Dari milis sebelah
On Wed, 2009-03-18 at 13:01 +0800, Khisbullah Hudha wrote: > Info dari Radar Malang Hari ini: > > Jiplak, Dua Dosen Kena Sanksi > > MALANG - Universitas Negeri Malang (UM) kian ketat mengawasi > penelitian para dosennya. Sebab, sudah dua kali kampus yang berlokasi > di Jalan Surabaya itu mendapati dua dosennya menjiplak penelitian > karya mahasiswa. Akibatnya, dua dosen tersebut dihukum dua tahun tidak > boleh melakukan penelitian apa pun. > > Menurut data Lembaga Penelitian (Lemlit) UM, ada seorang dosen yang > ketahuan menjiplak tesis karya mahasiswa yang dibimbingnya. Karya > jiplakan itu diajukan ke Ditjen Dikti untuk mendapatkan dana > penelitian block grant 2009. > > Akibat penjiplakan itu, UM meminta proposal penelitian yang telah > dikirimkan oleh dosen X ke Jakarta itu dibatalkan. Sedangkan kasus > satu dosen lainnya yang menjiplak terjadi pada 2008 dan dia sudah > dihukum. > > "Jangan disebut namanya. Ini menyangkut masa depannya. Yang jelas, > kini kami memberlakukan aturan yang ketat bagi para dosen yang > mengajukan dana block grant untuk penelitian. Karya penelitian harus > orisinal, tidak boleh menjiplak, haram hukumnya," kata Kepala Lembaga > Penelitian (Lemlit) UM Prof Drs Achmad Fatchan pada Senin lalu (16/3). > > Menurut dia, proposal penelitian dosen yang menjiplak itu diketahui > setelah lemlit mendapat informasi. Selanjutnya, tim lemlit menelusuri > kebenaran informasi tersebut. Tim lemlit akhirnya menemukan bahwa > karya itu memang murni menjiplak milik salah seorang mahasiswa. > > Fatchan mengatakan, tahun ini UM mendapatkan anggaran untuk penelitian > berbentuk block grant dari Dikti sebesar Rp 5,4 miliar. Dana sebesar > itu hanya untuk melakukan penelitian 54 judul. Sehingga, setiap > proposal yang disetujui mendapatkan dana Rp 100 jutaan. "Jika > penelitian dilakukan seorang dosen, anggaran itu ya untuk satu dosen > itu," kata dia. (lid/jpnn/zen) Ada yang lucu lagi, beberapa bulan yang lalu ada seorang balita umurnya 2,5 an tahun, cewek. Dia itu rupanya didoktrin agama dengan kuat oleh ortunya,... Suatu saat dia loncat-2 riang gembira sambil teriak "Lho iki Allah, iki Allah, iki Allah" sambil mengacung-2 kan biji-2 kacang goreng kepada tantenya yang ngemong. Rupanya teriakannya itu mirip eurekanya archimides. Si tante tadi bingung, lho anak ini kenapa? kok aneh. Sitante tanya, "lho kok Allah, itu kacang." Si anak menarik tangan tantenya ke luar rumah dan menunjuk ujung menara masjid (Masjid bedali depan rumah saya), "Iku lho Allah, iki yo Allah". Rupanya ujung menara masjid yang menurut si anak tadi namanya "Allah" mirip dengan biji kacang goreng. Si tante sambil ketawa-2 mbatin, "Wah itu udah dari dulu mirip". Kalau kita lihat si anak begitu girangnya dengan hasil risetnya yang ternyata memang sudah dari dulu begitu. Dunia ini memang sudah dari dulu begitu. Allahuakbar, udah dari dulu Allah itu Al Akbar. ya begitu lah umpama ada program blockgrant buat balita, mungkin anak itu dapet juga. wasalam, rizky
