Assalamualaikum Wr Wb

Bismillahirrohaanirrohiim


Ketika
para ilmuwan mulai meneliti lembah-lembah di bumi untuk mengenal
struktur dan unsur-unsurnya, mereka menemukan mitos dan dongeng yang
mendominasi abad-abad terakhir itu tidak memiliki dasar ilmiah. Setelah
para ilmuwan menemukan bahwa bumi berbentuk bulat telur, maka mereka
menduga bahwa inti bola bumi ini mempunyai suatu nukleus, dan
cangkangnya adalah kerak bumi yang sangat tipis jika dibandingkan
dengan ukuran bumi. Dan antara dua lapisan ini ada lapisan ketiga yang
biasa disebut dengan kata mantel. Ini merupakan pengetahuan awal para
ilmuwan.

Perkembangan Fakta-fakta Ilmiah

Teori Tiga Lapisan ini tidak cukup lama bertahan karena
penemuan-penemuan yang terbaru di sistem geologi. Pengukuran-Pengukuran
dan percobaan-percobaan terbaru menunjukkan bahwa Artikel yang berisi
nukleus dari bumi itu berada di bawah tekanan yang sangat tinggi, tiga
juta kali lebih dari permukaan bumi.
Di bawah tekanan seperti itu, zat berubah bentuk menjadi solid, dan
hal ini pada gilirannya membuat inti bumi itu sangat solid. Inti bumi
ini dikelilingi suatu lapisan zat cair dengan suhu yang sangat tinggi.
Ini berarti bahwa ada dua lapisan di dalam inti bumi, bukan satu. Satu
lapisan di dalam pusat yang dikelilingi lapisan zat cair.
Hal itu diketahui sesudah alat-alat pengukur dikembangkan dan
memberi para ilmuwan suatu perbedaan yang jelas antar lapisan-lapisan
bumi bagian dalam. Jika kita turun ke bawah bumi yang keras, kita akan
menemukan lapisan batu-batu yang sangat panas, yaitu batu yang
berfungsi untuk membungkus. Setelah itu ada tiga lapisan terpisah, di
mana masing-masing itu berbeda kepadatan, tekanan dan suhu yang
berbeda-beda.
Oleh karena itu para ilmuwan mengklasifikasi lapisan-lapisan bumi
menjadi tujuh lapisan, tidak lebih. Gambar menunjukkan lapisan-lapisan
ini dengan dimensi masing (beberapa di luar skala), sesuai yang
ditemukan para ilmuwan baru-baru ini dengan berbagai metode seperti
menggunakan alat pengukur gempa bumi dan studi medan magnetik bumi, dan
juga teknik-teknik yang lain. Berbagai studi dan penemuan tersebut saat
ini diajarkan kepada para mahasiswa fisika di berbagai universitas.





Gambar ini menunjukkan tujuh lapisan Bumi, memberitahukan bahwa
kerak bumi adalah lapisan sangat tipis yang disusul dengan mantel
dengan berbeda-beda ketebalannya, lalu disusul lapisan-lapsan yang
terdiri zat cair, dan diakhiri dengan yang lapisan ketujuh, yaitu
nukleus padat.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa atom terdiri dari tujuh lapisan
atau tingkatan, dan hal ini membuktikan keseragaman ciptaan, di mana
bumi mempunyai tujuh lapisan dan atom-atom mempunyai tujuh lapisan
juga. Subhanallah.
Tujuh lapisan bumi itu sangat berbeda-beda dari segi struktur,
kepadatan, suhu dan bahannya. Oleh karena itu, tidak seorang pun
menganggap bumi itu hanya mempunyai satu lapisan sebagai orang di masa
lampau berpikir. Di sini kita menemukan bahwa pemikiran bahwa bumi
mempunyai lapisan-lapisan merupakan berkara baru dan tidak dikenal atau
yang dikemukakan pada waktu al-Qur’an itu sedang diturunkan.
Penemuan-penemuan ini dikemukakan para ilmuwan abad 21 kepada kita,
tetapi sejak dahulu Kitab Allah telah memberitahu kita tentang hal
tersebut.

Informasi di dalam al-Qur’an al-Karim

Al-Qur’an al-Karim, perkataan Tuhan, menuturkan kepada kita tentang
tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi di dalam dua ayat berikut:
‘Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat
sesuatu yang tidak seimbang?’ (al-Mulk: 3)
Allah juga berfirman, ‘Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan
seperti itu pula bumi.’ (ath-Thalaq: 12) Ayat pertama bericara kepada
kedua tentang dua sifat langit: bilangan langit itu, yaitu tujuh, dan
bentuk langit, yaitu berlapis-lapis. Inilah arti kata thibaqan yang
kita temukan di dalam kitab-kitab tafsir al-Qur’an dan kamus-kamus
bahasa Arab. Sedangkan ayat kedua menegaskan bahwa bumi itu menyerupai
langit, dan hal itu diungkapkan dengan kalimat, ‘Dan seperti itu pula
bumi.’ Sebagaimana langit itu berlapis-lapis, maka begitu pula bumi,
dan masing-masing jumlahnya tujuh lapisan.

Informasi dalam Sunnah

Seandainya kita meneliti hadits-hadits Rasulullah saw, maka kita
menemukan sebuah hadits yang menegaskan keberadaan tujuh lapis bumi,
maksudnya tujuh lapis yang sebagiannya membungkus sebagian yang lain.
Nabi saw bersabda, ‘Barangsiapa yang menyerobot sejengkal tanah, maka
Allah akan menimbunnya dengan tujuh lapis bumi.’ (HR Bukhari) Kata
menimbun di sini diungkapkan dengan kata thawwaqa yang secara bahasa
berarti meliputinya dari semua sisi.
Pertanyaannya di sini adalah: Bukankah hal ini merupakan mukjizat
Nabawi yang besar? Bukankah hadits yang mulia ini telah menentukan
bilangan lapisan bumi, yaitu tujuh, dan menentukan bentuk lapisan itu,
yaitu meliputi dan menyelubungi. Bahkan hadits ini memuat sinyal
tentang bentuk bulat atau semi-bulat. Al-Qur'an dan Sunnah telah
mendahului ilmu pengetahuan modern dalam mengungkapkan fakta yang
ilmiah ini. Selain itu, al-Qur'an juga telah memberi kita penelasan
yang tepat mengenai struktur bumi dengan menggunakan kata thibaqan.


http://blogs.muxlim.com/DewiNagoya1247659548/7-lapisan-bumi/#CTop
                                


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke