yang datang partai apa..? Tentunya gak termasuk kategori ikhlas.....itu sudah pasti... Salam
--- On Sat, 4/11/09, Muhammad Rizqi Ramadlan <[email protected]> wrote: From: Muhammad Rizqi Ramadlan <[email protected]> Subject: [kmnu2000] Re: Masjid-Masjid Politik To: [email protected] Date: Saturday, April 11, 2009, 12:09 PM sama di kampung mertua saya di pacet bandung masjid2 disantunin 50 jutaan alhamdulillah kirain ikhlas eeeeh taunya setelah dua minggu dateng ke tiap masjid bis2 dari jakarta pakai baju partai kirain ikhlas qaulun ma'rufun wamagfirorun khairun min sodaqotin yatba'uha adza (al-baqoroh 263) baca juga ayat 264 tapi mudah-mudahan sodaqohnya ikhlas --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, "M. Subhan Zamzami" <saker...@.. .> wrote: > > > > > > Salam, > > Info di bawah ini adalah tulisan rekan sekaligus senior saya, Hodri Ariev, > yang > merupakan note pribadinya di facebooknya. Tulisan ini adalah bukti bahwa dana > asing yang sering dicibir pihak tertentu ternyata pihak tersebut juga > menerimanya meski dengan cara dan tujuan yang berbeda. Ini kan maling teriak > maling. Saya harap kita lebih berhati-hati, apalagi korbannya adalah saudara > kita sesama warga Nahdliyyin dan inilah yang dicemaskan oleh KH. Hasyim > Muzadi. > > > > M. Subhan Zamzami > > > > http://www.facebook .com/note. php?note_ id=64776133933 > > > > Masjid-Masjid Politik > > > > Senin, 6 April 2009, menemani seorang wartawan Reuters saya mengunjungi Jawa > Tengah. Agenda utamanya adalah investigasi dan verifikasi info penyusupan dana > asing untuk kepentingan politik berkedok agama. Melalui beberapa interview > diketahui bahwa sejak tiga atau empat tahun yang lalu ada beberapa orang yang > dengan "tulus" membantu merehabilitasi dan membangun masjid-masjid di > sebuah karesidenan Jawa Tengah, dan hingga saat ini jumlahnya sudah hampir > 2100 > masjid yang digarap. > > > > Menurut penduduk dan tokoh setempat, orang yang "baik hati" > menjelaskan bahwa dana rehabilitasi dan pembangunan masjid-masjid tersebut > diperoleh dari Teman dari Arab Saudi. Pada saat menawarkan bantuan, > rehabilitasi dan pembangunan tidak disinggung-singgung terkait dengan isu-isu > partai apa pun. Namun sekitar dua atau tiga minggu terakhir ini orang yang > "baik hati" itu minta balas budi kepada takmir masjid dan penduduk > sekitar masjid agar mendukung partai tertentu dalam pemilu 9 April 2009 ini. > Beberapa merasa tidak ada masalah dengan permintaan balas budi ini, namun ada > yang melihat lebih jauh dan mulai khawatir bahwa balas budi politik ini hanya > merupakan entry poin untuk agenda yang lebih besar. Seorang penduduk yang > sempat ditemui khawatir bahwa "dana Saudi" ini pada akhirnya akan mengubah > tradisi keberagamaan dia yang selama ini setia pada amaliyah nahdliyah, > "Jangan-jangan nanti saya tidak boleh tahlilan, katanya di Arab itu tidak > boleh. Lha, kalau nanti saya mati, siapa yang akan mendoakan saya? Wong saya > punya banyak kekurangan kepada Gusti > Allah dan para tetangga.." > > > > Ini hanya sekelumit kasus. Dalam in-case report di the Wahid Institute, > konflik > sangat keras terjadi di Lombok, misalnya. Narasi itu menceritakan, pernah > seorang tokoh lokal yang amaliyah ubudiyahnya seperti kebanyakan Muslim > Indonesia, ketika > memberikan pengarahan kepada jamaahnya di masjid, tiba-tiba kabel mic yang dia > gunakan dipotong oleh pengikut "tradisi baru." Ada pula masjid-masjid > yang proses perebutannya dilakukan dengan cara voting untuk memutuskan siapa > yang berhak mengelola masjid tersebut, dan ini dilakukan ketika jumlah > pengikut > "tradisi baru" itu lebih banyak dari Muslim tradisi lokal. > > > > Menurut seorang tokoh di Jawa Tengah yang sempat ditemui, ada skenario besar > dalam semua kejadian ini. "Mereka" masuk dari berbagai celah untuk > mengubah Islam lokal menjadi seperti Arab. WaLlahu a'lam, semua ini akan > semakin jelas dampaknya seiring perkembangan hasil 9 April nanti, dan termasuk > dalam pipres nanti. > > > > Saya berbagi > info ini dengan harapan mendapat feedback, baik yang bersifat konsepsional, > analitis, maupun info data-data baru. Rasa kebangsaan sedang diuji apakah ia > bisa terus bersanding secara damai dengan keislaman, atau keislaman bangsa > Indonesia akan mengabakan lokalitas tradisi dan budaha Indonesia sendiri. > > > > Yogyakarta, 7 > April 2009. > > nama-nama informan dirahasiakan karena alasan keamanan. > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed]
