 dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya 5/253
[2]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4/244, 6/429, 7/274, Muslim 2/795, Abu Daud
2444, Nasa'i dalam Al-Kubra 2/318, 319, Ahmad 1/291, 310, Abdurrazaq 4/288,
Ibnu Majah 1734, Baihaqi 4/286, Al-Humaidi 515, Ath-Thoyalisi 928
[3]. Hadits Riwayat Ahmad 2/359-360 dengan jalan dari Abdusshomad bin Habib
Al-Azdi dari bapaknya dari Syumail dari Abu Hurairah, Abdusshomad dan bapaknya
keduanya Dha'if.
[4]. Hadits Shahih Riwayat Bukahri 4/244, 7/274, Muslim 2/796, Nasa'i dalam
Al-Kubra 2/322 dan Al-Baihaqi 4/289
[5]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/818-819, Abu Daud 2425, Ahmad 5/297, 308,
311, Baihaqi 4.286, 300 Abdurrazaq 4/284, 285
[6]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/796, Abu Daud 2445, Thabary dalam Tahdzibul
Atsar 1/24, Baihaqi dalam Al-Kubra 4/287 dan As-Shugra 2/119 serta Syu'abul
Iman 3506 dan Thabrabi dalam Al-Kabir 10/391
[7]. Hadits Shahih Muslim 2/798, Ibnu Majah 736, Ahmad 1/224, 236, 345, Baihaqi
4/287, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanafnya 3/58, Thabrani dalam Al-Kabir 10/401,
Thahawi 2/77 dan lain-lain
--
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc
---------------------------------
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
--
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc
---------------------------------
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
--
http://adanipermana.co.cc
http://www.space-it.co.cc
---------------------------------
Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
---------------------------------
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
[Non-text portions of this message have been removed]