Saya tertarik memperbincangkan temuan tentang kesesuaian sistem ekonomi kapitalisme dan ekonomi al-Qur'an. Saya memiliki praduga yang berbeda tentang paham kapitalisme atau pasar bebas yang sponsori Amerika. Pada saat saya mengikuti program CLP di Chicago, ada presntasi dari dosen fakultas ekonomi UIC (University of Chicago), yang memaparkan tentang pentingnya pasar bebas dan sistem ekonomi kapitalisme. Pada awal sesi, peserta diminta untuk memepraktekkan sebuah permainan. permainan itu adalah empat orang peserta disuruh maju. Seorang peserta diberi sebuah permen dan diperintahkan untuk mempertahankan permen miliknya. Sedangkan yang tiga orang ditugaskan untuk berebut sebuah permen tersebut. Siapa yang memperoleh permen terlebih dahulu maka ia yang berhak mengambil permen. Akhirnya setelah permainan itu dimulai, permen tersebut dapat direbut oleh seorang yang kuat. Permainan itu adalah ilustrasi tentang pasar bebas. Siapa yang kuat, maka merekalah yang berhak menguasai benda atau barang tersebut. Dan setiap aset diinginkan oleh banyak orang dan hanya orang-orang kuatlah yang bisa menguasai aset tersebut. Setelah permainan itu, maka mulailah presentasi tentang pasar bebas yang dianut oleh Amerika. Dari situ ada kejanggalan yang saya rasakan, Dalam sistem pemerintahan Amerika, para petani dan buruh di bantu oleh negara. Ada subsidi yang besar bagi petani. misalnya subsidi untuk peternak yang memiliki seekor sapi memeproleh $2 perhari. Subsidi bagi petani lebih banyak lagi. Penulis juga sempat singgah di pertanian yang mengelola kapas, semua alat-alat disediakan oleh pemerintah, biaya bibit, perawatan lahan semua disediakan oleh pemerintah USA. Dan setelah petani itu panen, maka mereka bebas menjualnya kemanapun termasuk ke Indonesia. Pertanyaannya, sekarang apakah perlakuan pemerintah Indonesia sama dengan yang dilakukan oleh negara maju? Petani di Indonesia harus berjuang sendiri, tidak ada perlindungan apalagi subsidi yang memadai dari pemerintah. Bagaimana mungkin petani bisa bersaing dipasar bebas. biaya produksi petani di Indonesia mahal karena harus ditanggung oleh petani sendiri. Sementara di negara maju, biaya produksi disubsidi oleh pemerintah. Dari latar belakang tersebut, sistem pasar bebas justru membuat petani terpuruk di Indonesia. Ketika musim panen, harga menjadi sangat rendah karena banyaknya barang luar negeri yang masuk ke pasar Indonesia. Apakah sistem pasar bebas itu sesuai dengan prinsip keadilan yang ada di Al-Qur'an? Saya rasa pasar bebas hanya menguntungkan negara maju dan menjajah negara berkembang. Salam ENA Bagaimana mungkin petani di Indonesia akan bersaing dengan petani di Amerika, yang punya.
http://najlah.blogspot.com http://syaqo.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed]
