Temans,

Kami barusan mendapat kabar dari seorang teman di Jakarta via SMS di hp suami 
(Mas M.Ridlwan Hambali), isinya mohon doa bahwa GD sakit di RSCM. Betulkah? 
Kalau betul...Mari teman-teman semua kita mendoakan GD agar beliau lekas sembuh 
dan sehat kembali. Amin

Salam,
Fath

--- Pada Rab, 4/3/09, hamzah sahal <[email protected]> menulis:

> Daripada: hamzah sahal <[email protected]>
> Subjek: [kmnu2000] kabar kematian yang dibatalkan
> Kepada: "ahmad tohari" <[email protected]>, "ahmad wazir" 
> <[email protected]>, [email protected], "kmnu kmnu" 
> <[email protected]>, "santri gunungjati" 
> <[email protected]>, [email protected], "nurul 
> ummah" <[email protected]>, [email protected]
> Tarikh: Rabu, 4 Mac, 2009, 6:30 PM
> Tepat pukul 5 subuh aku bangun.
> Bangun
> bukan karena kesadaranku harus Subuhan. Tapi karena di
> telepon Front Office
> (FO) hotel Agas di Solo. Sebelum tidur, aku memang pesan
> kepada FO untuk
> dibangunkan agar tidak kebablasan tidur. Aku tidak ingin
> ketinggalan pesawat
> yang ketiga kalinya.
> Aku langsung ke kamar mandi, mengambil
> air wudhu, lalu Subuhan. TV kuhidupkan. Dan sambil tiduran
> aku juga membuka
> email.
> Email yang teratas adalah email Marzuki
> Wahid (Cirebon). Email bersubjek“Re: Innalillahi wa inna
> ilaihi rajiun”
> itu begini bunyinya:
> Allahul
> baqy wahdah... Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji'un...
> Ghafarallahu
> dzunubahu wa rahimahu wa ja'alal jannata matswahu. Satu
> lagi, panji Islam telah
> diturunkan Allah SWT. Beginilah cara Allah memperingatkan
> umat agar senantiasa
> sadar kaderisasi dan regenerasi. Kia Muhit adalah panji
> Islam yang
> berkibar-kibar di dalam sanubari masyarakat bawah, bukan
> panji yang diderek
> setiap hari senin atau hari besar nasional di depan kantor
> pemerintahan dan
> gedung mewah oleh pasukan paskibra, juga bukan diderek oleh
> orang-orang munafik
> dan penuh dengan pamrih, ntah pamrih kehormatan, rupiah,
> kekuasaan, atau
> jabatan-jabatan di organisasi masyarakat. 
> Kita
> semua kehilangan.. ... Mari kita rancang, bangun, dan
> lakukan proses
> kaderisasi yang terencana, rapih, sejati, dan
> sungguh-sungguh untuk
> menjadi penyanggah dan tunas dari sesepuh kita yang
> mukhlishin itu. 
> Salam,
> 
> 
> Marzuki Wahid
> 
> 
> Email di atas
> ada di milis “Santri Cerbon”. Setelah membacanya, aku
> langsung menutup email.
> Dan memejamkan mata sambil berkirim fatihah kepada Kiai
> Muchit. Lalu kepalaku
> sibuk memutar memori.
> “Ya Allah,
> azamku untuk sowan dan mendengarkan dunia pesantren dan NU,
> tidak kesampaian.
> Ia tidak sabar bertemu dengan Yang Maha Pencipta. Muncul
> kenanganku foto
> bersamanya di PBNU Januari 2008, setelah acara dialog
> antargenerasi dalam
> rangka harlah NU ke-83. Muncul Kiai Nyentrik Membela
> Pemerintah, tulisan
> Gus Dur tentang Kiai Muchit. Dan mendadak tersenyum ketika
> terkenang membaca
> humor tentang Kiai Muchit yang ketinggalan kereta, yang
> ditulis Akhmad Fikri
> AF." 
> Lahul fatihah….
> Sambil menungu
> Ufi yang sedang berkemas-kemas untuk chek out, aku
> meneruskan kabar
> meninggalnya Kiai Muchit ke sembilan nama. Aku gak perlu
> banyak-banyak sms, aku
> pikir berita lelayu ini sudah menyebar ke pelosok “negeri
> NU”, karena
> kiai Muchit adalah “sejarah NU”.
> “Tengah malam
> tadi, Kiai Muchit Muzadi Jember telah kembali kpd yg
> Hak,” begitu SMS yang aku
