Pernyataan Sikap WI atasLedakan Bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta
TANPA disangka banyak kalangan, bom kembali meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta (17/7/09). Sejauh ini, ledakan tersebut sudah menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang, baik dari dalam maupun luar negeri. Hingga kini aparat kepolisian masih bekerja mengumpulkan fakta-fakta dan belum bisa memberikan keterangan pasti tentang siapa pelaku peledakan tersebut. Namun yang jelas, peledakan bom di dua hotel ini dirancang oleh orang atau kelompok yang mempunyai maksud jahat. Meskipun kita belum bisa berspekulasi tentang orang atau kelompok yang melakukan, namun tampaknya ada sekenario untuk membuat kekacauan keamanan di Indonesia pasca pemilu 2009. Kekacauan ini sudah mulai tampak ketika sejumlah orang ditembak mati di lokasi PT. Freeport Papua yang hingga kini polisi juga belum mampu mengungkap pelakunya. Pelaku bom di JW Marriott dan Ritz Carlton ini tampaknya juga ingin memanfaatkan momentum persiapan kedatangan club sepakbola dari Inggris, Manchester United ke Jakarta. Momentum ini tampaknya sengaja dipilih untuk menaikkan dampak internasional pengeboman ini. Atas peristiwa itu, the Wahid Institute menyatakan sikap sebagai berikut: 1. Kami mengutuk sekeras-kerasnya terhadap pelaku pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta. Apapun alasannya, tindakan biadab seperti ini hanya mungkin dilakukan oleh orang yang sudah mati akal budinya. Mereka rela menari di atas darah, air mata dan penderitaan orang lain untuk mengejar impiannya. Orang atau kelompok seperti ini tidak bisa dibiarkan hidup di atas bumi Indonesia. 2. Kami turut simpati dan berduka sedalam-dalamnya kepada semua korban akibat tindakan biadab ini. Semoga keluarga korban yang meninggal diberi ketabahan, dan korban luka-luka bisa cepat sembuh seperti sedia kala. 3. Kami mendorong aparat keamanan untuk bertindak cepat, termasuk kemungkinan membongkar jaringan dan kelompok pelaku pengeboman ini. Aparat keamanan perlu juga mewaspadai kemungkinan adanya grand-skenario pengacauan keamanan dengan menebar teror dimana-mana pasca pemilu 2009 ini. Bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton bukan tidak mungkin ada keterkaitan dengan situasi Papua yang semakin memanas belakangan ini. Siapapun pelakunya, aparat keamanan tidak boleh mundur selangkah pun untuk menghukum mereka. 4. Meskipun Indonesia belum sepenuhnya bebas dari ancaman terorisme berbasis agama, tapi kami mohon kepada semua kalangan untuk tidak cepat-cepat mengeluarkan tuduhan bom JW. Marriott dan Ritz Carlton merupakan aksi yang dilakukan berbasis agama (Islam). Hal ini penting agar kita semua sebagai bangsa tidak kembali terseret pada sikap saling curiga dan memberi stereotype kepada agama (Islam) sebagai agama kekerasan. Jakarta, 17 Juli 2009 RumadiPjs. Direktur Eksekutif the Wahid Institute Jakarta http://wahidinstitute.org/Berita/Detail/?id=41/hl=id/Pernyataan_Sikap_WI_Terhadap_Ledakan_Bom_Di_Hotel_JW_Marriott_Dan_Ritz_Carlton_Jakarta [Non-text portions of this message have been removed]
