http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=80994 [ Sabtu, 18 Juli 2009 ] Presiden SBY ’’Tembak’’ Pihak yang Berpotensi Persoalkan Pilpres
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat pandai memanfaatkan pengeboman Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott ini untuk sekalian ''menembak'' pihak-pihak yang berpotensi mempersoalkan pemilu presiden yang dikatakan punya rencana menduduki secara paksa gedung KPU menjelang penetapan hasil pemilu. Dia juga mengungkapkan rencana adanya gerakan revolusi, membuat Indonesia seperti Iran, dan gerakan agar SBY tidak bisa dilantik sebagai presiden. Pernyataan itu diungkapkan SBY dalam jumpa pers setelah rapat mendadak di Kantor Presiden kemarin (17/7). Bahkan, dalam kalimat yang lain, SBY mengungkapkan kenyataan masih belum dihukumnya orang yang dulu membunuh dan menghilangkan orang. Di satu pihak, dia tidak menuduh secara langsung teror kemarin dilakukan oleh mereka. Namun, pernyataan SBY tersebut sudah pasti sangat ''memojokkan'' dan ''mematikan'' rencana-rencana mereka yang akan mempersoalkan keabsahan pemilu presiden lalu. SBY menyatakan, pengeboman tersebut dilakukan oleh sekelompok teroris. Namun, itu belum tentu dilakukan oleh jaringan yang selama ini dikenal sebagai pelaku rentetan bom sebelumnya. Bahkan, dia membuka informasi intelijen tentang adanya latihan menembak dengan sasaran foto dirinya serta upaya berbuat rusuh pascapilpres. SBY memerintah Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), dan TNI untuk menginvestigasi kemungkinan keterkaitan pengeboman kemarin dengan laporan-laporan intelijen itu. Selama sekitar 23 menit SBY memberikan pernyataan mengenai pengeboman kemarin. Lebih dari 15 menit di antaranya digunakan SBY untuk membeberkan laporan intelijen terkait dengan ancaman setelah pilpres. ''Hari ini adalah titik hitam dalam sejarah kita. Terjadi lagi serangan atau pengeboman yang dilakukan kaum teroris di Jakarta. Teror ini diperkirakan dilakukan oleh kelompok teroris, meskipun belum tentu jaringan terorisme yang kita kenal selama ini,'' ujarnya kepada pers di halaman depan Kantor Presiden, Jakarta, kemarin. SBY menunjukkan foto-foto temuan intelijen yang memperlihatkan adanya kegiatan kelompok teroris. Dalam foto itu, tampak sosok dengan kepala tertutup kain hitam sedang berlatih menembak. Tampak pula foto SBY sebagai sasaran latihan tembak yang terbidik tepat di bawah mata kirinya. ''Ini intelijen. Ada rekaman videonya. Ada gambarnya. Bukan fitnah, bukan isu. Saya mendapatkan laporan ini beberapa saat lalu,'' tegasnya. Semua laporan intelijen itu dikumpulkan terkait dengan Pemilu 2009. Informasi intelijen lainnya adalah upaya melawan hukum terkait hasil pemilu. ''Ada pula rencana untuk pendudukan paksa KPU saat hasil pemungutan suara nanti diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi bila SBY menang. Ini intelijen. Bukan rumor, bukan isu, bukan gosip,'' ujarnya. Menurut Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD), pelaku penembakan foto SBY sudah ditangkap. Menurut dia, gambar itu diambil pada 5 Mei lalu di Kalimantan Timur. Tersangka kini sudah ditangkap dan segera diadili. ''Juga sudah diakui oleh yang bersangkutan menjadikan SBY sebagai target,'' ungkapnya. Dia juga kembali menegaskan bahwa foto yang ditunjukkan SBY itu asli. ''Ini secara yuridis formal dapat dipertanggungjawabkan,'' tegas Kapolri saat jumpa pers di depan Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, kemarin. Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Drs Rudi Pranoto yang dikonfirmasi terkait pelaku penembakan foto SBY di Kaltim itu menjelaskan, pelaku tersebut adalah Abu Zar yang ditangkap anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri, 9 Mei 2009. ''Yang disebutkan Kapolri itu adalah Abu Zar. Dia ditangkap di kawasan Gunung Samarinda, Balikpapan Selatan. Dia ditangkap karena terlibat terorisme dan penyerangan markas Brimob di Desa Loki, Seram Barat, Maluku, 2006,'' jelasnya. Namun, menyangkut latihan menembak dengan sasaran foto SBY tersebut, Rudi menegaskan bahwa Polda Kaltim mengaku pihaknya tidak mengetahui. Soal itu, polisi di daerah tidak dilibatkan lagi. Semua langsung ditangani Mabes Polri. ''Sebab, setelah ditangkap, Abu Zar langsung dibawa ke Mabes Polri. Pengembangan kasus tersebut sepenuhnya dilakukan tim Densus 88 Mabes Polri. Kami tidak tahu tentang keterkaitannya dengan latihan menembak,'' katanya. Disinggung soal kemungkinan pelaksanaan latihan menembak tersebut dilakukan di Kaltim, Rudi membantah. ''Tidak pernah ada latihan menembak seperti itu di Kaltim. Lebih jelasnya, memang Densus 88 atau Mabes Polri yang harus dikonfirmasi karena pengembangan kasusnya di sana,'' ujar mantan Kapolres Malinau itu. Abu Zar alias Kismaninda alias Husain alias Udin, 27, ditangkap karena diduga terlibat penyerangan pos Brimob yang menewaskan lima personel Brimob di Desa Loki, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, 2006. Sebelum ditangkap, dia menyamar sebagai penjaga toko bangunan yang tinggal di RT 27 Kelurahan Gunung Samarinda. Penangkapan Abu Zar berlangsung rahasia dan cepat. Tim Densus dipimpin langsung Komandan Densus 88 Mabes Polri Brigjen Pol Saut Usman Nasution. SBY juga mendapatkan laporan bahwa ada pihak-pihak yang ingin menjadikan Indonesia seperti Iran yang sempat rusuh saat hasil pemilu diumumkan. ''Yang terakhir, ada pernyataan, bagaimanapun, SBY tidak boleh dan tidak bisa dilantik. Saudara bisa menafsirkan apa arti ancaman seperti itu,'' ungkapnya. Tiga jam setelah bom meledak di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, SBY memanggil Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar, serta Panglima TNI Djoko Santoso. Panglima TNI beserta tiga kepala staf angkatan langsung datang dari Magelang. Sekitar satu jam setelah ledakan, SBY sebenarnya dijadwalkan menuju lokasi kejadian. Namun, karena alasan keamanan, peninjauan dibatalkan. Dia menuturkan, TNI sebagai penanggung jawab pengamanan presiden juga telah mengambil langkah yang diperlukan. SBY yakin aparat akan mampu mencari, menangkap, dan mengadili para pelaku, penggerak, serta otak di belakang kekerasan kemarin tanpa memandang status atau latar belakang politik. ''Barangkali ada di antara kita yang pada waktu lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu masih lolos dari jerat hukum. Kali ini, negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita,'' tegasnya. Dia juga memerintah semua aparat hukum untuk menindak tegas dan menghentikan semua tindakan perusakan. ''Saya bersumpah, demi rakyat Indonesia yang sangat saya cintai, negara dan pemerintah akan melaksanakan tindakan yang tegas, tepat, dan benar terhadap pelaku pengeboman ini. Berikut otak dan penggeraknya atau kejahatan-kejahatan lain yang mungkin dapat terjadi di negeri kita sekarang ini,'' katanya. (sof/fal/win/jpnn/iro) ------------------------------------ ______________________________________________________________________ http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
