Solli 'ala Muhammad wa Aalih !
Puji syukur bagi Gusti Allah saja Sang Maha Mendahulukan yang terdahulu dan
Mengemudiankan yang terkemudian. .
Monotheisme: Berkah ataukah Petaka?
Sebagian pendahulu pernah berpendapat tentang mengapa muslimin terbelakang
kemudian. Kaum muslimin terbelakang karena meninggalkan ajaran Islam, sementara
kaum lain maju justeru karena meninggalkan ajaran mereka.Namun sebagian
mengingat kepada pendapat Salaf: Yang baik bagi muslimin adalah yang pernah
baik bagi para pendahulunya.
Begitulah pendapat dari sebagian pendahulu.
Disini saya yang hina lagi bodoh juga ingin berpendapat. . tidak untuk
mengimbangi, tetapi dari yang tercerna oleh pengalaman dan pemikiran yang naif
ini. Mengimbangi pendapat itu tidak mungkin, karena dari etika yang saya
sadari, pendapat keilmuan adalah saling melengkapi atau saling mengisi. Tidak
untuk memilih yang ini dengan melempar yang itu. Ini sama sekali bukan akhlak
yang diajarkan dari pendahulu.
Saya berpendapat, keterbelakangan muslimin bermula dari ajaran tauhid yang
mengandung ajaran mutasyabbihat di seputarnya.
Laa-ilaaha-illaa Allaah, kalimat yang indah tiada tara, maknanya pun indah tak
terkira, berkesan tiada sirna... namun tidak mustahil sebagian kita terjebak
dalam mutasyabbihatnya. .
Tidak ada ilaah... yang layak d"ilah" kan .. selain Allah, Sang Ilah sejati,
yang inherent menyandang ke-"ilah"-an.
Sesudah-Nya. .. mereka dengan sombong menghiaskan keilahan pada diri sendiri
atau golongannya dengan kesumiran ilahiah.. sedangkan mereka tidak sadar...
Maka bermulalah.. . monoteisme menjadi sebuah klaim bagi kebenaran tunggal..
orang-orang di seputarnya diklaim menjadi pemilik kebenaran saja.. yang lain,
tidak.. Selanjutnya. .. muncullah klaim golongan putih dan klaim golongan
hitam... lalu .. klaim kebenaran tunggal bagi yang ini.. klaim kesesatan bagi
yang itu... Dimulailah.. . Pengadilan yang satu menghantam yang lain...
Maka... bangsa-bangsa yang menganut monoteisme.. belum mengalami alam
demokratis bagi para penganutnya setelah Para Nabi yang mengajarkannya pergi
meninggalkan dunia fana...
Sampai hari ini... adakah kita menyadari.. bahwa kita seringkali mencari
pembenaran & pembelaan dari luar diri kita .. dengan mencari klaim-klaim samawi
bahwa kita adalah golongan kaum yang benar... sehingga tidak layak orang lain
punya argumen yang lebih baik dan bermanfaat dari pendapat kita....
Karena kita hanya mempunyai klaim yang mungkin bersumber dari
"mis-interpretasi" bagi yang sadar bertauhid, atau dari klaim bahwa "tafsiran
kita" adalah yang lebih diridoi Tuhan, bagi yang mengklaim dari golongan
Tuhan,...
Maka.. fastabiqul khoiroot kita diarahkan kepada sesama muslimin sebagai "main
object" ayat.. maka bersainglah. . sehat atau tidak sehat.. sesama kaum
musliminnnn. .. Adakah begitu Muqtadloh Aayat tersebut menyuruh sesama muslimin
untuk saling bersaing? Adakah yang berkata bahwa Al-muqtadloo adalah dengan
kaum kaafir? kalau yang kedua yang pas, maka berhentilah. . untuk mengambil
sesama orang yang telah bersyahadat sebagai pesaing yang harus dikalahkan..
Karena pekerjaan yang lain terlalu banyak dan terlalu lama.. terlalu lama..
terlalu lama .. kita sia-siakan.. .
(Contoh-contoh ayat tauhid mutasyabbihat in-syaa Allah pada posting lain)