Bismilahirahmanirrahiim. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. QS 13:11
Saya juga sangat prihatin melihat bangsa Indonesia yang dulunya terkenal bangsa yang santun, toleransi dan pemaaf, sekarang terjadi di Indonesia terorist yang membunuh orang2 asing yang tidak berdosa, dgn ini tercorenglah nama baik bangsa Indonesia dan agama Islam yang moderat. ALLAH berfirman kpd nabi Musa as;Perlakukanlah orang asing sebagai saudara2 sebangsa. Do not mistreat foreigner who are living in your land. Treat them as you would a fellow Isreate, and love them as you love your self. Remember that you were once foreigner in the land of Egypt. Leviticus 19 ALLAH berfirman kpd Rasulullah saw; Whoever kills some one, as if he kill all mankind. Muhammad saw said:: "Whoever harms a non-Muslim (yang baik2) will not enter Paradise." . (siapa siapa yang melukai seorang non islam yang tidak memerangi umat islam dgn senjata, maka dia tidak akan masuk syurga.) NU sebagai organisasi islam terbesar yg di segani oleh masarakat international,moderat, kalau tidak berhati hati dengan stretgi gol Islam Transnational beridiologi islam kekerasan dan benci kpd Masarakat Barat,terutama Amerika dan Secular, saya yakin sekali bangsa islam yg plural ini akan mejadi bangsa seperti afganistan yg hancur karena berperang sesasama islam dan berperang dgn Uni soviet atau seperti Iraq antara gol Syiah 60% dgn wahabi 20% Dimana wahabi 20% menindas gol islam Majoritas dgn kekerasan. Seperti kita ketahui, bahwa strategi Wahabi Fundamentalis ini sama dgn strategi Komunis ditahun 60.yaitu memasuki semua ilement2 bangsa sampai ke TNRI. Sudah banyak mendjid2 yang pindah tangan, dan juga Situs Rersmi NU dgn Forumnya sudah dimasuki oleh kader2 Transnational. Mereka sangat benci dgn Islam berpaham Liberal. Kita harapkan PBNU mendatang dapat memurnikan kembali NU dari kader2 yang anti Pancasila, dan NKRI. Semoga pemimpin2 kita mendapat petunjuk dari ALLAH swt. Wassalam --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=85407 > [ Jum'at, 14 Agustus 2009 ] > NU Belum Maksimal Cegah Terorisme > > KETUA PB NU Masdar Farid Mas'udi mengakui, peran Nahdlatul Ulama dalam > mencegah pertumbuhan dan pekembangan terorisme di Indonesia belum maksimal. > Sebagai kekuatan yang mewakili Islam moderat, NU seharusnya bisa > memanfaatkan kapasitasnya untuk meng-counter ideologi Islam radikal yang > dikembangkan dalam terorisme. > > "Keterjebakan dalam politik praktislah yang melemahkan potensi (NU) > tersebut," ujar Masdar di Jakarta kemarin (13/8). Menurut dia, sebagai > organisasi massa keagamaan terbesar di Indonesia, NU sebenarnya bisa > memainkan peran strategis karena cukup dihormati. > > Karena itu, sebagai otokritik, dia berharap NU ke depan bisa menjawab > tantangan tersebut. Yaitu, menguatkan peran sebagai penyebar ideologi yang > mengapresiasi Islam moderat. "Plus nilai-nilai budaya lokal keindonesiaan," > tambahnya. > > Masdar mengingatkan, persoalan terorisme tidak boleh disederhanakan hanya > sebagai persoalan keamanan. Menurut dia, yang lebih mandasar adalah > persoalan ideologi ekstremis. "Ideologi inilah yang mengancam platform > kebangsaan Indonesia, yakni Pancasila sebagai Piagam Madinah-nya Indonesia," > tandasnya. > > Karena terorisme bukan semata-mata persoalan keamanan, maka penyelesaian > lewat pendekatan keamanan hanya akan menyentuh gejalanya. "Bukan akarnya. > Nah, di sini peran ormas Islam seperti NU jadi relevan," tegasnya. > > Sementara itu, kemarin Duta Besar (Dubes) Malaysia untuk Indonesia Dato' > Zainal Abidin Zain datang ke Kantor PB NU, Jl Kramat Raya, Jakarta. Di sana, > dia ditemui langsung oleh Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi beserta sejumlah > pengurus lainnya. > > Mereka lantas melakukan pertemuan tertutup menyoroti penanganan terorisme > serta upaya perburuan gembong teroris yang paling dicari pemerintah > Indonesia asal Malaysia, Noordin M. Top. "Pak Dubes menyoroti terlalu > longgarnya sistem keamanan di sini," ungkap Wasekjen PB NU Iqbal Sullam usai > pertemuan. (dyn/tof) >
