PENGURUS Pusat (PP) Muhammadiyah menolak fatwa haram golongan putih (golput) 
dalam pemilu dan pilpres mendatang.Muhammadiyah beralasan, memilih merupakan 
hak setiap orang. 


Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan tidak semua tindakan dapat 
diukur haram atau tidak, apalagi yang mengandung konsekuensi dosa.”Yang paling 
penting saat ini adalah fatwa prioritas, yakni bagaimana meningkatkan daya 
saing bangsa dan kemaslahatan umat,” ujarnya pada Milad Muhammadiyah ke-99 di 
Universitas Muhammadiyah Palembang kemarin. 

Meski demikian, fatwa merupakan kewenangan ulama dalam tanggung jawab 
keagamaan.Apalagi adanya permintaan dari masyarakat untuk dikeluarkannya fatwa 
itu. Namun,para ulama harus arif dan bijaksana untuk memerhatikan kondisi di 
masyarakat. ”Menurut pandangan Muhammadiyah, imbauan memilih dapat dilakukan 
dengan pendekatan akhlak dan dakwah,”papar Din. (berli zulkanedi) 
 
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/208913/


              salam
     [email protected]
 


      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke