Harian Duta Masyarakat ~ Pilgub Jatim
Jumat, 09 Januari 2009
PBNU Kecam Teror Pengajian Muslimat
Surabaya - Teror bernuansa politis pada sejumlah pengajian yang digelar
Muslimat NU di Bangkalan dan Sampang oleh sejumlah preman dan oknum Bu Camat
direspon keras oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengecam keras intimidasi terhadap
penyelenggaraan majelis ta�lim tersebut dan menilai sebagai bentuk tindak
pidana serius.
�Masak orang ngaji tidak boleh? Muslimat kan bukan aliran sesat, tetapi banom
(badan otonom) NU. Teror dan pelarangan itu jelas-jelas tindak kriminal dan
tidak bisa dibiarkan,� tegas Kiai Hasyim di sela-sela tasyakuran dan peringatan
Harlah PPP ke-36 di Kantor DPW PPP Jatim Jl Raya Kendangsari 36 Surabaya, Kamis
(8/2).
Dikatakannya, teror tersebut masuk kategori penistaan agama sekaligus tindak
kriminal yang harus diberikan sanksi hukum keras.
Seperti diberitakan Duta, di sejumlah daerah di Bangkalan dan Sampang, ibu-ibu
Muslimat NU yang menggelar pengajian diintimidasi dan diteror sejumlah preman.
Mereka juga melarang rumah warga Muslimat NU dijadikan tempat mengaji dan
majelis ta�lim. Bahkan, ada oknum Bu Camat ikut-ikut melarang pengajian
Muslimat karena takut digunakan untuk mendukung Ka-Ji.
�Kami minta polisi bertindak tegas agar hal serupa tidak terulang. Pelarangan
pengajian itu akan menjadi preseden buruk jika dibiarkan. Ngaji itu amar ma�ruf
nahi munkar, kok berani-beraninya melarang? Mengapa tidak tempat dan perbuatan
maksiat saja yang dilarang?� ujarnya.
Meski mengecam keras, Hasyim meminta warga NU tidak meresponnya dengan negatif.
Dia meminta warga NU tetap tenang dan tidak terprovokasi yang nantinya justru
bisa memicu konflik horizontal.(aya)
Harian Duta Masyarakat ~ Pilgub Jatim
Jumat, 09 Januari 2009
Lagi, Selebaran Soekarwo Anak PKI
Surabaya - Setelah pada Pilgub Jatim putaran pertama lalu sempat mencuat lalu
mereda lagi, kini kembali muncul selebaran yang menyebutkan Cagub Jatim
Soekarwo alias Pakde Karwo sebagai anak aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI).
Bedanya, selebaran kali ini disertai sejumlah bukti foto kopi dokumen yang
menyebut secara rinci mulai dari wilayah, jabatan di PKI, pekerjaan hingga
anak-anak aktivis bersangkutan.
Dari kopian yang diterima Duta, dokumen yang biasanya tersimpan di arsip
kemiliteran tersebut ditandatangani lengkap oleh Kepala Kejaksaan Madiun YH
Sutaryo, Kapolres Madiun Drs Tukiman, Komandan Kodim 0803 ...N Mehopa (nama
lengkap tertutup stempel Kodim) dan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Madiun Ir S
Kadiono.
Selain itu juga tertera tanda tangan Kepala Kantor Sospol Kab. Madiun Herman
Tjokroprawiro, Sekretaris Tim Romhadi, Camat Kebonsari Abdul Hamid Sofjan,
Danramil (nama tertutup stempel), Kapolsek Soerasid, Lurah Sumarni, Babinsa
Sugiyanto, dan Babinmas Surataman. Stempel tersebut tertanda tahun 1990 dan
1989.
Nama orang yang diduga sebagai ayah Pakde Karwo yakni Kartodiharjo masuk dalam
dokumen itu di nomor 85. Disebutkan Kartodihardjo sebagai aktivis BTI (Barisan
tani Indonesia) yang merupakan underbow PKI dengan data dari Desa Palur, Kec.
Kebonsari, Kab. Madiun, Jatim.
Disebutkan pula suami Kartodihardjo bernama Dasiyem. Sementara keterangan
Kartodihardjo di kolom terakhir dengan status �diamankan 1965� yang kemungkinan
artinya sudah dieksekusi mati pada tahun itu.
Secara rinci data itu juga menyebutkan putra Kartodihardjo-Dasiyem adalah
Sukarno dengan pekerjaan (saat dokumen diterbitkan) Pegawai di Ngawi dengan
Parpol Golkar. Soekarwo sebagai pegawai di Pemda Surabaya dengan Parpol Golkar.
Nama anak kedua inilah yang disebutkan dalam selebaran sebagai Pakde Karwo.
Selanjutnya disebutkan adik Soekarwo adalah Sukarti bekerja sebagai tani dengan
Parpol Golkar. Lalu Kromorejo sebagai tani, Sanem, Karmin dan Karman yang
ketiga-tiganya berprofesi sebagai tani.
Belum jelas benar apakah yang dimaksud Soekarwo dalam dokumen yang terlihat
autentik itu adalah Pakde Karwo Cagub yang bergandengan dengan Saifullah Yusuf
(Ipul).(aya) (http://dutamasyarakat.com)
[Non-text portions of this message have been removed]