Kitab Sirajut Thalibin Dibajak Senin, 13 Juli 2009 13:43 Jakarta, *NU Online *Salah satu kitab kuning karya ulama besar Nusantara Syekh KH Ihsan bin Dahlan dari Jampes Kediri, Sirajut Thalibin, dibajak oleh penerbit Darul Kutub Al-Ilmiyah Beirut, Lebanon. Nama pengarangnya diganti syekh Ahmad Zaini Dahlan Al-Hasani Al-Hasyimi.
Penggantian nama pengarang ini kemungkinan karena kesalahan dari penerbit. Namun bisa jadi disengaja karena nama pengarang di dalam halaman pengantar kitab ini juga diganti. Tidak hanya itu, sambutan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syeikh KH Hasyim Asary dalam kitab asalnya dibuang. Sementara keseluruhan isi kitab dua jilid itu sama persis. Pembacakan telah terjadi sejak 2006 yang lalu dan baru diketahui setelah kitab ini tersebar di Indonesia. Informasi pembacakan ini diperoleh dari salah seorang alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Forum Mahasiswa Alumni Lirboyo (Formal) di Jakarta juga telah melakukan pengecekan ulang, dan ternyata memang terjadi pembajakan karya di bidang tasawuf yang sudah mendunia ini. *NU Online* telah membandingkan kitab terbitan Darul Kutub Al-Ilmiyah dengan kitab asal yang diterbitkan oleh Darul Fiqr yang juga di Beirut Lebanon. Nama Syekh Ihsan bin Dahlan Al-Kadiri atau di kalangan pesantren lebih dikenal dengan Syekh Ihsan Jampes diganti dengan Syekh Zaini Dahlan. Dalam halaman pengantar, nama Syeih Ihsan Jampes di paragraf kedua diganti dengan Syekh Zaini Dahlan, dan penerbit menambahkan tiga halaman berisi biografi Syekh Zaini Dahlan yang wafat pada 1941, masih satu generasi dengan Syeh Ihsan Jampes yang wafat pada 1952. Sementara keseluruhan isi dalam pengantar itu, bahkan keseluruhan isi kitab dua jilid itu sama persis dengan kitab asal. Penerbit juga membuang *taqaridh* atau semacam pengantar dari Syekh KH Hasyim Asyary Jombang dan Syekh KH Abdur rahman bin Abdul Karim Kediri dan Syekh KH Muhammad Yunus Abdullah Kediri. Diduga pembajakan dengan mengganti nama pengarang ini hanya untuk kepentingan pasar. Nama Syekh Zaini Dahlan mungkin lebih dikenal terutama oleh masyarakat arab, kata Abdur Rosyid, pengurus Formal yang juga bekerja di salah saru penerbitan Islam di Jakarta. Di berbagai pondok pesantren di Indonesia nama Syekh Zaini Dahlan pun tidak asing lagi. Syekhi Zaini dahlan terutama dikenal sebagai pengarang Kitab Syarh Jurumiyah, kitab dasar di bidang ilmu nahwu. Kitab Jurumuyah ini hampir pasti dipelajari oleh para santri yang memulai pendidikan di pesantren. Kitab Sirajut Thalibin adalah syarah atau penjelasan dari kitab *Minhajul Abidin* karya Imam Ghazali. Sirajut Thalibin ini sempat mendapatkan pujian luas dari ulama Timur Tengah dan kini menjadi referensi utama para mahasiswa di Mesir dan negara-negara Timur Tengah yang lain. Menurut Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj, kitab ini juga menjadi dikaji di beberapa majelis taklim kamum muslimin di Afrika dan Amerika. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
