Calon Presiden
Dicari: Presiden Sehat
Tim pemeriksa kesehatan calon presiden dan wakilnya segera dibentuk. Standar IQ 
minimal akan dinaikkan.

RAPAT sangat tertutup itu digelar di ruangan antisadap Rumah Sakit Gatot 
Subroto, Jakarta, lima tahun lalu. Setiap peserta menandatangani perjanjian tak 
akan membocorkan seluruh pembicaraan dalam rapat. Tapi informasi dari ruangan 
itu akhirnya me­rembes juga. Sejumlah wartawan mengetahui catatan medis seorang 
calon presiden. ”Saya juga tidak tahu siapa yang membocorkannya,” kata Mulyono 
Sudirman, dokter bedah di Rumah Sakit Pelni, pekan lalu. 
Mulyono adalah ketua tim pemeriksa kesehatan calon presiden dalam pemilu 
presiden 2004. Tim ini terdiri atas 99 dokter spesialis serta psikiater. Ketika 
itu, merekalah yang menelisik kesehatan fisik dan mental calon presiden dan 
wakilnya. Pemeriksaan waktu itu mengeliminasi Abdurrahman Wahid, yang 
berpasangan dengan Marwah Daud Ibrahim. 
Rabu pekan lalu, Komisi Pemilihan Umum dan Ikatan Dokter Indonesia 
menandatangani nota kesepahaman untuk membuat aturan pemeriksaan kesehatan 
calon presiden. Syarat kesehatan ini didasari Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 
tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. ”Standardisasi pemeriksaan akan 
dirumuskan dalam sebulan ini,” kata Ketua Komisi, Abdul Hafiz Anshary. 
Standar pemeriksaan akan dirumuskan oleh tim penilai yang terdiri atas dokter 
dengan berbagai keahlian. Menurut Hafiz, pemeriksaan kesehatan ini diharapkan 
bisa menghasilkan calon presiden yang cerdas dan berkuali­tas. ”Penyusunan 
standardisasi ini me­ng­edepankan asas profesional, bukan politis,” ujarnya. 
”Kami ingatkan, jangan partai coba-coba bergerilya. Tidak ada gunanya,” kata 
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Fachmi Idris. 
Dalam pemilu presiden 2004, tim pemeriksa terdiri atas pengarah, pelaksana, 
pemeriksa, dan pendukung. Tim pengarah merupakan dokter senior yang ada di 
kampus di seluruh Indonesia. Tim pelaksana bertugas melakukan sosialisasi 
standar pemeriksaan kepada calon, termasuk mendampingi mereka saat diperiksa.

 
Pemeriksaan kesehatan 2004 berlangsung di Rumah Sakit Gatot Subro­to. Semua tim 
harus sudah siap sejak pukul 06.30 dan pemeriksaan baru se­lesai sekitar pukul 
empat petang. Se­telah itu, tim akan melakukan rapat pleno hingga malam. Setiap 
dokter akan memaparkan hasil pemeriksaan dalam rapat tertutup. 
Rapat itulah yang akan membuat rekomendasi: calon presiden memenuhi syarat 
untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai kepala negara atau sebaliknya. 
Kesimpulan itu diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum. 
Dalam pemilu presiden 2004, ada sembilan jenis tes fisik yang harus dijalani 
calon presiden dan wakilnya. Tes itu adalah pemeriksaan penyakit dalam, bedah, 
saraf, kandungan, mata, jantung, pembuluh darah, paru-paru, serta THT (telinga, 
hidung, dan tenggorokan). Uji sehat bisa bertambah kalau ada indikasi cacat, 
misalnya tes audiometri jika ada indikasi terganggunya fungsi pendengaran dan 
ekokardiografi untuk kelainan jantung. ”Sopir atau pilot saja ada syarat 
kesehatannya, apalagi presiden,” kata Fachmi. 
Pengujian mental menggunakan me­tode Minnesota Multiphasic Personality 
Inventory. Tes kepribadian ini be­­rupa 566 pertanyaan yang bisa me­ng­ukur 
kondisi kejiwaan si calon. Tes ini berlangsung setengah jam. Setelah itu, para 
calon presiden diwawancarai. 

l l l
MENURUT Mulyono Sudirman, pemeriksaan kesehatan itu disesuaikan dengan jabatan 
yang akan diemban. Presiden misalnya harus mempunyai jantung yang sehat agar 
bisa menjalankan tugas meski dalam tekanan. ”Mungkin tidak perlu sebagus 
atlet,” ujarnya. Calon presiden yang cacat—misalnya penglihatannya rusak—tetap 
dinyatakan tidak lulus meski, misalnya, ia menyatakan akan mendapat pengobatan 
di luar negeri. ”Itu tidak menjadi pertimbangan kami,” ujar ­Mul­yono. 
Calon presiden juga bisa tereliminasi jika ada cacat jiwa. Dalam panduan teknis 
penilaian pemilu presiden 2004, cacat jiwa adalah penyakit yang menyebabkan si 
calon tak mampu menilai realitas. Calon juga tak lulus bila kecerdasannya di 
bawah rata-rata.

 
Mulyono mengatakan skor inteligensi atau IQ minimal pada pemilu presiden 2004 
hanya 100. Menurut dia, syarat ini terlalu kecil. Mulyono akan mendesak agar 
skor inteligensi itu didongkrak hingga paling rendah 120. Skor itu misalnya 
dipakai sebagai batas bawah IQ mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas 
Indonesia. ”Kita kan ingin presiden yang pintar, bukan biasa-biasa saja,” kata 
Mulyono. 
Sesuai dengan undang-undang, partai pengusung calon presiden bisa mengganti 
jagonya jika tak lulus uji kesehatan ini. Calon pengganti ini akan menjalani 
verifikasi ulang, termasuk pemeriksaan kesehatan. ”Kalau yang gagal calon wakil 
presiden, yang diganti ya calon wakil presiden itu,” kata anggota Komisi 
Pemilihan Umum, Andi Nurpati. 
Yandi M.R. 
30 menit 
5. MMPI. Salah satu bentuk tes psikologi untuk memberikan gambaran dimensi 
kepribadian. Tes ini terdiri atas 566 pernyataan. Hasil tes bisa menyimpulkan 
apakah seseorang menderita histeria, hipokondriasis, skizofrenia, hipomania, 
atau psikopat. 
Memindai Tubuh Calon Presiden 
355 menit 
waktu yang dibutuhkan untuk pemindaian menyeluruh. 
30 menit 
1. Kandungan bagi calon presiden perempuan 
USG transvaginal (kalau ada indikasi kelainan pada alat kelamin perempuan) 
20 menit 
2. Bedah 
30 menit 
3. Penyakit dalam atau interna 
30 menit 
4. Mata 
60 menit 
6. Wawancara psikiatri 
30 menit 
7. THT 
30 menit 
8. Jantung dan pembuluh darah 
Ekokardiografi dan USG (kalau ada indikasi kelainan jantung) 
20 menit 
9. Paru 
15 menit 
10. Radiologi toraks 
60 menit 
11. Saraf 
USG payudara/mamografi (kalau ada indikasi kelainan) 
MRI (kalau ada indikasi kelainan fungsi organ tubuh) 
Sumber: Pedoman Teknis Pemeriksaan Kesehatan Calon Presiden 2004

 
 
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2009/03/02/NAS/mbm.20090302.NAS129645.id.html

             
 
http://groups.google.com/group/suara-indonesia?hl=id


      Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke