Rasulullah saw; Teladan Bagi Umat Islam Dan Rahmat Bagi Semesta Alam 
Risalah Mursyid <http://www.al-ikhwan.net/category/risalah-mursyid/> 
10/3/2009 | 14 Rabbi al-Awwal 1430 H | Oleh: DR. Muhammad Mahdi Akif
<http://www.al-ikhwan.net/author/akif>
  <http://www.al-ikhwan.net/2243-2243/print/>
  [muhammad-saw] Risalah dari Muhammad Mahdi Akif, Mursyid Am Ikhwanul
Muslimin, 05-04-2009

Penerjemah:

Abu Ahmad

_______

Segala puji hanya milik Allah, dan shalawat dan salam kepada Rasulullah
beserta  keluarganya dan sahabat-sahabatnya dan orang-orang yang
mengikutinya sampai hari pembalasan… selanjutnya:

Allah SWT berfirman:

áóÞóÏú ßóÇäó áóßõãú Ýöí ÑóÓõæáö Çááøóåö ÃõÓúæóÉñ
ÍóÓóäóÉñ áöãóäú ßóÇäó íóÑúÌõæ Çááøóåó æóÇáúíóæúãó
ÇáÂóÎöÑó æóÐóßóÑó Çááøóåó ßóËöíÑðÇ

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah".
(Al-Ahzab:21)

Ketika Allah SWT mengutus Rasul-Nya -saw-, maka bersatu suku-suku yang
terpecah belah, lenyap permusuhan antar kabilah dan kelompok serta
sukuk, dan ditetapkan batasan-batasan dan hukum-hukum dalam berperang,
meletakkan dasar-dasar moralitas, menyempurnakan nilai-nilai
kemuliaannya, sehingga terbentuk darinya umat yang dibangun oleh
dasar-dasar kebebasan, menegakkan kebenaran, keadilan dan kesetaraan
antara sesama manusia, tanpa perbedaan warna, gender atau kelas dan
tingkatan..  Dan tidak akan tegak suatu umat kecuali karena kebaikan
yang dilakukan pada masa awal dan akhirnya, sebagaimana tidak akan
berdiri suatu umat kecuali dengan meneladani Rasulullah saw.

Oleh karena itu, umat Islam harus mempelajari sirah Nabi saw, sehingga
mereka dapat menerapkan nilai-nilainya dan pelajarannya dalam diri
mereka dan membuat mereka menjadi panutan bagi manusia dalam ke
istiqamahan  dan kebaikan sejarah hidup mereka, lurus jalan hidupnya
melalui dakwah mereka dalam melakukan reformasi. Sehingga itu semua; 
Nabi saw kembali menjadi cahaya  yang terang benderang dan mengusir
gelapnya kehidupan mereka, serta memberikan hawa sejuk dan kehangatan ke
dalam hati, pikiran dan perilaku. Sebagaimana -dengan itu pula-
masyarakat Islam dapat kembali integritasnya,  istiqamahnya dan
keteladanannya serta kembali mampu berada di garis terdepan dalam
kepemimpinan di seluruh bangsa di dunia, serta terwujud firman Allah:

ßõäÊõãú ÎóíúÑó ÃõãøóÉò ÃõÎúÑöÌóÊú áöáäøóÇÓö
ÊóÃúãõÑõæäó ÈöÇáúãóÚúÑõæÝö æóÊóäúåóæúäó Úóäö ÇáúãõäßóÑö
æóÊõÄúãöäõæäó ÈöÇááøåö

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan
beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman". (Ali Imran:110)

Bahwasanya krisis yang paling serius yang terjadi saat ini adalah krisis
keteladanan; keteladanan yang baik dan saleh di tingkat masyarakat dan
bangsa, bukan hanya pada tingkat individu, karena –al-hamdulillah-
kita punya sosok teladan, namun bangsa tidak dapat berubah oleh individu
yang kecil, melainkan nasib bangsa-bangsa perlunya perubahan kolektif
dan kerja secara kolektif, dan jika terjadi kekosongan yang panjang pada
masalah ini, maka akan menjadi ancaman krisis bagi seluruh dunia dan
bahkan akan runtuh kehidupan bangsanya dan mengalami kegagalan sistem
yang ada dan pada akhirnya akan berpaling dari Allah SWT.

Wahai Ikhwanul Muslimin…

Wahai umat Islam seluruhnya…

Sesungguhnya umat Islam saat ini sangat membutuhkan untuk mengingat
sirah dan mengenang perjalanan hidup nabi Muhammad saw yang telah
menanggung beban menghadapi berbagai cobaan, celaan dan siksaan, sabar
dalam meniti jalan yang berat dan penuh onak dan duri demi tegaknya
ajaran Islam dan terbangunnya jati diri dan umat yang mulia sehingga
mereka menjadi teladan yang baik secara nyata, menghilangkan wahm
(keraguan) dalam jiwa mereka dan menghancurkan kesewenang-wenangan dan
ketidakadilan di negeri mereka.

Setiap muslim dan muslimah memiliki kewajiban untuk meneladani
Rasulullah saw dalam berbagai aspek kehidupan mereka, karena hal
tersebut merupakan jalan satu-satunya untuk mencapai keamanan dan
kebahagiaan di dunia, dan keberuntungan dan nikmat di akhirat.

Meneladani Rasulullah dapat ditinjau dari berbagai hal:

- Ibadah: Bahwa beliau adalah orang  yang paling tahu dan mengenal
Allah, orang yang paling takut dan bertaqwa, namun  beliau orang yang
kadang puasa kadang berbuka, tidur dan bangun, dan menggauli wanita
(istri) dengan baik, namun tidak mempengaruhi posisi beliau sebagai
orang yang paling banyak beribadah.

– Berinteraksi dengan tetangga: Nabi saw bersabda:

ãóÇ ÒóÇáó ÌöÈúÑöíúáõ íõæúÕöíúäöí ÈöÇáúÌóÇÑö ÍóÊøóì
ÙóäóäúÊõ Ãóäøóåõ ÓóíõæóÑøöøËõåõ

"Jibril selalu mewasiatkan kepada saya tentang tetangga sampai aku
menyangka bahwa tetangga mendapat hak warisan". (Muttafaq alaih)

– Berinteraksi dengan sesama manusia: Beliau kadang menjual dan
membeli, sangat sopan jika menjual dan sangat ramah jika membeli, ramah
saat memutuskan hukum dan ramah pula saat menuntut hukuman.

– Akhlaq dan perilaku secara umum: Nabi saw adalah sebaik-baik
manusia dalam berakhlaq dan beretika, orang  yang paling mulai dan
paling bertaqwa dalam berinteraksi. Allah berfirman sambil memuji nabi
saw:

æóÅöäøóßó áóÚóáì ÎõáõÞò ÚóÙöíãò

"Sungguh dalam dirimu terdapat akhlaq yang mulia". (Al-Qalam:4)

Dan Aisyah pernah berkata ketika ditanya kepadanya tentang akhlaq nabi
saw, beliau berkata:

ßóÇäó ÎõáõÞõåõ ÇáúÞõÑúÂä

"Akhlaq nabi adalah Al-Qur'an". (Shahih Muslim)

– Damai dan Perang serta selalu menghormati dan memenuhi  janji:
"Rasulullah saw masuk ke kota Madinah dengan mengangkat bendera
perdamaian.

Ketika masuk kota Madinah beliau berkata:

   ÃóíøõåóÇ ÇáäøóÇÓõ: ÃóÝúÔõæÇ ÇáÓøóáÇóãó¡ æóÃóØúÚöãõæÇ
ÇáØøóÚóÇãó¡ æóÕóáøæúÇ ÈöÇááøóíúáö æóÇáäøóÇÓõ äöíóÇãñ¡
ÊóÏúÎõáõæÇ ÇáúÌóäøóÉó ÈöÓóáÇóãò

"Wahai sekalian manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, shalat
malam lah saat orang lain tidur lelap niscaya masuk surga dengan
selamat". (Tirmidzi dari Abdullah bin Salam),

Dan ketika memasuki kota Mekah saat berhasil menaklukkannya, beliau
berkata kepada orang yang memusuhi dan memeranginya:

ÇöÐúåóÈõæÇ ÝóÃóäúÊõãú ÇáØøõáóÞóÇÁõ

"Pergilah kalian, hari ini kalian bebas".

Demi Allah, Sungguh sangat menakjubkan sejarah hidupmu, wahai
Rasulullah. Sungguh agung perilaku dan akhlaqmu, sehingga semua itu
adalah madrasah Ilahiyah bagi setiap pemimpin, bagi setiap presiden,
bagi setiap penguasa,  bagi setiap komandan, bagi setiap hakim, bagi
setiap politikus, bagi setiap guru, bagi setiap pasangan suami istri,
bagi setiap orang tua.

Engkau adalah teladan yang sempurna bagi seluruh manusia, dan bagi
setiap yang menginginkan kesempurnaan dalam berbagai bentuk, manifestasi
dan tren, segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada
Nabi Muhammad saw untuk kami semua, dan segala puji bagi Allah yang
telah memberikan nikmat kepada mu untuk umat manusia seluruhnya.

Umat Islam memperingati sejarah Rasulullah setiap hari

Kita memperingati sirah dan kehidupan Rasulullah saw bukan sehari dalam
sebulan, namun kita melakukannya setiap hari dan bukan sekali dalam
sehari dalam satu hari namun puluhan kali; ketika ada seruan dan ajakan
shalat, dunia seluruhnya menjawab dan menjawab seruan azan; saya
bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Setiap kali bertasyahud  dalam
shalat, seorang muslim seakan bertemu Rasulullah saw mengucapkan salam:
"Assalamu'alaika Ayyuhan nabi", seakan mengunjunginya secara
maknawi dan bertemu dengannya, menyambut dan bersuka cita kepadanya.

Manusia cenderung terjerumus pada kehancuran

Bagi para pemerhati kondisi dunia saat ini akan melihat bahwa manusia
banyak yang cenderung pada hawa nafsu yang menghinakan seakan datang
kepada semua orang dan hampir semuanya, dan dunia kini dibagi menjadi
dua kelompok:

– Kekuatan yang dengan taringnya ingin mendominasi yang lain, dan
memaksakan kehendak dari apa yang mereka inginkan, membuat perjanjian
yang menjadi sarana merampas sumber daya alam mereka, dan menjadikan
diri mereka sebagai pemimpin mereka, dan pada selanjutnya mencegah
mereka dari kebebasan dan kedaulatan atas tanah mereka, dan kebebasan
melakukan tindakan dari potensi yang mereka miliki…  Menyalakan api
perang yang mereka istilahkan dengan tindakan preventif, hanya untuk 
mengamankan dan melancarkan kepentingan mereka sendiri, membatasi
kebebasan dan kemerdekaan warga yang bergolak dalam diri mereka untuk
melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan, mengembalikan hak-hak dan
kebebasan bangsa, menolak penjajahan.

Bahkan, mereka tidak melakukan itu saja, namun mereka juga memantik api
perang antara anak-anak bangsa dalam satu negara (perang saudara),
sehingga mereka meminta perlindungan dan bantuan kepada mereka dan
bergantung pada tali mereka.

– Adapun kelompok lainnya adalah kelompok yang lemah dan dihinaakn
karena kemiskinan dan kebodohan, dibutakan oleh penyakit, dan
kelemahannya kian terus bertambah oleh adanya pemerintah otoriter yang
membatasi kebebasan, dan menurunkan berbagai macam warna dari
ketidakadilan, menutup berbagai sisi mata pencaharian, dan enggan
melakukan perbaikan kecuali harus tunduk pada kekuasaannya, menguasai
segala potensi yang dimiliki, menghisap apa yang tersisa dari darahnya,
melakukan penganiayaan hingga titik maksimum hingga pada puncak
penyiksaan saat ada usaha represif  rakyat yang tertindas  dan tertekan,
berteriak kesakitan atau meminta pertolongan.

Kondisi yang suram ini telah menjadi lumrah di sebagian besar masyarakat
di negara Islam di seluruh dunia ketiga yang hidup di bawah tingkat
kemiskinan, pengangguran di semua kelompok masyarakat, penyakit
merajalela, obat-obatan yang mahal dan langka sehingga jika ditemukan
tidak mampu membelinya, terjadi korupsi dalam pendidikan dan
pemerintahan, dan menyebarnya penyuapan dan sikap pilih kasih, sikap
egois dan egoisme, menyebar kejahatan dalam berbagai strata masyarakat,
sehingga pemerintah yang memimpin suatu negara hanya menyibukkan diri
untuk menyelesaikan permasalahan ini dan sebagian mereka ada yang
melakukan pembatasan terhadap para generasi kebangkitan Islam yang
berusaha ingin memperbaiki kondisi masyarakat dan melakukan kebangkitan
serta menghadang musuh-musuhnya dari  Zionis dan antek-antek nya.

Musuh takut terhadap nyala api keimanan

Hal ini patut dipahami, bahwa musuh sangat menyadari bahwa rahasia
kekuatan umat dan bangsa terletak pada kekuatan iman dan cinta pada 
jihad dan syahadah di jalan Allah; oleh karena itu pertama kali yang
mereka lakukan adalah memusnahkan nyala api iman dan mengerahkan segala
potensi yang mereka miliki dan bekerja sama dengan antek-antek nya untuk
mewujudkan impian mereka, namun Allah menghinakan tipu daya  mereka dan
memperkokoh umat sesuai dengan fitrahnya dan merespon setiap kali ada
seruan jihad dan syahadah…

íõÑöíÏõæäó áöíõØúÝöÆõæÇ äõæÑó Çááåö ÈöÃóÝúæóÇåöåöãú
æóÇááåõ ãõÊöãøõ äõæÑöåö æóáóæú ßóÑöåó ÇáúßóÇÝöÑõæäó

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah melalui mulut-mulut mereka dan
Allah yang menyempurnakan cahaya-Nya sekalipun orang-orang kafir tidak
menyukainya". (As-Shaff:8)

Nabi Muhammad saw pembawa rahmat bagi semesta alam

Allah telah mengutus Rasulullah saw membawa rahmat bagi semesta alam,
bagi siapa yang mengikutinya akan mendapat keberuntungan di dunia dan di
akhirat ..

æóãóÇ ÃóÑúÓóáúäóÇßó ÅöáÇøó ÑóÍúãóÉð áöáúÚóÇáóãöíäó

"Dan tidaklah Kami mengutusmu kecuali untuk memberi rahmat bagi
semesta alam" (Al-Anbiya:107)

Dan nabi saw sendiri bersabda:

ÅöäøóãóÇ ÈõÚËúÊõ ÑóÍúãóÉð

"Sesungguhnya Aku diutus untuk membawa rahmat".

Dan dibawah naungan syariah Rasulullah saw seluruh manusia menikmati
kebebasan, keadilan dan kesetaraan dan memberikan kasih sayang bagi
manusia yang tertimpa penderitaan dan ketidakadilan, ketakutan dan teror
yang dilakukan oleh para penentangnya yang  tidak hanya menolak hadiah
kasih sayang tersebut, namun lebih dari itu adalah menyatakan api perang
terhadap syariat langit dan melecehkan dan menjauh dari karunia, rahmat
dan kenikmatan dan nasihat serta cahaya yang terang benderang .. 
Sungguh merugi umat manusia yang seperti itu! ..  betapa sengsara apa
yang dilakukan oleh manusia seperti itu;  kesengsaraan dan penderitaan,
sekiranya mereka tetap berada dalam kondisi seperti itu dan tidak mau
merespon seruan Allah dan Rasul-Nya…!!

æóãóäú ÃóÚúÑóÖó Úóäú ÐößúÑöí ÝóÅöäøó áóåõ ãóÚöíÔóÉð
ÖóäúßðÇ æóäóÍúÔõÑõåõ íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö ÃóÚúãóì

"Dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam Keadaan buta". (Thaha:124)

Darah para syuhada adalah simbol kesadaran umat

Wahai umat Islam..

Janganlah kalian merasa bangga dengan darah yang mengalir di jalan untuk
membela kebenaran dan melakukan perlawanan terhadap penjajahan, begitu
pula dengan pengorbanan yang diberikan dalam menghentikan kerusakan
moral, sosial dan ekonomi… karena yang demikian adalah kecil di
hadapan tujuan yang sangat mulia dan ganjaran yang besar.

Maka dari itu, berjihad dan berjihadlah wahai umat Islam, karena yang
demikian merupakan perniagaan yang dapat menyelamatkan diri dari azab
Allah, mendekat dari nikmat Allah dan mewujudkan pertolongan Allah:

íóÇ ÃóíøõåóÇ ÇáøóÐöíäó ÂóãóäõæÇ åóáú ÃóÏõáøõßõãú
Úóáóì ÊöÌóÇÑóÉò ÊõäÌöíßõãú ãöäú ÚóÐóÇÈò Ãóáöíãò.
ÊõÄúãöäõæäó ÈöÇááåö æóÑóÓõæáöåö æóÊõÌóÇåöÏõæäó Ýöí
ÓóÈöíáö Çááåö ÈöÃóãúæóÇáößõãú æóÃóäÝõÓößõãú Ðóáößõãú
ÎóíúÑñ áóßõãú Åöäú ßõäÊõãú ÊóÚúáóãõæäó . íóÛúÝöÑú
áóßõãú ÐõäõæÈóßõãú æóíõÏúÎöáúßõãú ÌóäøóÇÊò ÊóÌúÑöí
ãöäú ÊóÍúÊöåóÇ ÇáÃóäúåóÇÑõ æóãóÓóÇßöäó ØóíøöÈóÉð Ýöí
ÌóäøóÇÊö ÚóÏúäò Ðóáößó ÇáúÝóæúÒõ ÇáúÚóÙöíãõ. æóÃõÎúÑóì
ÊõÍöÈøõæäóåóÇ äóÕúÑñ ãöäó Çááåö æóÝóÊúÍñ ÞóÑöíÈñ
æóÈóÔøöÑú ÇáúãõÄúãöäöíäó

"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu
perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan
harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam
jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke
tempat tinggal yang baik di dalam jannah `Adn. Itulah keberuntungan
yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu)
pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). dan
sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
(As-Shaff:10-13)

Perbaikilah dirimu terlebih dahulu lalu serulah orang lain

Bahwa tugas kita - sebagai umat Islam - selama di tangan ada cahaya yang
terang dan sebotol obat untuk dapat mengobati diri dan menyeru orang
lain. Dan Ikhwanul Muslimin pertama kali yang dituju dalam pembinaannya
adalah mendidik diri terlebih dahulu, memperbaharui ruh, memperteguh dan
memperkokoh akhlaq serta menumbuhkan keberanian yang lurus dalam
jiwa-jiwa umat, dan mereka meyakini bahwa hal tersebut merupakan titik
awal yang akan mampu membangun kebangkitan umat dan bangsa…jika kita
berhasil maka itulah yang kita inginkan, namun jika tidak maka kita
serahkan seluruhnya kepada Allah dan kita telah menyampaikan risalah,
menunaikan amanah, dan kita menginginkan kebaikan untuk manusia, dan
kita tidak putus asa melakukan perbaikan atau berhenti dalam menyebarkan
risalah Rasulullah saw sehingga tidak memiliki sama sekali pengaruh,
namun dengan pengorbanan yang besar dan darah yang banyak, cukuplah bagi
para pembawa risalah mendapatkan faktor-faktor keberhasilan. Dengannya
mereka beriman, sehingga mengikhlaskan diri dalam berjuang dan di
jalannya mereka berjihad, sementara waktu telah menunggunya dan dunia
selalu memantaunya…

æóÓóíóÑóì Çááåõ Úóãóáóßõãú æóÑóÓõæáõåõ Ëõãøó
ÊõÑóÏøõæäó Åöáóì ÚóÇáöãö ÇáúÛóíúÈö æóÇáÔøóåóÇÏóÉö
ÝóíõäóÈøöÆõßõãú ÈöãóÇ ßõäÊõãú ÊóÚúãóáõæäó

"… Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu
dikembalikan kepada yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia
memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
(At-Taubah:94)

Dan segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.
Source : http://www.al-ikhwan.net/2243-2243/
<http://www.al-ikhwan.net/2243-2243/>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke