Prabowo: Ada 20 Juta Pemilih Siluman
Jika kasus DPT tak diselesaikan, maka bisa muncul fenomena kekerasan.
Rabu, 1 April 2009, 10:20 WIB, Wensenlaus Manggut



VIVAnews - Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo
Subianto, meminta persoalan manipulasi Daftar Pemilih Tetap diselesaikan
setuntas-tuntasnya. Prabowo menengarai, ada 20 juta pemilih siluman di
Indonesia.

"Kemarin ada Profesor Demografi dari Universitas Gadjah Mada menyatakan
ada 20 juta pemilih siluman," kata Prabowo saat bertemu blogger di
Restoran Amigos, Mal Bellagio, Jakarta, Selasa 31 Maret 2009.

"Coba bayangkan, ada pemilih siluman sejumlah penduduk Malaysia," kata
Prabowo di hadapan puluhan blogger, jurnalis dan teman Facebook Prabowo
Subianto itu.

Prabowo menjelaskan, DPT di sejumlah kabupaten di Jawa Timur telah
digelembungkan jumlahnya lebih dari 20 persen. "Masak masih ada Amrozi
dalam DPT?" kata Prabowo.

Dan informasi ini, kata Prabowo, bisa disebarkan di internet secara
terbuka. "Kalau tidak salah pengguna internet 30 juta. Ini masih lebih
banyak dari pemilih siluman yang 20 juta itu," kata mantan suami Titiek
Soeharto itu.

Bisa Muncul Kekerasan

Prabowo menyatakan kasus DPT ini harus diselesaikan secara terbuka dan
adil. Harus dibuktikan tidak ada rekayasa sistematis dalam peristiwa
yang dipicu temuan dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur itu. "Kalau
ada suatu elite yang ingin membuat kecurangan sistematis, ini sangat
membahayakan masa depan bangsa kita," ujar Prabowo.

Jika ada satu partai yang menang dalam Pemilu ini dan banyak partai lain
menyatakan kemenangan itu sebagai hasil kecurangan, maka bisa muncul
kondisi kekerasan. "Hari ini saya bisa terpikir mendatangkan 150 ribu
orang ke Istana, bisa saja partai-partai lain melakukan yang sama," kata
Prabowo. Dan itu berbahaya.

"Kalau kita tidak menyelesaikan masalah dengan kotak suara, maka kita
menyelesaikan dengan kekerasan-kekerasan, dengan laskar-laskar di
jalanan. Kita punya sejarah laskar," kata Letnan Jenderal Purnawirawan
Angkatan Darat itu.

• VIVAnews



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke