Ekonom: Tim Ekonomi SBY-Boediono Punya Kadar Neolib Tinggi
detikcom - Rabu, Juni 3
Bukan hanya Boediono yang cenderung bermazhab ekonomi neoliberal. Sejumlah
anggota tim ekonomi yang berdiri di belakang pasangan ini pun tak diragukan
punya kadar neolib yang tinggi.
Hal ini dikatakan pakar ekonomi dari Universitas Gajah Mada, Revrison Baswir
ketika berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (2/6/2009).
"Saya tidak mengomentari pada pasangan capres-cawapres-nya saja. Saya juga
harus melihat orang-orang di sekitarnya. Jadi kalau di lingkungan SBY Boediono
sudah jelas saya kira. Ekonom-ekonom yang berkumpul disana kadar neoliberalnya
tinggi. Pemikir-pemikirnya cenderung neolib," tutur Revrison.
Revrison mengatakan, setelah melihat tim ekonomi pasangan SBY-Boediono, tim
ekonomi JK-Wiranto dan Mega-Prabowo juga mesti dilihat lebih dalam lagi. Apakah
tim ekonomi kedua pasangan ini juga akan punya kepekaan untuk merespon krisis
saat ini dengan tetap menjunjung konstitusi.
"Kita lalu liat tim ekonomi ekonomi yang lain, sejauh mana tim ekonomi yang
berkumpul di JK-Win dan Mega-Pro itu mempunyai kesempatan untuk berpikir
berdasarkan konstitusi termasuk dalam merespon krisis yang terjadi sekarang,"
katanya.
Lebih lanjut, Revrison juga menegaskan kalau mazhab pemikiran tidaklah didasari
oleh seseorang itu sederhana atau tidak. Tapi dilihat dari kebijakan yang
diambilnya.
"Saya kira saya khawatir, jangan-jangan kalau kita bertemu Milton Friedman,
bapaknya neolib di Chicago itu jangan-jangan lebih sederhana lagi. Jadi jangan
itu dong yang jadi ukuran. Tidak bisa," terangnya.
Menurut Revrison, krisis regional yang terjadi tahun 1998 hingga krisis yang
terjadi di Amerika dewasa ini disebabkan oleh liberalisasi. Dampak liberalisasi
bukan hanya bisa memporakporandakan Indonesia, bahkan negara sedigdaya Amerika
Serikat (AS), menurut Revrison bisa babak belur.
"Sejauh ini belum ada yang meng-addres krisis itu, apalagi mencoba untuk
menarik hikmah, dari krisis demi krisis kemudian mengkaji dan kembali ke
konstitusi," ucapnya.
[Non-text portions of this message have been removed]