Indonesia Tak Campur Tangan Soal Muslim Uighur
Senin, 13 Juli 2009 05:06

Beijing, NU Online
Indonesia tidak ingin dan pernah campur tangan dalam kerusuhan yang terjadi 
di Xinjiang, China barat laut, sekalipun mayoritas penduduk di wilayah itu 
adalah beragama Islam, kata Dubes RI untuk China Sudrajat seperti dilansir 
Antara.

"Apa yang terjadi di Xinjiang adalah urusan dalam negeri China dan kita 
menghormati kedaulatannya dan tidak akan campur tangan masalah itu," kata 
Dubes Sudrajat di Beijing, Ahad (12/7).

Hal tersebut dikemukakan menanggapi terjadinya kerusuhan di Xinjiang, sebuah 
wilayah yang terletak di China barat laut yang penduduk mayoritas asli 
Uighur beragama Islam.

Sudrajat berharap dan yakin China akan bisa mengatasi kerusuhan yang terjadi 
di Xinjiang dengan aturan dan hukum yang berlaku di China sehingga masalah 
bisa segera diseleaikan dan kehidupan sosial dan pembangunan berjalan 
normal.

Ditegaskan bahwa Indonesia sejak dahulu berprinsip untuk tidak mencampuri 
urusan dalam negeri China, baik itu masalah separatisme yang terjadi di 
Xinjiang, di Tibet maupun Taiwan.

"Kita konsisten untuk tidak ikut-ikutan maupun campur tangan dalam setiap 
masalah yang terjadi di China. Kita hormati China sebagai negara yang 
berdaulat," katanya.

Demikian pula China, katas Dubes, mereka tidak pernah campur tangan dan 
ikut-ikutan dalam masalah separatisme yang terjadi di beberapa daerah di 
Indonesia.

"Telah ada kesepakatan dari kedua negara bahwa kita sama-sama menghormati 
kedaulatan negara dan tidak campur tangan. Termasuk juga soal Xinjiang, kita 
tidak ingin campur tangan," tegas Sudrajat.

Dalam setiap peristiwa separatisme di China, posisi Indonesia selalu 
mendukung kebijakan pemerintah China dalam menyelesaikan masalah dengan baik 
dan percaya akan bisa diselesaikan.

Demikian pula untuk soal Taiwan, kata Sudrajat, Indonesia tetap tegas 
menganut kebijakan Satu China (One China Policy).

Dubes Sudrajat menggambarkan bahwa hubungan diplomatik RI-China saat ini 
dalam posisi yang sangat baik, dimana para pejabat tinggi negara kedua 
negara intens melakukan berbagai komunikasi dan kerjasama berbagai bidang.

Pertemuan tingkat tinggi pejabat kedua negara dilakukan pada 1 Juli ketika 
Menlu Hassan Wirajuda dan Menlu Jiang Jiechi di Beijing menandatangani 
kerjasama naskah ekstradisi kedua negara yang merupakan tindak lanjut 
Kerjasama Strategis RI-Rhina yang ditandatangani kedua presiden di Jakarta 
2005. (ant/nur) 



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke