DPT Pilpres di Jatim Kembali Dicurigai Rabu, 17 Juni 2009 | 11:45 WIB SURABAYA – Partai-partai tampaknya mulai gerah dengan sikap tertutup yang ditunjukkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim. Mereka pun mulai ancang-ancang melayangkan sikap keras terhadap proses persiapan pelaksanaan pilpres.
Tim Pemenangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro) mengancam melayangkan somasi pada KPU Jatim. Alasannya, surat permintaan agar DPT tersebut dibagikan tak pernah digubris. Ketua Tim Pemenangan Mega-Pro Jatim, Suhandoyo mengatakan pihaknya sudah melayangkan dua surat kepada KPU Jatim. Isinya untuk meminta salinan soft copy DPT pilpres. Pihaknya berencana untuk mengirimkan surat permintaan lagi ke KPU Jatim mengenai DPT tersebut. ’’Kalau tidak digubris, terpaksa kami layangkan somasi,’’ katanya, Senin (15/6) sore. Memang KPU Jatim tidak memiliki kewajiban untuk memberi soft copy pada parpol peserta pemilu. Hal ini berbeda dengan pileg lalu yang mana DPT ini diserahkan pada parpol. Tetapi dia mengingatkan jika tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa KPU dilarang menyerahkan salinan DPT pada peserta pemilu atau yang membutuhkannya. ’’Kalau sikapnya tidak kooperatif seperti ini maka akan jadi pembelajaran politik yang tidak baik bagi masyarakat. DPT kan informasi publik yang boleh diakses siapapun,’’ tegasnya. Dia mengatakan DPT menjadi sangat krusial karena pada pileg lalu, ini menimbulkan polemik di masyarakat. Belakangan diketahui banyak pemilih ganda, Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda, sampai pemilih dibawah umur. Ditanya kemungkinan adanya penyelewengan lagi, Suhandoyo enggan menebak dan memilih untuk menunggu salinan dari KPU Jatim. ’’Setelah itu akan kami teliti dulu DPT tersebut baru bisa tahu hasilnya,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua DPW Partai Patriot Jatim La Nyalla Matalitti memprediksi dengan proses pemutakhiran data pemilih pilpres seperti ini, kemungkinan pelaksanaan pilpres juga akan kacau. Apalagi, KPU Jatim menunjukkan sikap tertutup tiap kali dimintai data soal pemilih. ’’Memang tidak ada kewajiban (memberi DPT) tetapi seharusnya dikasih. Karena kalau tidak pasti rame dan jadi chaos,’’ katanya. Dia curiga dengan keengganan KPU Jatim menyerahkan soft copy DPT kepada peserta pemilu. La Nyalla pun mengendus adanya upaya memanipulasi data. Dia mengaku sudah punya temuan namun tidak mau mengungkap dengan alasan menunggu salinan DPT. ’’Bagi dulu salinannya baru saya beber satu per satu,’’ tantangnya. Sementara itu, anggota KPU Jatim Arief Budiman mengatakan sebelumnya pihaknya masih belum konsentrasi untuk mempersiapkan pilpres. Pasalnya, KPU Jatim masih disibukkan dengan proses fit and proper test 38 anggota KPU kabupaten/kota yang baru. ’’Setelah kemarin sudah pelantikan baru kami akan lebih fokus ke pilpres,’’ ujarnya. KPU Jatim sendiri sudah mendapatkan surat suara dari KPU Pusat dan langsung mendistribusikannya. Daerah yang sudah mendapat surat suara tersebut adalah Probolinggo, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Gresik, Lamongan, Bangkalan. Pamekasan, Sampang dan Sumenep juga sudah mendapatkan distribusi surat suara. Ketua KPU Jatim Nikmatul Hidayati mengatakan untuk masalah surat suara dipegang langsung oleh KPU Pusat. Sedangkan KPU Jatim saat ini tengah melakukan tender untuk formulir dan perlengkapan TPS. ’’Untuk surat suara, saya yakin sebelum akhir Juni sudah bisa terdistribusi semua,’’ ujarnya optimis. k2 http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=4bbd2d541d623ec13d37c7a1aa64a903&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b&PHPSESSID=a1976b7e0ec4d3eef0d7413112fee248 [Non-text portions of this message have been removed]
