From: Alex Simanjuntak alsimanjuntak@ yahoo.ca
Date: Friday, June 19, 2009, 2:58 AM









Kamis, 18 Juni 2009 diposting pada kategori KRONIK
2 Juta Data DPT Pilpres Fiktif

SINYALEMEN akan terjadi upaya pencurangan dalam pelaksanaan Pemilu Presiden 
(Pilpres) 2009 makin menguat. Indikasinya, saat ini ditemukan sedikitnya 2 juta 
nama atau data-data dalam daftar pemilih tetap (DPT) tidak sesuai dengan yang 
sebenarnya alias fiktif.
Indikasi akan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan pilpres ini diungkap La 
Nyalla Mataliti, Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur dalam siaran pers-nya 
kepada wartawan di kantor DPW Partai Patriot, Kamis (18/6). Menurut dia, data 
sementara yang masuk, ada sekitar 2.160.031 kasus NIK ganda di seluruh Jatim. 

Pola penyimpangan, jelas Nyalla, ada empat. Yakni pertama, NIK sama, nama dan 
TPS beda, kedua NIK dan nama sama, TPS beda, ketiga NIK, nama dan TPS sama tapi 
nomer urut beda, dan keempat NIK sama, nama, TPS dan nomer urut beda. 

DPT Pilpres, kata Nyalla, merupakan instrumen utama yang menjadi dasar 
pelaksanaan pilpres. Oleh karena itu, jika DPT tidak terbuka bagi publik, maka 
tidak dapat disalahkan jika ada pihak yang menyangsikan kejujuran dan keadilan 
dalam Pilpres 2009. 

Pilkada Jatim, lanjut Nyalla, telah membukakan mata, pikiran dan hati 
masyarakat yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi. "Bahwa, instrumen 
DPT ternyata dapat dijadikan salah satu alat memenangkan calon tertentu yang 
dikehendaki, " jelas Nyalla, yang dalam Pilpres 2009 ini sudah mendeklarasikan 
diri Partai Patriot se-Jatim mendukung pasangan Mega-Prabowo. 

Pihaknya perlu mengungkap temuan tersebut ke masyarakat, karena hal ini terkait 
dengan kepentingan mereka, yakni untuk mendapatkan hak-hak politik yang sama 
bagi setiap konstituen. "Jangan sampai ada konstituen hak politiknya 
disalahgunakan untuk kepentingan yang menyimpang dari etika dan sopan santun 
politik," katanya. 

Saat ini, tambah dia, masih ada waktu bagi KPU untuk memperbaiki DPT. Dengan 
demikian, pelaksanaan Pilpres 2009 berjalan jujur, adil dan bermartabat. (pri) 



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke