Anak-anak perlu
diajarkan dan diperlakukan adil. Jika terjadi perbedaan, yakinkan mereka hal
itu hanya berdasarkan kebutuhan yang berbeda, bukan berarti orangtua berlaku
tak adil.


Sikap adil
merupakan salah satu sikap mulia yang perlu diterapkan oleh umat muslim.
Sebagai orangtua, penting untuk berprilaku adil terhadap seluruh anak-anaknya
agar tidak timbul kecemburuan yang menggangu keharmonisan keluarga.


Ketika Allah
mengartikan keadilan, maka Dia akan meniadakan penindasan. Allah telah melarang
penindasan dan ketidakadilan terhadap-Nya. Seperti tertulis dalam firman Allah
mengenai hari kiamat yang berbunyi, "Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi
balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini.
Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya. (QS. al-Mu'min (40) : 17)


Nabi Muhammad
juga berkata, "Wahai hamba-hamba-Ku, Aku haramkan kezaliman terhadap diri-Ku,
dan Aku jadikan kezaliman itu juga haram di antara kamu,maka janganlah 
kamu saling mendzalimi satu sama lain." (Hadis Qudsi, Sahih Muslim 4674).


Keadilan adalah
prasyarat dari ketakwaan. Tak ada seorang pun yang benar-benar takut kepada
Allah tanpa berlaku adil. Seseorang baru bisa dikatakan memiliki keyakinan kuat
jika memiliki tujuan berlaku adil dalam hidupnya terhadap Allah dan sesama
manusia termasuk saat bertransaksi dan jual beli.


Seseorang yang
tidak berlaku adil maka tidak akan dikategorikan sebagai orang beriman. Firman
Allah berbunyi, "Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi
orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi
dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih
dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. al-Mai'dah (5) : 8)


Semua orang tak
terkecuali dengan latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda, percaya
terhadap keadilan. Bahkan orang yang tidak adil dalam kehidupan mereka tertarik
dengan konsep dan merespon positif di hati mereka ketika disebutkan keadilan.
Hal itu karena sebagai manusia memiliki insting kecintaan terhadap rasa adil
yang tetap ada di hati dalam kondisi apa pun.


Tidak ada yang
lebih tak adil ketika orangtua berlaku tidak adil kepada anak-anaknya dalam
memberikan hadiah, kebaikan perilaku dan dukungan yang diberikan.


Seperti
diceritakan dalam sebuah hadis Al-Bukhari dan hadis Muslim, salah seorang
sahabat Nabi Muhammad, Bashir bin Sad pada suatu meminta beliau untuk bertindak
sebagai saksi ketika memberikan hadiah pada salah seorang anak laki-lakinya,
Al-Nu'man. Nabi kemudian bertanya "Apakah kau berikan hadiah yang sama
pada semua anak-anakmu?"

Bashir mengatakan
tidak. Kemudian Muhammad berkata "Aku tidak bisa bertindak sebagai saksi
dari ketidakadilan".


Dalam hadis
tersebut tampak, Nabi Muhammad mengatakan hal itu sebagai ketidakadilan
terhadap anak-anak, yang sebagian diberikan hadiah lebih banyak dibandingkan
anak yang lain.


Para pemuka agama
menanggapi keadilan terhadap anak-anak dengan hati-hati. Mereka memastikan
untuk mencium semua anak-anak ketika datang, tanpa ada satu anak pun
terlewatkan. Sehingga tidak timbul kecemburuan atau iri antara satu anak dan
lainnya. 


Pada akhirnya,
diharapakan dapat terjalin harmoni dalam rumah. Lebih jauh lagi, rasa kasih
sayang itu dapat dirasakan oleh lingkungan sekitarnya.

Orangtua perlu
mendukung satu sama lain dalam menunjukkan rasa adil diantara anak-anak.
Terutama pada anak yang lebih tua kepada anak yang lebih muda. Apalagi kakak
bisa menjadi pengasuh atau pengganti orangtua jika berhalangan atau meninggal
dunia.


Namun yang tak
kalah penting, keadilan bukan berarti pembagian uang yang sama. Kebutuhan
setiap anak harus diukur dengan cermat berdasarkan kebutuhannya.



Contonya, seorang mahasiswa di universitas tentu membutuhkan dukungan keuangan
lebih banyak dibandingkan adiknya yang masih di sekolah menengah atas. Demikian
juga jika siswa sekolah menengah dibandingkan dengan kebutuhan anak di sekolah
dasar atau taman kanak-kanak.


Ketika orangtua
membelikan anak-anak perempuannya perhiasan emas, maka anak laki-laki diberikan
hadiah lain.  Sebaiknya, orangtua menyediakan hal-hal yang dibutuhkan
anak-anaknya sesuai kebutuhan pada saat itu tanpa memperlihatkan ketidakadilan.
Jika kebutuhan anak sama, maka mereka tahu akan diperlakukan dengan sama pula. 
(islamonline/rin)

 

 

 

http://www.republika.co.id/berita/58223/Penting_Berlaku_Adil_pada_Anak




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke