Awas Bahaya Laten Memilih SBY.
Bergabunglah Dengan Gerakan ini .....
Gerakan untuk menyelamatkan Negara.
SBY cukup sekali.
Terbukti tidak direstui Oleh yang Maha Kuasa.
Bencana Selalu Menimpa Rakyat yang tidak berdosa....
Karena Pemimpin yang tidak direstui Oleh Yang Kuasa
Jika ingin Negara Hancur silahkan "Lanjutkan"
Jika Ingin Negara damai cukup sampai disini...
Biarkan yang direstui Tuhan Yang Maha Esa yang jadi Pemimpin NKRI.
Jangan Biarkan Tukang Iklan memimpin Negeri ini.....

  ----- Original Message ----- 
  From: Robert Sianturi 
  To: Komnas HAM ; kmpb ismoyo ; Kompas Jatim ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; [email protected] 
; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; KP-PRP1 ; [email protected] ; KUNCUNG 
KUNCUNG ; [email protected] ; [email protected] ; 
[email protected] ; KJPL lingkungan 
  Sent: Sunday, June 14, 2009 7:52 PM
  Subject: [kmnu2000] langsung pilih SBY-Boediono, utk cegah org bermasalah jd 
pemimpin





  Untuk mencegah tampilnya orang2 yang membawa paham atheis, maupun orang2 yg 
bermasalah....

  Maka Pilpres cukup satu putaran 

  dimana seluruh rakyat harus langsung pilih SBY-Boediono

  Siapa yang pilih calon lain.. tidak berhak menikmati pembangunan

  tidak berhak hidup di Indonesia

  __________________________________________________

  From: Hery Wardono <[email protected]>

  Subyek: Awas Komunisme: Media Indonesia dkk perlu diperingatkan/ diberi 
pelajaran

  Saya kira orang2 yg mengkritik kebijakan yg pro rakyat dengan
  memberikan kesejahteraan pada rakyat yg dilaksanakan oleh pak SBY,
  seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai) ataupun gaji ke 13 untuk pegawai
  negara yang dilaksanakan pada bulan juni 2009 ini untuk memperkuat daya
  tahan masyarakat menghadapi krisis dunia, itu PERLU DIWASPADAI. Karena
  hanya paham komunis saja yang tidak suka rakyat makmur. Mereka manya
  rakyat ini susah, agar ideologi mereka dapat tumbuh subur di bumi
  Indonesia. Jangan2 memang mereka yg mengkritik pak SBY ini memang ber
  paham komunis..

  _____________________________________

  From: Arda Netadji PW <[email protected]>

  Subyek: Media Indonesia dkk perlu diperingatkan/ diberi pelajaran

  Saya kira, Media Indonesia dkk (termasuk juga media
  massa yang lain
  yang masih main2) perlu ditegur atau kalau perlu diperingatkan, karena
  berita semacam ini termasuk berita yang menyakiti hati rakyat dan
  mencemarkan nama baik pemerintah..

  Sudah boleh terbitkan koran dengan oplah cukup banyak, dan tidak ada
  hambatan dari pemerintah seperti masa orde baru  kok masih memberitakan
  hal yang bisa menyesatkan rakyat..

  untuk itu pemerintah perlu memperingatkan dan kalau masih berulah kalau perlu 
izinnya dicabut...

  masyarakat diharapkan tidak membeli dan diharap kampanye serta
  melakukan tindakan yang dianggap perlu, agar Koran Media Indonesia
  (maupun media massa yang lain yang masih main2) tidak dapat beredar di
  masyarakat..

  Agar Media Indonesia tau rasa bagaimana jika harus berhadapan dengan rakyat..

  Salam

  Arda Netadji Putrawardana

  HP: 08155021064

  _____________

  Media Indonesia 10 Juni 2009

  TERNYATA BLT PAKAI UANG UTANG

  Pernyataan sejumlah pengamat dan LSM
  bahwa dana bantuan langsung tunai (BLT)
  diambilkan dari utang luar negeri ternyata benar.
  Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
  Anwar Nasution mengonfirmasi hal itu, kemarin.

  Seusai menyampaikan hasil pemeriksaan BPK atas
  Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2008 kepada
  DPR, 

  Pada 2008, pemerintah menggelontorkan Rp14,1
  triliun untuk program BLT selama tujuh bulan. Dana itu
  dibagikan kepada 19,1 juta kepala keluarga (KK) dengan
  jumlah bantuan Rp100 ribu per KK setiap bulan.

  Pada kampanye pemilu legislatif lalu, program BLT
  menjadi andalan Partai Demokrat untuk mendulang
  suara. Keberhasilan BLT dianggap sebagai sukses
  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga Ketua
  Dewan Pembina Demokrat, dalam menjalankan
  pemerintahan prorakyat.

  Dalam sebuah kampanyenya Maret lalu SBY membantah
  bahwa BLT dibiayai dengan dana utang. “Tidak
  benar BLT itu menghambur-hamburkan uang negara.

  Bukan pula dengan jual aset, bukan dengan privatisasi.

  Salah kalau mengatakan BLT dari utang.”
  Kendati membantah BLT dari utang, Kementerian
  Koordinator Bidang Kesra mengakui bahwa Program
  Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri
  dibiayai dari utang Bank Dunia. Padahal, BLT termasuk
  kelompok (cluster) pertama PNPM.

  Menurut Anwar Nasution, omong kosong bisa membiayai
  belanja tanpa utang jika penerimaan pajak tidak
  naik. Apalagi, saat ini potensi ekspor turun karena krisis
  ekonomi global. “Akan semakin banyak orang yang
  beradadi bawah garis kemiskinan. Ini akan menambah
  beban BLT, padahal BLT pun dengan utang.”
  Masalahnya, strategi utang pun berubah menjadi
  sangat memberatkan. Pada saat Orde Baru, utang luar
  negeri dilakukan dengan meminjam secara langsung
  dari kreditur, seperti CGI dan IMF, dengan persyaratan
  lunak dan bunga hanya 4%-6%. Kini, strategi utang
  berubah menjadi melalui pasar dengan menerbitkan surat
  utang negara yang bunganya mencapai 12%-13%.

  Dengan banyaknya program dan dana penanggulangan
  kemiskinan, lanjut Wahyu, seharusnya angka
  kemiskinan bisa turun antara 5%-6%. “Faktanya, kemiskinan
  hanya turun sekitar 1%. Padahal, beban utang
  kita hingga 2014 makin berat karena banyak utang
  jatuh tempo. Ini akan mengancam target pembangunan
  milenium pada 2015.” (X-10)
  [email protected]


  Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke