Silahkan kunjungi "rumah" Gus Mus di: www.gusmus.net

Kinantaka

2009/4/1 alai nadjib <[email protected]>

>   Dear temans,
>
> Ma aksih postingnya,
> ini artikel GM di mana ya?
>
> salam,
>
> Ala'i
>
> --- On Tue, 3/31/09, Kinantaka <[email protected]<kinantaka%40gmail.com>>
> wrote:
>
> From: Kinantaka <[email protected] <kinantaka%40gmail.com>>
> Subject: [kmnu2000] Perempuan Setara
> To: [email protected] <kmnu2000%40yahoogroups.com>
> Date: Tuesday, March 31, 2009, 3:02 AM
>
>
> Perempuan Setara
>
> Oleh: KH. A. Mustofa Bisri
>
> Sang Pemimpin gundah gulana. Gosip kejam itu telah menguasai seluruh kota.
> Istri sang pemimpin digosipkan “ada main” dengan salah seorang anak
> buahnya.
> Istri yang digosipkan itu adalah perempuan muda yang sangat ia cintai dan
> sangat mencintainya, anak sahabatnya yang sangat ia cintai pula.
>
> Karena tidak ada bukti maupun saksi, sang pemimpin hanya dapat meminta
> pendapat para tokoh-tokoh pembantunya mengenai kebenaran dan tidaknya gosip
> tersebut. Payahnya, beberapa tokoh yang dimintai pendapat, ada yang tampak
> membenarkan meski banyak yang terang-terangan menolak dan memustahilkan.
> Bahkan pro dan kontra tentang masalah ini nyaris menimbulkan fitnah.
>
> Sang pemimpin (Rasulullah, Nabi Muhammad SAW) akhirnya menemui sang istri
> yang sudah beberapa hari, atas permintaannya, berada di kediaman kedua
> orangtuanya. Sang istri (sayyidatina Aisyah r.a.) yang sudah dua hari dua
> malam tidak tidur itu sedang ditunggui kedua orangtuanya (sayyidina Abu
> Bakar Shiddiq dan Ummu Ruman), saat sang pemimpin masuk dan duduk di dekat
> pembaringan.
>
> “Aisyah, aku mendengar suara-suara begini-begitu tentang dirimu;” sabda
> Rasulullah kemudian, “apabila kamu tidak bersalah, Allah akan menyatakan
> kamu tidak bersalah. Bila ternyata kamu melakukan dosa, beristighfarlah
> kepada Allah dan bertaubatlah. Hamba apabila mengaku salah dan bertaubat,
> Allah akan menerima taubatnya.”
>
> Mendengar sabda sang suami tercinta itu, sayyidatina Aisyah-yang selama ini
> terus menangis-seketika airmatanya terhenti dan berkata ditujukan kepada
> kedua orangtuanya, “Kalian jawablah Rasulullah.” Kedua orangtuanya
> menjawab,
> “Demi Allah, kami tidak tahu harus berkata apa.”
>
> Sayyidatina Aisyah, sang istri belia itu pun berkata dengan tegarnya:
> “Sesungguhnya, saya tahu kalian semua telah mendengar omongan gosip ini,
> sehingga sudah tertanam dalam diri kalian dan kalian telah mempercayainya.
> Kalau pun saya mengatakan kepada kalian bahwa saya tidak bersalah, kalian
> tidak akan mempercayai saya. Sebaliknya, bila saya mengakui perbuatan yang
> Allah tahu semata bahwa saya tidak melakukannya, kalian pasti
> mempercayainya. Demi Allah, saya tidak menemukan contoh untuk kalian
> kecuali
> ayahnya Nabi Yusuf ketika berkata, Fashobrun jamiil wallaahul must’aanu
> ‘alaa maa tashifuun (Kesabaran yang baiklah pilihanku dan Allah sajalah
> tempat memohon pertolongan terhadap apa yang kalian ceritakan).” (Bacalah
> kisah menarik yang menjadi sebab turunnya ayat 4 dan seterusnya di surah
> 24.
> al- Nur antara lain di kitab Nurul Yaqin oleh Syeikh Muhammad Khudhari
> Bek).
>
> Menyimak kata-kata sayyidatina ‘Aisyah di hadapan tokoh-tokoh agung -
> Rasulullah SAW dan shahabat Abu Bakar Shiddiq sekalian-itu mungkin orang
> tidak mengira bahwa ketika itu usianya baru belasan tahun. Sayyidatina
> Aisyah sepertinya memang disiapkan Allah menjadi contoh perempuan pendekar.
> Apabila Rasulullah SAW diasuh dan dididik langsung oleh Allah, maka
> sayyidatina Aisyah diasuh dan dididik langsung oleh Rasulullah SAW.
>
> Maka, tidak heran bila dalam sejarah Islam, sayyidatina Aisyah yang lahir 8
> tahun sebelum hijrah dan wafat tahun 58 H, dikenal sebagai perempuan paling
> alim. Menguasai ilmu-ilmu agama dan kesusastraan, bahkan ketabiban. Guru
> dari banyak tokoh-tokoh ulama dan mufti yang menjawab masalah-masalah
> keagamaan dan kehidupan yang diajukan. Ia dianggap perempuan yang paling
> mengetahui tentang al-Quran dan Sunnah Rasul SAW; di samping penyebar
> ilmu-ilmu agama terkemuka.
>
> Sayyidatina Aisyah pun boleh dikata menjadi-atau tepatnya mungkin:
> dijadikan
> Allah-simbol penolakan terhadap stigma bahwa perempuan adalah kaum lemah,
> konco wingking yang hanya swarga nunut neraka katut. Ia merupakan bantahan
> telak terhadap opini bahwa yang hebat hanya laki-laki. Tanpa menuntut
> kesetaraan dengan kaum laki-laki, sayyidatina Aisyah telah menunjukkan
> kesataraan.
>
> Di negeri kita sendiri, (dulu) banyak Muslimah yang mengikuti jejak
> sayyidatina Aisyah. Tanpa menggembar-gemborkan kesetaraan gender, mereka
> berbuat dan berkhidmah setara dengan kaum laki-laki. Sekedar contoh, Ibu
> Nyai Nur Chodijah yang merintis pondok pesantren puteri di Denanyar Jombang
> dan Ibu Rahmah Al-Yunusiyah di Sumatra Barat. Ibu Nyai Fatimah, Nyai
> Mahmudah Mawardi, Nyai Khairiyah Hasyim, dan Nyai Nuri Maksum yang mengajar
> santri-santri laiknya kyai-kyai. Nyai Sholichah Munawwarah aktivis sosial
> yang tidak kalah gigih dari aktivis laki-laki.
>
> Raden Ajeng Kartini, yang pernah ngaji dan berguru kepada Mbah Kyai Saleh
> Darat dan diperingati hari lahirnya tanggal 21 April, saya kira juga tidak
> hanya menuntut kesetaraan. Tapi, mengajak kaumnya untuk mensetarakan diri
> dengan ilmu pengetahuan dan pencerdasan.
>
> Penulis adalah pemimpin Pondok Pesantren Roudhotut Thalibin, Rembang.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ------------------------------------
>
> __________________________________________________________
> http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir
> dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
> Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda
> harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke:
> [email protected]<kmnu2000-unsubscribe%40yahoogroups.com>
> Yahoo! Groups Links
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke