Maaf, Mas. Anda dari kalangan NU bukan? Kalau, Mas periksa.. bikinan itu mungkin bukan dari warga RI. Hanya saja pembuatnya pandai berbahasa Indonesia. Untuk memastikan.. coba kapan-kapan Mas cari topik yang sama yang digubah ke bahasa yang lain, yakni bahasa dimana umat muslim banyak, spt bahasa urdu dan parsi.
Isinya jelas-jelas menganut "gatuk-gatuk", dia coba pasang sana-pasang sini, dipas-paskan menurut selera kebencian... ya pas saja, orang maksakan agar pas.. isinya sangat memaksakan... Mas perlu tahu, ya. Eropa berakar budaya "Benci Muhammad", karena ini yang ditanamkan jauh sebelum Perang Salib. Tapi, kita tak perlu membalasnya dengan kebencian. Sebaiknya, kita meneladani Al Ayubi yang menjenguk Jenderal lawan yang sakit, sambil berkata: "Kalau sudah sehat, kembali kita bertempur lagi" Tapi saya percaya, sebagian dari kaum Eropa semakin menyadaro bahwa kebencian itu tak beralasan... Nah sekarang, ada oknum yang membangkitkan kembali.... Kita tak perlu terpancing dehhhh.... Orang NU dari dulu dipancing-pancing... Tapi tak terpengaruh... Semoga orang-orang yang benci terjerembab oleh kebenciannya sendiri. Aamiin. --- On Fri, 3/20/09, ombakpenari <[email protected]> wrote:
