http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/08/14/34417/Ba.asyir..Jihad.Senjata.Jika.Umat.Islam.Diusik.Dengan.Senjata

14 Agustus 2009 | 13:14 wib | Nasional

Ba`asyir: Jihad Senjata Jika Umat Islam Diusik Dengan Senjata

Yogyakarta, CyberNews. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mukmin, Ngruki, 
Solo, Ustaz Abubakar Ba`asyir menegaskan, jihad sebagai amalan tertinggi 
dalam ajaran Islam belum perlu dilakukan dengan senjata.

"Ijtihad (niat) yang mendasari pengeboman di Hotel JW Marriott dan 
Ritz-Carlton Jakarta pada 17 Juli 2009 belum tepat. Mengapa harus mengebom 
tempat aman," kata Ba`asyir usai memberikan ceramah di sela-sela acara 
Muslim Fair di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, jihad dengan senjata baru bisa dilakukan jika umat Islam diusik 
dengan senjata. "Selama hal itu (diusik dengan senjata, red.) belum 
dilakukan, maka satu-satunya cara untuk memperjuangkan Islam adalah melalui 
dakwah yang kuat," katanya.

Jihad di Indonesia, kata Ba`asyir, lebih tepat dilakukan dengan syiar dakwah 
dan tidak perlu melakukan serangan dengan menggunakan bom seperti yang 
terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Meski demikian, ia mengaku tidak dapat menyalahkan secara mutlak pihak-pihak 
yang menempuh jalan dengan melakukan aksi pengeboman, seperti di Bali dan 
Jakarta.

Ia menolak tuduhan apabila Ponpes Al-Mukmin mengajarkan Islam bergaris 
keras. "Kami mengajarkan ajaran Islam sesuai konsep Allah dan Rasul. Jadi 
ajaran Islam kami adalah ajaran yang lurus, bukan keras," katanya.

Baasyir mengaku bangga apabila dituduh mengajarkan jihad kepada santri di 
pondok pesantren miliknya. "Sebagai mubalig, saya bersyukur dapat 
mengajarkan jihad. Tetapi saya mengajarkan jihad dalam konsep yang benar," 
katanya.

Mantan Pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)itu kembali menegaskan 
bahwa dirinya bukan guru tersangka utama sejumlah aksi terorisme di 
Indonesia, Noordin M Top.

"Jika ada yang mengatakan demikian (guru Noordin M Top,red.), maka hal itu 
adalah fitnah dan semata-mata untuk membatasi gerak saya dalam berdakwah," 
katanya.

Ia mengaku tidak pernah sama sekali berinteraksi dengan Noordin M Top. 
"Mungkin dia mengenal saya, tetapi saya tidak mengenalnya," katanya.

Baasyir mengaku mengenal seorang guru di pondok pesantren yang kebetulan 
bernama Noordin saat berada di Malaysia pada 1985-1999. "Saya tegaskan, 
Noordin yang saya kenal bukan Noordin M Top yang kini sedang dicari-cari 
pihak kepolisian," katanya.

( Ant / smcn )



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke