Ni orang koq masih  sempit aja cara berpikirnya. Sekarang ane tanya, apakah ada 
indikasi ideologi NU mengancam atau bertentangan dengan ideologi Nasional? Kalo 
memang ada indikasi tersebut, maka entah itu Banser, Pagar Nusa, atau Pagar 
yang lain jelas tidak layak hidup di bumi Indonesia. Kalo IM sudah jelas 
ideologinya bertentangan dengan ideologi nasional Mesir, makanya segala yg 
berhubungan dengan IM termasuk yang namanya tandzimul khos, jelas tidak layak 
hidup di Mesir, apalagi Indonesia!!

--- On Wed, 3/18/09, Agus B Raharjo <[email protected]> wrote:


From: Agus B Raharjo <[email protected]>
Subject: [kmnu2000] Re: [Kebangkitan_Bangsa] Agenda Tersembunyi PKS di Balik 
Citra Bersih
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Wednesday, March 18, 2009, 12:28 AM






"/Sementara itu, Imam Ghazali Said, dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan 
Ampel, yang menjadi pembanding dalam bedah itu membenarkan jika afiliasi 
politik PKS dirujukkan pada gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang
sudah dilarang. Menurutnya, yang paling ditakuti dalam gerakan politik 
Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan *PKS adalah lahirnya sayap 
paramiliter. *?Dalam Ikhwanul Muslimin ada yang namanya tandzimul khos, 
sayap paramiliter yang sangat keras. Nah, semoga saja PKS tidak membuat 
yang seperti ini,? tuturnya./

NU kalau tidak salah punya Banser, Pasukan Berani Mati yang berseragam 
ala militer dan bela diri Pagar Nusa. Apakah ini bukan namanya 
Paramiliter juga..?

Salam,

Agus B Raharjo
Mukhlisin wrote:
>
> http://www.dutamasy arakat.com/ 1/02dm.php? mdl=dtlartikel& id=13285 
> <http://www.dutamasy arakat.com/ 1/02dm.php? mdl=dtlartikel& id=13285>
> Nahdliyin
> Kamis, 19 Maret 2009
>
> Awas, Siapkan Negara Islam
>
> Agenda Tersembunyi PKS di Balik Citra Bersih
> SURABAYA ? Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini memang menjadi buah
> bibir di masyarakat. Tidak saja karena keberhasilannya dalam meraup
> suara cukup signifikan dalam Pemilu, namun juga karena pengembangan
> image (citra) yang sangat bagus. Sehingga, PKS kerap diidentikkan dengan
> partai yang bersih, antikorupsi, santun, dan sifat-sifat baik lainnya.
>
> Namun, di balik pencitraan tersebut, PKS ternyata memiliki agenda
> tersembunyi (hidden agenda) untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.
> M Imdadun Rahmat, penulis buku ?Ideologi Politik PKS; dari Masjid Kampus
> ke Gedung Parlemen? dalam bedah bukunya yang digelar PMII cabang IAIN di
> gedung Self Acses Centre (SAC), Selasa (17/3) menuturkan, partai yang
> sebenarnya merupakan kontinuitas dari Masyumi dan banyak diwarnai oleh
> manhaj dan ideologi perjuangan Ikhwanul Muslimin ini sering terkesan
> eksklusif, intoleran, dan bercita-cita menegakkan syariat Islam. Oleh
> karena itu, tidak heran jika partai ini disinyalir memiliki hidden
> agenda mengganti ideologi Pancasila, dan menjadikan Islam sebagai
> ideologi negara.
>
> ?Dalam dokumen-dokumen resminya, PKS tidak pernah menyebut kata
> Pancasila. Selain itu, cita-cita reformasi hukum PKS ialah
> mengimplementasikan syariah Islam ke dalam hukum negara. Ini patut
> diwaspadai,? tegas Imdad.
>
> Sebab, karakteristik gerakan yang ditampilkan PKS semacam ini, di satu
> pihak berpotensi melahirkan konflik terbuka dengan partai-partai Islam
> lainnya, dan di pihak lain, PKS dianggap sebagai ancaman bagi
> partai-partai berhaluan nasionalis.
>
> Sementara itu, Imam Ghazali Said, dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan
> Ampel, yang menjadi pembanding dalam bedah itu membenarkan jika afiliasi
> politik PKS dirujukkan pada gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir yang
> sudah dilarang. Menurutnya, yang paling ditakuti dalam gerakan politik
> Islam seperti Ikhwanul Muslimin dan PKS adalah lahirnya sayap paramiliter..
> ?Dalam Ikhwanul Muslimin ada yang namanya tandzimul khos, sayap
> paramiliter yang sangat keras. Nah, semoga saja PKS tidak membuat yang
> seperti ini,? tuturnya.
>
> Kekhawatiran Ghazali Said cukup beralasan. Karena, di internal PKS saat
> ini mulai muncul tarik ulur dua paham yang sama-sama merujuk pada
> Ikhwanul Muslimin. Yakni, pemikiran pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan
> Al-Banna yang cukup toleran dengan pemikiran pengganti Hasan Al-Banna,
> Sayid Qutb yang cukup radikal. ?Semoga saja politik PKS tidak mengarah
> ke yang radikal,? harapnya.
>
> Sementara itu, Mashuri, salah satu pembanding lainnya menuturkan, arah
> politik PKS memang tidak mengarah pada perjuangan salafiyah jihadiyah
> seperti yang ditempuh eksponen Afghanistan. Meski begitu, gerakan
> politik PKS patut diwaspadai jika mengarah pada penggulingan ideologi
> negara.
> Untuk itu, Imdadun Rahmat mengingatkan pada seluruh umat Islam khususnya
> warga NU agar mewaspadai munculnya gerakan-gerakan baru yang saat ini
> mengepung dan merongrong keutuhan NKRI.(ziz)
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
> ------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG. 
> Version: 7.5.557 / Virus Database: 270.11.18/2008 - Release Date: 3/17/2009 
> 4:25 PM
> 

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke