Budi, bagi orang Palembang maupun Aceh maknanya tipu-menipu. Semoga Pak SBY
yang ber-Budi tidak terkena sugesti pemaknaan orang-orang di Sumatra.
Budi dalam bahasa Indonesia pada umumnya kurang lebih bermakna perilaku atau
akhlak; artinya masih harus dipilah-pilah: ada budi baik dan ada budi buruk
seperti akhlak mulia dan akhlak tercela. Dari bahasa Indonesia sendiri, "SBY
ber Budi" maknanya kurang lebih mirip dengan jargon Sutrisno Bachir "Hidup
adalah Perbuatan", yakni masih bersayap: bisa budi baik atau perbuatan baik,
bisa juga budi buruk atau perbuatan buruk.
Apakah sebab orang memilih SBY ber-Boedi? Alasan klasik: Pak SBY ganteng (kata
kaum ibu-ibu). Alasan kemapanan: Pak SBY jelas terbukti kinerjanya cukup baik.
Alasan kedua perlu dicermati.
Kita sebagai manusia yang cenderung kepada kenyamanan lebih memilih orang yang
sudah pernah memberikan hal tersebut. Selain itu, promis bahwa "pengalaman" itu
prasyarat telah menjadi stigma kaum terpelajar di Indonesia. Padahal sudah
terbukti bahwa "sudah memberi kenyamanan" dan alasan "sudah berpengalaman"
tidak mutlak menjadi jaminan. Pak Suharto, beliau pernah dan sering memberikan
kenyamanan pada sebagian besar rakyat Indonesia dan beliau, dengan semakin lama
menjabat semakin tinggi pengalaman kepresidenan beliau. Tapi pada akhirnya,
beliau harus dipaksa turun karena ketidakpuasan yang telah melangit dirasa oleh
sebagian yang lain.
Secara ilmu fisika, dalam pengajian pesawat pengungkit, sebuah beban yang ada
di sebelah sisi tuas akan terangkat apabila ada gaya yang sepadan di sisi tuas
yang lain. Apabila sumber gaya adalah bersifat manusiawi yang mengenal lelah
dan capek, maka akan seberapa lama manusia itu dapat mengeluarkan gaya yang
sepadan untuk mengangkat beban tersebut?
Pak Suharto telah memberi kenyamanan. Artinya seorang manusia bernama Suharto
telah mengeluarkan gaya untuk mengungkit sebuah kenyamanan bagi manusia yang
lain. Akan seberapa lama Pak Suharto mampu bertahan melakukan pengerahan gaya
sehingga kenyamanan dapat bertahan dengan baik? Lalu apa kompensasi bagi pak
Suharto agar beliau dapat bertahan lebih lama untuk melakukan itu? Kompensasi
yang diberikan ternyata terlalu mahal. Begitu yang harus dibayar oleh rakyat
Indonesia. Ini adalah alasan, kepercayaan pada SBY ber-Boedi untuk menjabat
sekali lagi perlu dipertimbangkan cermat-cermat.
Alasan lain. Bangsa ini dirundung krisis kepercayaan. Alasan yang paling
sederhana adalah: karena selama ini tidak pernah diberi kepercayaan, maka
terbiasa atau terlatih untuk tidak diberi kepercayaan. Karena itu obatnya
adalah hanya satu: memberanikan diri untuk memberi kepercayaan kepada
sebanyak-banyaknya orang. Coba. Santri yang tidak pernah mendapat kepercayaan
dari kiai, akan tampil dengan kepribadian yang kurang terampil menjalankan
kepercayaan dibanding santri yang biasa diberi kepercayaan. Semakin banyak
santri yang terlibat dalam kerja-kerja maka pesantren itu semakin meriah dengan
santri-santri yang genuine.
Atas alasan ini: sebarkanlah kepercayaan kepada sebanyak-banyak orang. Kalaupun
ada pemercayaan yang meleset, inipun menjadi pelatihan bagi kita bagaimana
menyikapi dengan keadaan pemercayaan yang meleset. Toh, kita sudah berkali-kali
dengan krisis nasional akibat guncangan kepercayaan nasional. Kewajiban
pendidikan bangsa: gilirkan kepercayaan kepresidenan kepada banyak orang.
jangan hanya kepada itu dan itu, hanya karena alasan sudah berpengalaman.
Alasan lain. Kita mengenal Uzlah. Uzlah menurut pengetahuan manajemen adalah
kesempatan seseorang untuk mengevaluasi pengalaman masa lalu dengan cara
mengentaskan diri dari rutinitas kegiatan di masa lalu. hasil dari Uzlah akan
mampu memberi evaluasi diri yang purna. Coba. Seorang yang didalam rumah, dia
tidak tahu bagaimanakah rumahnya secara keseluruhan. tetapi ketika dia keluar
rumah, bahkan lebih jauh lagi, dia akan tahu apa yang lebih dan apa yang kurang
tentang rumah dia seutuhnya. Alasan ini menginginkan, sebaiknya SBY dipilih
pada pemilu 5 tahun kedepan, bukan yang sekarang, agar SBY lebih hebat lagi
dari yang sudah-sudah.
Tapi, biarlah rakyat melatih diri untuk lebih arif.
[Non-text portions of this message have been removed]