Jika toh nantinya terbukti lulusan pesantren Ngruki? Semua perlu pembuktian, 
bukan sekedar klaim dari pihak manapun.


Salam, 


--- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote:
>
> http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=18520
> 
> Kiai Pesantren Tengarai Ada Opini Kaitkan Bom Jakarta dengan Pesantren
> Sabtu, 18 Juli 2009 20:08
> 
> Tangerang, NU Online
> Majelis Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKPI) 
> meneada upaya membuat atau mengarahkan opini untuk mengaitkan tragedi teror 
> bom di Jakarta dengan pesantren. Opini tersebut diciptakan untuk memperburuk 
> citra pesantren sebagai lembaga pendidikan agama.
> 
> Ketua Umum MSKPI, KH Nur Muhammad Iskandar SQ, mengatakan, penciptaan opini 
> itu seperti mengulangi upaya serupa menyusul tragedi ledakan bom yang sama 
> beberapa tahun silam. "Ini berarti kembali ada selentingan-selentingan yang 
> arahnya tidak baik pada pesantren," katanya.
> 
> Kiai Nur--begitu panggilan akrabnya--mengatakan hal itu kepada wartawan 
> didampingi beberapa kiai pengurus MSKPI di kediamannya di komplek Pesantren 
> Asshiddiqiyah, Batuceper, Tangerang, Banten, Sabtu (18/7) sore. Hadir pada 
> kesempatan itu, antara lain, KH Muhammad Shodri (Sekretaris Jenderal) dan 
> Tuan Guru H Turmudzi.
> 
> Lebih lanjut, Kiai Nur menjelaskan, opini itu memuat tudingan bahwa pelaku 
> bom di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton tersebut adalah santri atau lulusan 
> pesantren. Ia mengkhawatirkan opini itu dapat memengaruhi pola pikir 
> masyarakat bahwa pesantren adalah sarang teroris.
> 
> "Kami tidak menutup kemungkinan, bisa saja pelakunya pernah di pesantren. 
> Tapi, kami tegaskan pula, pesantren tidak pernah mengajarkan terorisme. 
> Terorisme bukan ajaran pesantren," terang Kiai Nur.
> 
> Menurutnya, Islam yang diajarkan di pesantren-pesantren sebagian besar 
> berpaham Ahlussunnah wal Jamaah. Pada paham itu, ujarnya, tidak dibenarkan 
> tindak kekerasan dalam bentuk apa pun. Al Quran juga menjelaskan bahwa 
> "barang siapa membunuh satu orang itu berarti dia membunuh seluruh umat 
> manusia..."
> 
> Seandainya memang benar pelaku bom tersebut adalah lulusan pesantren, Kiai 
> Nur menegaskan bahwa itu merupakan sekelompok kecil yang telah keluar dari 
> ajaran pesantren yang sesungguhnya. "Dan, tentu tidak bias dianggap bahwa 
> semua pesantren seperti itu," pungkasnya.
> 
> MSKPI, imbuh Kiai Nur, selanjutnya akan melakukan konsolidasi dengan 
> pesantren-pesantren se-Indonesia untuk mengantisipasi opini tidak baik 
> tersebut. "Setidaknya, pesantren-pesantren juga ikut waspada agar tidak 
> kemasukan kelompok teroris," jelasnya.
> 
> Ditanya tentang pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut 
> ledakan bom itu berkaitan dengan Pemilu Presiden, Kiai Nur menolak 
> berkomentar. Ia mengatakan, hal itu di luar kewenangannya karena pihaknya 
> bukan merupakan bagian dari partai politik mana pun. Selain itu, MSKPI juga 
> tidak pernah terlibat dukung mendukung pasangan capres-cawapres tertentu. 
> (rif)
>


Kirim email ke