Kami sangat mendukung GUS Sholah menjadi ketua PBNU yang mendatang. kalau bukan beliau bisa juga GUS MUS... Semoga ALLAH memberikan pemimpin yang benar2 menegakan Ham, dan berphak kepada golongan monoritas. Semoga Kemerdekaan Yang diberikanoleh ALLAH ini, semua anak2 bangsa,baik yg mojoritas maupun minoritas benar2 dapat menikmati kemerdekaan dalam beribadah, berbicara,berdagang, berpergian dan menuntut ilmu kepada saja.
Itulah harapan saya dari lubuk hati yang dalam semoga ALLAH mengabulkannya. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. QS 13:11 Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan. QS 90:17-18 "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS.3:26 Wassalam --- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...> wrote: > > JELANG MUKTAMAR > Gus Sholah Siap Dicalonkan Jadi Ketua Umum PBNU > Ahad, 16 Agustus 2009 09:36 > > Jakarta, NU Online > Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid atau biasa > dipanggil Gus Sholah menyatakan diri siapa dicalonkan jika memang ada cabang > yang memintanya untuk memimpin PBNU lima tahun medatang. > > "Belum ada permintaan, kalau ada yang ngomong satu-dua orang dari PCNU, ada, > tapi paling tidak untuk memenuhi syarat, butuh 90 cabang. Apa ada, apa saya > kegeden rumangsan, tapi kalau ada yang seperti itu, siapapun juga harus > siap," katanya kepada NU Online, Jum'at (14/8) malam. > > Jika memang mendapatkan amanat seperti itu, visi dan misi yang akan > dijalankan adalah membenahi beberapa kekurangan yang terjadid dalam periode > sebelumnya seperti terlalu jauhnya NU masuk dalam politik praktis, > peningkatan gerak dan aktifitas organisasi, termasuk pembenahan kepemimpinan > yang memiliki pemahaman, kesadaran dan ketrampilan berorganisasi, > > Mantan Anggota Komnas HAM ini secara tegas menyatakan menolak penggunaan > politik uang untuk meraih kedudukan politik di NU karena hal ini akan > menghancurkan NU. > > "Kalau ada yang mencalonkan saya dalam jumlah yang cukup, saya tidak akan > membayar, gila apa, saya ikut menghancurkan NU dalam usia saya yang sudah 67 > ini, buat apa itu," tandasnya. (mkf) >