> kirim ke Muiz (Cirebon), Kang Hudi (Cirebon), Acep Zamzam
> Noor (Tasikmalaya),
> Ahmad Tohari (Banyumas), Yahya Ma’shum (Bekasi), Qotrun
> Nada (Jakarta), Imam
> Malik (jakarta), Andreas Harsono (Jakarta), Alek Komang
> (Jakarta), Sofi
> (Grobogan).
> Yahya Ma’shum
> langsung merespon, “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
> Smg amal2nya
> ditrima+diampuni atas kesalahannya. Siapa yg ta’zia wakil
> dr PP Lakpesdam?”
> “Belum tau,
> Pak. Aku msh di Solo. Ini br siap2 ke bandar,” jawabku.
> Setelah Pak
> Yahya, tak ada lagi SMS yang masuk. HP kumatikan karena mau
> take off.
> “Inalillahi wa
> inna ilaihi rajiun,” begitu SMS Kang Acep Zamzam Noor,
> tak lama setelah aku
> sampai di Cengkareng.
> Sewaktu di
> toliet bandara, Pak Wazir (Malang)meneleponku, 
> “Di mana kamu?”
> “Aku baru
> sampai di Cengkareng, Pak.”
> “Dari mana atau
> mau ke mana?”
> “Mau pulang.
> Dari Solo.”
> “Zah, dari mana
> kamu dapat info Mbah Muchit meninggal?”
> “Dari milist
> Santri Cerbon, Pak.”
> “Wah, bohong
> itu. Gimana kamu menyiarkan berita yang belum dicek. Mbah
> Muchit sekarang dalam
> perjalanan dari Jember ke Malang.”
> Waduh! Brabe
> ini! Aku betul-betul bingun. Aku langsung meralat SMS tadi
> ke orang yang
> menerima berita itu.
> “Guru2,
> sodar2, tmn2 yg trhormat semua.td subuh sy milist santri
> cerbon isinya
> almukarom kiai muchit meninggal dunia. Tnp kroscek,aku
> menyebarkan kbr itu ke 9
> nama. Aku ditlpn pak wazir dr malang,”dr mana kamu dpt
> brt itu?” Astagfirullah,
> mgkn sy salah bc atau sy msh tidur ktk bc. Maaf.Ampun Kiai
> Muchit.Ampun
> penerima kbr. =hamzah al-jahily=”
> 
> 
> Aku menyusulkan
> SMS yang lain:
> “Stlh aku bc lg
> emailnya.ternyata yg meninggal mmg Kiai Muhit, tp bkn Kiai
> Muchit
> Jember,melainkan Kiai Muhit Ciwaringin,Cirebon… Kiai
> Muchit Jember yg
> umurnya hampir 90 th, sdg silaturahim ke anak cucunya di
> Malang..”
> Kang Acep
> membalas, “Wah aku dah sebar ke rekan2 Nu di 3 provinsi.
> Aku malas meralatnya.
> Gimana nih? Hahahaha…..”
> “G usah
> diralat. Dibikin puisi yg kocak saja..hehehe..” jawabku.
> “Hahahaha, untg
> blm smpt mengucap innalillah,” SMS Qotrun Nada.
> Pak Wazir juga
> respon, “hehehe… Cinta yo cinta tp jangan mbabi. Merem
> tanda ngantuk…”
> Novelis senior
> memaklumi dan juga berdoa, “Ya,semoga jadi doa yang
> makbul bagi kedua kyai
> Mukhit. Amin. AT.”
> “Ya, itu tnd
> sangat care kpd kyai. Smg jd pertanda kyai panjang umur,”
> kata Yahya Ma’shum
> Pak Wazir
> kembali SMS. Kali ini dia meneruskan SMS Kiai Muchit:
> “Alhmdllh.sy
> sdg dlm prjlnn Jbr-Mlng. Insya Allah bsk trs Tu bn. Doakn
> panjang umr bnyk
> amal.”
> Sesampai
> dikantor aku langsung telepon Kiai Muchit dan meminta
> samudra ampunan.
> “Mboten
> nopo-nopo,” jawab Kiai Muchit dengan pelan.
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ______________________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang
> Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo
> dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena
> suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim
> email ke: 
> [email protected]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
>     mailto:[email protected]
> 
> 
> 


      Berhubung dengan pantas dengan lebih ramai rakan di blog dan tapak web 
peribadi anda? Buat Pingbox terkini anda hari ini! 
http://my.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke