BLT dari Utang, Kampanye SBY Dibantu Bank Dunia Jakarta, RMOL. Biaya kampanye SBY-Boediono didanai oleh Bank Dunia lewat utang-utang luar negeri yang dimanfaatkan sebagai operasional Bantuan Langsung Tunai (BLT), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Demikian ekonom top Indonesia, DR Rizal Ramli, dalam dialog publik bertajuk “Kenapa Indonesia Perlu Jalan Baru Ekonomi?” yang dihadiri profesor ilmu politik dari Northwestern University Jeffrey Winters, dekan Fulbrigh Economics Teaching Program Jonathan Pincus dan Direktur Eksekutif Econit Advisory Hendri Saparini, di Hotel Mulia, Jalan Asia Afrika, Jakarta, siang ini (Rabu, 17/6). Pernyataan Rizal itu berdasarkan pengakuan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, Anwar Nasution, yang mengatakan dana BLT diambil dari utang luar negeri. ”Berarti Bank Dunia dan negara-negara asing yang berkepentingan, membiayai kampanye SBY,” lanjut Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia (KBI) itu. Program-program pengentasan kemiskinan yang menjadi kebangaan incumbent itu, disebut Rizal seperti “tensoplast” yang memberikan kesembuhan sementara. Sementara, kemiskinan itu sendiri tidak diobati dan tidak dicegah untuk timbul lagi. Karena, dalam pendapatnya, upaya pengentasan kemiskinan harus dimulai dari pembukaan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. “SBY adalah good boy yang bisa dimanfaatkan negara-negara neoliberal. Mereka ingin Indonesia dapat menjadi tempat mengambil bahan mentah saja,” ucap mantan capres dari Blok Perubahan itu, di hadapan sekitar 300 hadirin. [ald]
http://www.rakyatmerdeka.co.id/indexframe.php?url=situsberita/index.php?pilih=lihat_edisi_website&id=76460 [Non-text portions of this message have been removed]
