1. Mungkin maksud kalimat "salaf" pada rangkaian kata "pesantren salaf" adalah tradisional, sebagai lawan kata "moderen". Pesantren NU adalah salaf, dan sekolah Muhammadiyah atau Persis adalah moderen. Jadi agak kurang berhubungan dengan "salafisme" yang berkembang dewasa ini yang mencerminkan sikap kembali ke Islam masa ta'sis.
2. Dulu ada pemetaan Islam ke dalam abangan dan santri. Tapi belakangan hal itu dianggap tidak lagi memadahi. Perkembangan Islam tidak lagi bisa disederhanakan dalam kategorisasi tersebut. Apa pengkategorian salafisme-non salafisme sekarang ini tidak merupakan penyederhanaan? Dalam banyak hal, saya menyukai salafisme dan meninggalkan warisan2 NU. Dan di sisi yang lain, saya bukan saja tidak mengikuti salafisme, tapi bahkan membencinya. ----- Original Message ----- From: "Ragayudha Esem" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, August 06, 2009 5:46 PM Subject: Bls: [kmnu2000] Muhammadiyah: Tak Ada Hubungan Wahabi Dan Terorisme itu namanya membela diri gus, emang jarang yg ngaku wahabi, sekarang berubah dg segala turunannya...yg paling sering ngakunya ya 'salafi'... yg agak repot pesantren2 NU soalnya papan namanya biasanya tertulis "pondok pesantren assalafiyah..." --- Pada Kam, 6/8/09, Abdul GhOfuR <[email protected]> menulis: Dari: Abdul GhOfuR <[email protected]> Judul: [kmnu2000] Muhammadiyah: Tak Ada Hubungan Wahabi Dan Terorisme Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 6 Agustus, 2009, 10:30 AM Masak iya gak ada .. http://www.suaramedia.com/nasional/muhammadiyah-tak-ada-hubungan-wahabi-dan-terorisme.html Muhammadiyah: Tak Ada Hubungan Wahabi Dan Terorisme Jakarta (SuaraMedia News) - Ajaran yang dikembangkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah ajaran memurnikan tauhid. Jadi tak ada hubungannya dengan tindakan teror. Pernyataan ini disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Dr Yunahar Ilyas, Lc di Jakarta, Selasa (4/8). Pernyataan ini disampaikan pak Yun, begitu ia biasa dipanggil, seiring dengan berbagai stigma Wahabi yang diberikan oleh beberapa gelintir orang.
