Partai Patriot Jatim Tak sejalan dengan DPP
Dianggap mbelot, La Nyalla siap dipecat
Rupanya La Nyalla Mattalitti masih �sakit hati� dengan hasil Pilgub Jatim. Dia
pun menentang garis DPP yang lebih memilih pasang SBY-Boediono.
Bagi sejumlah partai, soal dukung mendukung dalam Pilpres antara pusat dan
daerah ternyata tak sejalan. Partai Patriot misalnya, DPP pimpinan Yapto
Soelistyo Soerjosoemarno telah resmi menyatakan dukungan terhadap pasangan
SBY-Boediono. Namun DPW Partai Patriot Jatim memilih jalan lain.
Di bawah komando La Nyalla Mattalitti, Patriot Jatim justru menyatakan
bergabung dan mendukung pasangan Megawati-Prabowo yang diwujudkan dengan
membentuk satu wadah yang dinamai Arek Mega-Pro.
�Arek Mega-Pro itu, selain menghimpun mandat dari para kader dan simpatisan
Partai Patriot Jatim, juga membuka diri untuk berbagai komponen, figur dan
tokoh masyarakat Jatim yang ingin bergabung dan mendukung pasangan Mega-Pro
supaya bisa menang dalam Pilpres mendatang,� terang La Nyalla saat
dikonfirmasi, Senin (1/6).
Alasan utama tidak mendukung SBY-Boediono karena La Nyalla menilai SBY tidak
mempunyai komitmen dan sering mengingkari demokrasi. �SBY suka memaksakan
kehendak terhadap gubernur Jatim, terbukti pelantikan Soekarwo-Saifullah Yusuf
(KarSa) dipercepat kendati masih ada proses hukum terkait sengketa hasil Pilgub
Jatim,� bebernya.
Apakah tidak takut kena sanksi dari DPP karena dianggap membelot? Dengan tegas
La Nyalla menyatakan tidak takut. Alasannya, keputusan DPW Jatim mendukung
pasangan Mega-Pro didukung penuh 38 DPC di Jatim.
�Saya siap dipecat DPP kalau keputusan mendukung Mega-Pro ini dianggap
membelot. Ini adalah konsekuensi dan resiko dari sebuah pilihan politik,�
pungkas Nyalla.*
[Non-text portions of this message have been removed]