--- On Sun, 7/5/09, bungaran <[email protected]> wrote:

From: bungaran <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY bermental priyayi dan pemuja klenik
To: [email protected]
Date: Sunday, July 5, 2009, 9:56 PM





SBY bermental priyayi dan pemuja klenik


Sejak dulu, SBY dikenal sebagai priyayi yang tak pernah berkeringat. Selain 
punya sifat peragu yang tak mampu mengambil keputusan, ia maunya terima bersih 
dan semuanya ingin terima jadi tanpa berani mengambil resiko. Setiap langkah 
diayunkan dengan hati-hati. Setiap kata yang meluncur diukur untuk menciptakan 
citra sebagai manusia sempurna. Padahal, semua itu dilakukannya untuk menutupi 
kelemahan diri dalam mengambil keputusan. Sungguh, SBY tak punya jiwa
kepemimpinan.

Langkah, gaya bicara, gerak tubuh (gesture), bahasa tubuh (body language) telah 
diatur sedemikian rupa menjadi sebuah kepalsuan. Ia pun bukanlah seorang yang 
punya iman (faith). Hal ini diperlukan SBY untuk menutupi jati diri yang 
sebenarnya: ia adalah seorang pemuja KLENIK, menghamba pada dukun, benda-benda 
keramat dan ritual yang syirik.

Seorang bekas kolega satu angkatan dan pernah tugas sama-sama di Timor Timur, 
menyatakan bahwa SBY jarang memutuskan langkah secara tegas layaknya seorang 
komandan lapangan. Ia seperti seorang pengamat saja.

Padahal, dalam situasi pertempuran, sikap tegas dan percaya diri menghadapi 
musuh itu penting. Ia juga dianggap berperilaku seperti priyayi, ingin dilayani 
dan semua orang harus ikut kemauannya tanpa dasar yang jelas. Belakangan baru 
diketahui bahwa dasar tindakan SBY adalah klenik atau kepercayaan yang 
didasarkan pada perdukunan dan hal-hal yang berbau animisme dinamisme.

Ada dua contoh tindakan SBY di lapangan yang dinilai ragu-ragu, bermental 
priyayi dan klenik itu. Pertama, saat ia memimpin sebuah kompi yang akan 
mengepung basis gerakan Falintil (pasukan anti integrasi yang melawan TNI) di 
Timor Timur. Kompi lain dipimpin Kapten Endriartono Sutarto dan Kapten Suaidi 
Marasabessy sudah masuk kancah pertempuran, namun kompi pimpinan SBY terus 
menunggu dan menunggu, tidak maju-maju. Ia menghitung saat itu kurang untuk
melakukan pertempuran. Belakangan baru diketahui bahwa perhitungan SBY bukanlah 
perhitungan rasional, ia ternyata selalu memakai primbon Jawa. Seorang 
pensiunan perwira tinggi mengatakan, SBY selalu berpedoman pada nogodino (hari 
yang paling baik). Segala sesuatunya dikaitkan dengan nogodino, padahal 
seringkali yang
namanya pertempuran terjadi dadakan, tak direncanakan.

Contoh kedua adalah ketika bersama Batalyon 744 yang dipimpinnya, SBY 
ditugaskan menyerbu kubu Fretilin di Aituha kompleks, Ainaro. Selain Batalyon 
744, yang diperintahkan menyerbu juga Batalyon 330 pimpinan Mayor Djamari 
Chaniago, Batalyon 303 pimpinan Mayor Kivlan Zen dan Batalyon 745 pimpinan 
Mayor Willem da Costa. Tapi, ketika mereka diperintahkan menyerbu, pasukan di 
bawah SBY, Batalyon 744, tidak segera melaksanakan perintah itu. Anak buah SBY 
gelisah,
karena Batalyon lain sudah bergerak dan sudah kontak senjata dengan pasukan 
musuh. Lagi-lagi, SBY menganggap saatnya belum tepat karena nogodino tadi.

Akibat kurangnya dukungan dari pasukan SBY, beberapa prajurit dari batalyon 
lain tewas menjadi korban Falintil. Atas peristiwa itu, SBY dimarahi oleh 
Komandan Korem Wiradharma, Kolonel Yunus Yosfiah.

Belakangan SBY juga dianggap terlalu lembek kepada anak buahnya sehingga sempat 
terjadi pemberontakan sejumlah bintara di batalyon itu. Karena dianggap kurang 
berhasil memimpin batalyon (pasukan), SBY lalu ditarik menjadi Perwira pembantu 
muda operasi di Kodam Udayana sampai kemudian belajar di Seskoad (Sekolah Staf
Komando Angkatan Darat). "Sebenarnya dia dibuang," kata Yunus Yosfiah.

Dengan modal SBY, PD dapat didongkrak perolehan suaranya menjadi lebih dari 7%. 
Perilaku klenik SBY ternyata bukan berkurang, justru makin gencar.

Selain rekayasa opini yang luar biasa termasuk polling yang menguntungkan SBY, 
juga dikerahkan dukun-dukun.

Pengamat militer MT Arifin pernah mengatakan bahwa calon presiden SBY
mengerahkan 982 jaringan paranormal untuk membantu partainya memperoleh suara. 
"Saya melihat pada malam pencoblosan, para paranormal itu berkonsentrasi di 
lima kota yakni Banten, Jakarta, Bogor, Pacitan dan Jombang, selain kota-kota 
di luar
Pulau Jawa," kata Arifin.
Menurut Arifin, ratusan paranormal dikerahkan untuk mempengaruhi pemilih agar 
memilih partai SBY. "Mereka membentuk persepsi bahwa partai itu adalah yang 
terbaik." Selain itu, SBY sendiri memanfaatkan jasa jin untuk menjaga 
keselamatannya. "Dia dikawal satu jin. Saya tidak tahu, dia dapat darimana," 
kata Arifin. Ritual lain yang dilakukan SBY adalah puasa mutih, ngebleng dan 
mandi kungkum.

SBY didukung beberapa orang penasehatnya seperti Pitut Suharto, juga gencar 
berburu tosan aji, benda pusaka berupa keris, tombak dan pedang kuno. Baru-baru 
ini ia berhasil mendapatkan benda pusaka peninggalan dari zaman Majapahit yang 
dibelinya ratusan juta. Karena berani mengkritik dan membongkar perilaku klenik 
SBY, pengamat militer MT Arifin berkali-kali diserang para dukun SBY dengan
santet dan ilmu gaibnya. Dengan banyak zikir dan doa-doa dari Al Qur'an, 
akhirnya MT Arifin berhasil disembuhkan dan malah menyerang balik dukun-dukun 
SBY.

Majalah Sabili No. 21 th. XI 7 Mei 2004/17 Rabiul Awal 1425 menulis laporan 
utama tentang KLENIK SBY. Tanpa sungkan, tim SBY misalnya meminta paranormal 
Edi Sudiran ikut mengerahkan makhluk halus memenangkan PD dengan imbalan yang 
bersangkuran jadi angora DPR. Edi setuju dan ia melakukan ritual patek wali, 
patek nabi atau patek jin, yakni meditasi meminta bantuan jin.

SBY juga sangat fanatik dengan angka 9. Partai Demokrat dideklarasikan tanggal 
9 bulan 9 (September) 2001. Deklarasi ini memang disesuaikan dengan ulang tahun 
SBY, tanggal 9 bulan 9, 1949. Saat partai berdiri, tim perumus berjumlah 9 
orang termasuk SBY.

Saat ditandatangani, pendiri partai berjumlah 99 orang. Saat didaftarkan ke 
notaries, partai ini juga dapat nomor 9. Dalam lembaran Depkeh HAM, PD masuk 
dengan nomor 81 (8+1=9). Lebih hebat lagi, saat pengundian nomor urut parpol di 
KPU, para dukun dan jin dikerahkan agar mendapatkan nomor 9. Entah kebetulan 
atau memang dukun-dukun nya yang hebat, PD berhasil memperoleh nomor urut 9.
Yang jelas, pada saat bersamaan, ada 9 dukun yang dikerahkan di Kantor Partai 
Demokrat.

Perilaku klenik SBY ini sudah diperingatkan oleh beberapa ulama dan kyai, salah 
satunya KH Abdullah Syukri Zarkasy, pemimpin Pondok Pesantren Modern Gontor, 
Ponorogo. Ketika SBY berkunjung ke Gontor, 11 Mei 2004, KH Abdullah Syukri di 
atas mimbar silaturahmi yang dihadiri ratusan peserta mengingatkan, "Jika 
seluruh dunia ingin memanfaatkan kita, maka tidak akan bisa kecuali seizin 
Allah. Dan kalau seluruh dunia ini ingin menjatuhkan kita, tidak bisa kecuali
seizin Allah." Namun ia mengingatkan bahwa ada satu syarat untuk mendapatkan 
izin Allah, yakni tak boleh berbuat syirik. "Pemimpin bangsa harus menghindar 
jauh-jauh dari klenik, dukun, mistik dan semacamnya," kata sang Kyai dengan 
tegas. "Ini soal aqidah, soal kepercayaan terhadap Allah.

" Akankah Anda rela kita dipimpin oleh Presiden yang sangat percaya dan pemuja 
klenik?!?!

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke