Perbedaan yg mendasar antara golongan Islam berpaham Liberal dengan berpaham Fundamentalis-Konservatif adalah sebagai berikut;
1.MENEGAKAN AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR. Gol Islam Transnational Konservatif pada umumnya menegakan amar makruf nahi mungkar dgn kekerasan dengan merujuk kpd sebuah Hadits; "kalau kamu menemukan perbuatan mungkar lakukan lah dgn tangan, kalau tidak bisa dgn mulut dan terakir dgn doa....." Sedangkan Islam berpaham Liberal lebih mengutamakan merujuk kpd Al quran dari pada Hadits2 dlm menegakan amr makruf nahi mungkar; ""Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah* dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.16: 125) 2.SISTEM PEMERINTAHAN. Gol.Islam Transnational ingin menegakan negara Syariat islam diskriminasi seperti Saudi,Iran dan Khilafah islamiyah, bersifat EKLUSIVE. Sedangkan Islam berpaham Liberal ingin menegakan negara bersistem Secular-Demokrasi dgn pancasila dasar negara yg bersumber dari al quran,dimana pemeerintah berlaku Netral, tidak berpihak kpd satu agama, suku, serta menjamin Hak2 gol minoritas.INKLUSIVE.Pluralism 3.AJARAN YG DI ANGGAP SESAT. Gol Islam Transnational tidak menghormati keyakinan2 beragama yg berbeda beda, dan suka menghakimi dan mengharamkan keyakinan orang lain dgn menuduh Infidel, kafir, munafik,merusak islam dari dalam dll Sedangkan Islam berpaham Liberal,menghormati keyakinan yang berbeda beda dlm menafsirkan ayat2 ALLAH, dan merujuk kpd peringatan ALLAH dibawah ini,dimana ALLAH saja yang Maha Tahu siapa yg sesat, ALLAH saja Yang Maha Mengadili di akirat nanti; Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159. Dalam pengamatan saya ada 39 perbedaan2 itu,silakan lanjuti di site ini; http://latifabdul.multiply.com/journal/item/379 Wassalamu'alaikum wr.wb --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > Hasyim: Fundamentalisasi dan Liberalisasi Agama Menjadi Tren > Sabtu, 15 Agustus 2009 15:38 > > Jakarta, NU Online > Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, menilai, > saat ini muncul kecenderungan maraknya fundamentalisasi dan liberalisasi > agama. Keduanya seperti menjadi tren wacana pemikiran di kalangan anak muda. > > Fundamentalisasi agama yang mengarah pada gerakan Islam radikal, menurut > Hasyim, umumnya dapat ditemukan di kampus-kampus umum. Sementara, > liberalisasi agama justru terjadi di kampus-kampus yang berbasis agama. > > "Mereka yang di kampus-kampus umum, karena kurangnya pengetahuan terhadap > agama, malah lebih menyukai pemikiran Islam yang cenderung keras, radikal > dan ekstrim," terang Hasyim dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus > Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar NU dan PP Ikatan Pelajar Putri NU periode > 2009-2012 di Gedung Smesco, Jakarta, Jumat (14/8) malam. > > Di sisi lain, kalangan muda yang berada di kampus-kampus berbasis agama, > lebih tertarik terhadap wacana Islam liberal. "Mereka, mungkin saja karena > sebelumnya sudah terlalu paham agama; lulusan pesantren, lalu bosan, > akhirnya mencari pemikiran yang lain yang baru," jelas Pengasuh Pesantren Al > Hikam, Depok, Jawa Barat, itu. > > Keberadaan organisasi kemahasiswaan yang berpaham Islam moderat, seperti > Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atau Himpunan Mahasiswa Islam > (HMI), menurut Hasyim, justru tidak bisa diharapkan lagi perannya. "Terutama > PMII, yang sudah lama `meninggalkan' kampus dan lebih banyak di `jalanan' > (aksi demonstrasi)," tandasnya. > > Kondisi demikian, imbuh Hasyim, tentu malah menyuburkan keberadaan paham > Islam radikal atau sebaliknya: Islam liberal. Pasalnya, organisasi semacam > PMII atau HMI tak lagi memperhatikan pengkaderan mahasiswa yang muslim. > > Hasyim menilai, IPNU dan IPPNU yang berpaham Islam moderat ala Ahlussunnah > wal Jamaah, masih berada di jalur semestinya. Karena itu, ia meminta kedua > organisasi tersebut lebih berkonsentrasi mengurus pengkaderan di tingkat > pelajar dan santri yang diharapkan dapat menjadi generasi NU masa depan. > > Selain itu, IPNU dan IPPNU diwanti-wanti agar tidak terlibat dalam politik > praktis. Keduanya harus bisa bermanfaat di tengah ketidakberdayaan > organisasi-organisasi pemuda lainnya. Caranya, menyiapkan kader-kader yang > mampu bekerja untuk masyarakat. > > "Tugas utama IPNU dan IPPNU adalah menyiapkan kader bangsa yang berkualitas > dan ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa. Jangan terburu-buru > ikut politik praktis," pinta Hasyim. (rif) >
