.Assalamualaikum Wr Wb Bissmillahirrohmaanirrohiim
Usai Ustaz Aa Hadi menjabarkan dalam kajian bulanan TC yang jatuh pada hari ahad tanggal 19 April 2009, dengan tema ''makna dan cara sholat tahajjud yang benar'' dimasjid Al-kautsar Polda Metro Jaya, sejak jam 10.00 s/d 12.00, dan kami lanjutkan sholat zuhur berjamaah, selesai sholat semua pengurus Tahajjud call http://www.tahajjudcall.org, [email protected], berkumpul dipimpin oleh Kang Herry Suherman dan pak Ketua didampingi wakil ketua TC, koordinasi untuk Surve lokasi Baksos. Dalam perjalanan kami menuju Kp.Sumur Batu Bantar Gebang Bekasi, kami mampir kerumah makan daging bebek dibekasi, salah satu rumah makan langganan mas Taufiq El Rahman, member TC yang turut bersama sama kami bahkan beliau dengan setia dan tidak kenal lelah menelusuri jalan dari Poldan Metro Jaya sebagai pengemudi salah satu mobil yang membawa rombongan kami. Subhannalloh luar biasa kami tambah semangat ingin segera sampai di lokasi baksos, karena semua rombongan pengurus TC hanya mas Taufiq yang memiliki penangkal padas, namanya juga bebek goreng pedas ya pedas banget, kalo bebek gorengnya manis mungkin diganti namanya jadi manisan bebek. Masih sangat jauh dari lokasi terpaksa kaca mobil yang menghantarkan kami ke Lokasi baksos yang akan kami selenggarakan Insya Alloh pada tanggal 31 Mei 2009, terpaksa kami tutup, karena bau sampah yang sangat menyengat. Pak ketua TCÂ mas Dado menghubungi pendiri sekaligus pengelola dan koordinator sukarelawan Guru Sekolah Alam, Sumur Batu, Bantar Gebang. dan kami dijemput serta dibawa kelokasi sekolah alam khusus anak anak pemulung bantar gebang bekasi. Selesai kami sholat Asyar di sekolah sangat sederhana itu, kami mendapat penjelasan dari 2 orang guru sukarelewan sekaligus pendiri dan pengelola Sekolah Alam tersebut, beliau berdua mengatakan diantaranya, anak-anak didik kami yang berjumlah lk 180 siswa ini mendapatkan pendidikan lebih diatas dari sekolah lain. Disekolah Alam ini selain gratis, minimal satu minggu satu kali kami beri makan makanan untuk menambah gizi agar anak2 kami tidak kekurangan gizi, dan tidak menderita gizi buruk. Pak Juarto sang pendiri dan pengelola juga koordinator guru guru sukarelawan, menjelaskan kami sebanyak 10 guru sukarelawan juga, mendatangi mereka digubuk dekat tumpukan sampah, merayu dan memberikan penjelasan kepada orangtuanya agar mengizinkan anaknya sekolah di sekolah alam yang telah kami dirikan sejak dua setengah tahun yang lalu, dengan hanya bermodal Rp. 2.500.000,- hasil infak dan hasil jerih payah kami mencari dana tersebut. Dan disekolah alam ini kami membekali selain pelajaran umum dan Ilmu Pengetahuan Islam kami juga membekali dengan ketrampilan atau pelajaran menanam pohon, menanam biji jagung, dan juga mendaur ulang botol plastik untuk dijadikan mainan. Bahkan saat ini kami sudah memiliki 5 buah mesin jahit akan tetapi sementara ini belum terpakai karena belum ada guru sukarelawan khusus menjahit. Kami juga telah memiliki perpustakaan walaupun saat ini kekurangan buku buku pelajaran, serta buku buku ketrampilan dan buku buku pendidikan lainnya, Demikian karpet dan sejadah serta mukenah anak anak juga sudah usang dan tidak layak pakai, akan tetapi tetap kami pergunakan seadanya, yang penting anak anak tetap memiliki kemauan sekolah. Tidak mudah membujuk anak anak agar tetap sekolah karena terbentur harus membantu orang tuanya untuk berjuang mengais-ngais sampah membantu orang tuanya. Setiap kali truk sampah datang, itu adalah rezeki bagi mereka, karena tidak mudah mendapatkan botol-botol plastik dan bahan bahan lain yang dapat dijual, maka dengat amat terpaksa para guru mengizinkan satu hari sekolah dan satu hari membantu orang tua untuk mengais sampah. Anak-anak kami karena faktor kemiskinan yang amat sangat, maka berpakaian dan jilbab seadanya, anak anak kami yang masih kecil kecil terkadang masih bau sampah karena mungkin mandinya kurang bersih. Sekolah ini (Terbuat dari kayu dan bambu) kami bangun dengan biaya kami peroleh dari infaq dari warga yang mendukung dan prihatin serta perduli akan nasib dan masa depan anak anak pemulung ini. Kami juga mengajak para relawan untuk menjadi tenaga pengajar, seperti guru bahasa Inggris, guru pertanian, dan berbagai disiplin ilmu lainya, yang bermanfaat untuk anak-anak kami. Kami para relawan, tidak minta dibayar kami berjuang dan mensedekahkan ilmu kami hanya semata mata agar anak anak kami walau orang tua mereka pemulung, tapi kami ingin anak anak kami tersebut lebih baik dan memiliki ketrampilan lain seperti pertanian dan atau ketrampilan lain, agar mereka terlepas dari mengais sampah dalam mencari rizki dan ridho Alloh. Kami sangat mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak/ ibu/ sekalian telah berkenan mengunjungi Sekolah Alam ini, inilah keadaan kami, semoga cita cita kita semua untuk menolong Agama Alloh secara bertahab dan secara berkesinambungan dapat kita wujudkan, kelak anak anak pemulung tidak menjadi pemulung melain dapat memiliki ketrampilan dan dengan ketrampilan yang mereka miliki mereka kelak dapat menjadi generasi penerus pajuang dan pembela Agama yang Alloh ridhoi. Pembaca yang budiman serta yang dimuliakan Alloh, kami sangat berterima kasih bila saudara saudara sekalian berkenan membantu dan meringankan beban para sukarelawan serta perduli masa depan nasib anak anak pemulung ini. Silahkan hubungi ketua TC Bpk Deny Fernando no. 08128291196. Penanggung jawab Depsos Mbak Umi Jamilatun No. 085697897744 Teh Dedah Amniyati no. 081806153334 No. Rekening BCA 4411258887 No. Rekening MANDIRI 1220005209807 Keduanya ats nama Dedah Amniyati. Terimakasih dan Mohon maaf bila tidak berkenan Wassalamualaikum Wr Wb Mujiarto Karuk 08158080403
