Assalamualaikum
Wr Wb

 

Bissmillahirrohmaanirrohiim

 

Siang itu hari ahad tanggal 31 Mei 2009, semua permainan
dan seluruh kegiatan yang kami laksanakan sejak pukul 09.00 dalam acara Bakti
Sosial di sekolah alam bantar gebang bekasi, kami hentikan, semua baik peserta
lomba permainan anak anak baik tingkat PAUD maupun tingkat SD dan SMP, terhenti
sejenak untuk makan siang bersama, dan selesai makan siang bersama kami
lanjutkan shalat dzuhur berjamaah.

 

Yang membuat saya kagum sekaligus senyum terpendam melihat
semua tingkah para mentor yang hampir semua para panitia dari keluarga besar
tahajjud call, dan terhadap anak anak siswa siswi sekolah alam bantar gebang,
karena anak anak siswa siswi sekolah alam bantar gebang telah didandani dengan
busana seragam sekolah kaos merah bergaris putih, ditambah topi berwarna biru,
serta bagi siswa putri ditambah rok panjang dan jilbab berwarna putih, menambah
keindahan dan khas tersendiri serta sangat kontras dan sangat identik dengan
nama sekolah alam tunas mulia.

 

Baik para mentor maupun siswa siswi sekolah alam, pada
hari itu sungguh sangat bahagia dan sangat berkesan di benak masing masing,
sang mentor yang berkemungkinan terbiasa dengan cara makan yang, bila kita
pernah mendengar dan melihat ditayangan tv swasta orang orang Eropa menyebutkan
“Table Manner” saya sendiri tidak tahu persis apa artinya, yang saya tahu
adalah cara makan diatas meja yang dilapisi taplak putih bersih, dengan
berbagai macam tempat dan alat makan ekslusif diatasnya, serta berbagai macam
sendok, garpu, pisau pemotong daging, sapu tangan serta masih banyak peralatan
makan lainnya yang telah tertata rapi dan didesain sedemikian rupa hingga
terlihat sangat apik dan rapih, belum lagi dengan menu makanan dari berbagai
resep masakan, yang sudah disiapkan dan disajikan sedemikian mewah dan indah. 

 

Tapi hari ahad 31 mei 2009, sangat jauh berbeda, sengaja
dibuat dan diatur sedemikian rupa sehingga ada perbedaan antara para mentor,
seluruh panitia bakti sosial sekolah alam bantar gebang, dengan para siswa siswi
sekolah alam tunas mulia, bantar gebang bekasi, mereka sama sama antri
dilapangan terbuka, tapi beda meja antrian, seluruh siswa maupun siswi sekolah
alam bantar gebang pada meja satu yang berisi tumpukan box makan paket hokben,
dan para antrian siswa siswi sekolah alam, mendapatkan makanan 1 box paket
makan siang dari hokben, dan selembar korang bekas, semantara para mentor dan
seluruh panitia baksos tahajjud call, pada antrian dimeja yang lain dengan
mendapat 1 box kardus amat sangat sederhana dan tidak mendapat selembar Koran.

 

Setelah semua baik para siswa dan siswi sekolah alam
bantar gebang mendapat satu box paket makan hokben dan selembar Koran, para
mentor yang sudah mendapat satu box makan yang amat sangat sederhana itu,
memerintahkan agar semua Koran yang sudah ditangan para siswa siswi, agar
digelar dihalaman sekolah alam dibawah pohon rindang, dan semua murid murid
sekolah alam tersebut dipersilahkan duduk serta diatur sedemikian rupa hingga
membentuk kelompok sesuai kelompok bermainnya yang berisikan rata rata 10 orang
siswa, setelah itu para mentor mempersilahkan membuka dan menuntun dengan doa
makan dengan diucapkan bersama sama.

 

Setelah semua mulai makan baru sang mentor harus mendekat
dan makan bersama sama dengan murid murid sekolah alam sesuai kelompok masing
masing, dan Subhannalloh, karena mentor tidak dapat Koran maka sang mentor
harus duduk di tanah, belum lagi ketika dibuka box jatah makan siang para
mentor isinya sangat berbeda dengan box paket hokben yang hanya diperuntukan
khusus bagi seluruh siswa siswi sekolah alam tunas mulia.

 

Paket makan siang kusus baik para undangan maupun para
guru guru relawan sekolah alam tunas mulia bantar gebang, juga termasuk satu
regu anggota samapta Polsek Metro Bantar Gebang dan seluruh panita Baksos
sekolah alam bantar gebang siang itu sengaja dibuat sama agar merasakan betapa
nikmatnya kebersamaan makan hanya dengan nasi putih ukuran setengah porsi,
berlaukan sambal dan sepotong kecil daging alot, satu buah jeruk, bersendok
plastik.

 

Sementara seluruh siswa siswi sekolah alam bantar gebang
makan dengan paket hokben yang berisikan sepotong daging ukuran sedang, 4
potong kornet goreng, satu bungkus steak kentang, saus dan jeruk serta sumpit.

 

Ketika sang mentor hendak nyuap belum sampai mulut, sang
murid bertanya, ibu…, ini makannnya bagaimana sih…??, yang kebetulan sang
mentor selain mas Iqro, semua akhwat dari tahajjud call , terpaksa sang mentor
berhenti sejenak membantu mengajarkan cara makan dengan menggunakan sumpit,
berbagai macam cara mereka para murid murid sekolah alam bantar gebang yang
memang berasal dari kaum duafa yang kesehariannya hanya berprofesi sebagai
pemulung TPA Bantar gebang bekasi, ada yang memegang sumpit dengan kedua belah
tangannya, ada yang hanya satu sumpit saja, bahkan ternyata hampir semua lebih
nyaman makan pakai tangan, melihat hal demikian sang mentor memerintahkan agar
terlebih dahulu cuci tangan.

 

Salah seorang siswi sekolah alam bantar gebang
melaksanakan anjuran sang mentor agar cuci tangan, dia berlari larian kecil 
karena
memang tampat cuci tangan agak jauh, setelah tiba di tempatnya kembali ternyata
dagingnya telah hilang, dengan kasus tersebut, maka seluruh siswa siswi sekolah
alam bantar gebang enggan cuci tangan, dan hampir seluruh siswa dan siswi
sekolah alam bantar gebang makan dengan berbagai cara, Subhannalloh sungguh
sangat mengesankan dan terpaksa kami para panitia menahan tertawa dan menahan
senyum. 

 

Ahad 31 Mei 2009 Itulah salah satu peristiwa yang sulit
kami lupakan dibenak kami masing masing seluruh panitia baksos sekolah alam
bantar gebang bekasi, Alloh telah mengizinkan mempertemukan kami dan memberikan
cerita serta pengalaman lain yang sangat indah dan mengesankan. 




Semoga pengalaman yang kami alami dapat menjadikan nasehat
agar kami seluruh panitia dan kita semua terhindar dari sombong.

 

 “Tuhan kamu adalah
Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati
mereka mengingkari (keesaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang
yang sombong”.

 

“Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui
apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang sombong.” QS. An-Nahl (16) ayat 22-23.

 

 

 

Wassalam

 

 

 

Mujiarto Karuk




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke