NU Jatim Haramkan Pembangunan PLTN, Pilih Energi Bersih
Senin, 13 Juli 2009 14:53

Jakarta, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) menetapkan bahwa 
pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) adalah "Haram".

Keputusan ini sebagai tanggapan kepada Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) 
yang sudah berencana akan membangun reaktor nuklir di Pulau Madura, kata 
juru kampanye Greenpeace Asia Tenggara Tessa de Ryck di Jakarta, Ahad.

Dia mengatakan, fatwa serupa pernah ditetapkan NU Jepara awal September 
2007, karena dinilai akan beresiko bahaya kebocoran radioaktif dan limbah 
dari pembangunan reaktor PLTN tersebut.

Sehubungan dengan itu Greenpeace mendesak Presiden Indonesia terpilih pada 
pilpres 2009, bisa mendukung keputusan NU ini sebagai titik untuk 
menghentikan rencana membuang uang pada teknologi mahal dan berbahaya ini.

Pemerintah lebih baik berinvestasi pada pembangunan energi bersih seperti 
geothermal, angin, mikrohidro dan tenaga matahari.

Menurut dia, di seluruh dunia sudah terbukti bahwa industri tenaga nuklir 
mulai mengalami kejatuhan, meski para pelaku industri itu gencar 
mengampanyekan kebangkitan mereka.

Pada kenyataannya industri nuklir masih belum bisa mengatasi masalah yang 
sudah sejak 40 tahun lalu.

Dari 435 reaktor yang kini beroperasi sangat jarang yang dibangun sesuai 
jadwal dan bisa mempertahankan budget yang sudah direncanakan.

Sejak tahun 2008 tidak ada satu pun PLTN baru yang beroperasi, bila 
dibandingkan dengan pembangunan pembangkit tenaga angin yang gencar dibangun 
hingga kapasitas 27 megawatt.

Dalam kampanye April lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah 
mengatakan tidak akan membangun reaktor nuklir selama masih ada alternatif 
yang lebih baik.

Juni 2009 lalu, perusahaan Listrik Negara (PLN) tak melihat masa depan 
nuklir sebagai bagian dari pengembangan energi di Indonesia.

Selanjutnya dia mengatakan, Indonesia mempunyai cadangan energi geothemal 
terbesar di dunia yang belum digunakan, meskipun sudah ada rencana untuk 
menyuplai pada tahun 2014.

Sehubungan dengan itu, Greenpeace mendesak pemerintah untuk meningkatkan 
target energi terbaru, terutama geothemal, angin, matahari dan mikrohidro.

Dengan cara memperbaiki hukum dan regulasi yang selama ini menjadi hambatan 
utama dalam pengembangan energi terbarukan.

Hambatan terhadap pengembangan energi terbaru ini membuat Indonesia masih 
terus bergantung pada energi fosil kotor dan melirik energi nuklir yang 
berbahaya.

"Negara kita masih memafaat sekitar lima persen potensi energi yang ada, 
sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan energi listik nasional," 
katanya.(ant/mad)



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke