Dear All Kebetulan ini lagi musim pemilu, saya ada sedikit ganjalan dan semoga rekan NU yang pada pinter bisa memberikan pencerahan dari sisi keilmuan masing-masing mengenai hal dibawah,
Seperti yang sudah diketahui semua bahwa saat pemilu tahun 2004 itu kan salah satu calon DPD itukan Bu Nyai Sahal istri Mbah Sahal, dan kebetulan juga saya termasuk yang mencoblos beliau dengan alasan NU tentunya. Yang menjadi pertanyaan saya, selama empat tahun ini saya nggak pernah melihat kiprah beliau dalam DPD, bahkan mendapat penjelasan dalam bentuk tulisan atau dimedia televisi mengenai kinerja beliau selama ini juga nggak pernah kelihatan, makanya saya tidak mau bersu'udzan bahwa beliau saat menjadi anggota DPD ternyata tidak menunaikan tugasnya secara maksimal sehingga tidak ada pertanggung jawabannya kekonstituen. Nah kalau memang ada anggota DPD/DPR dan DPRDI/II itu tidak bekerja dengan baik padahal rutin menerima gaji dari uang rakyat, apakah hukum uang yang diterima oleh mereka...? Kemudian bagaimana cara anggota DPD/DPR dan DPRDI/II melakukan pertanggung jawaban dengan gaji yang sudah terima karena jelas menjadi seperti mereka itu digaji dari rakyat tidak sama seperti orang kerja atau jadi PNS yang aturan antara tanggung jawab kerjanya dan reward gajinya jelas, kemudian yang lalai melakukan pertanggung jawaban itu bisa dihukumi bagaimana...? Semoga pertanyaan saya bisa mendapat pencerahan dan bisa dijadikan rujukan juga bagi caleg - caleg NU yang saat ini pada maju didalam pemilu, agar uang yang mereka terima dari uang rakyat bisa dikatakan halal dan berkah, jangan sampai menjadi haram dan melaknati anda semua, apalagi jelas dalam uang tersebut ada hak anak yatim dan kaum fakir miskin yang dikarenakan dananya tersedot untuk menggaji anggota DPD/DPR & DPRDI/II menjadikan dana buat mereka menjadi berkurang, jadi jangan sampai menjadi pemakan harta anak yatim saja (ingat kewajiban negara untuk melindungi dan memelihara anak yatim dan kaum miskin). Regards Note : Untuk DPR RI waktu itu saya memilih Habib Alwi Shihab semoga beliau diberi kesempatan untuk menjelaskan kerja mereka selama menjabat sehingga tidak menjadikan saya bertanya dialam akherat :) [Non-text portions of this message have been removed]
