Innaa lillaahi wa innaa ilayhi raaji'uuun.

turut berduka cita yang amat dalam atas wafatnya K.H. Ahmad Isrori
Al-Ishaqi.
Hilang lagi satu ulama' tulus penjaga ummat ini. Salah satu tanda akhir
zaman, qabdhatil 'ilmi bi-qabdhatil 'ulamaa.

Semoga Allah SWT merahmati beliau.


--- In [email protected], "Abdul GhOfuR" <abdulghof...@...>
wrote:
>
> Innaa lilLaahi wainnaa ilyahi raaji'uun. Semoga Allah menempatkannya
pada
> tempat yang sangat mulia.
>
> ===========
>
> Mursyid Tharekat Qodiriyah wan Naqsabandiyah Wafat
> Selasa, 18 Agustus 2009 11:25
>
> Surabaya, NU Online
> Mursyid (guru) Tharekat Qodiriyah wan Naqsabandiyah Jawa Timur dan
pengasuh
> Pesantren Al-Fitroh, Kedinding Lor, Semampir, Surabaya, K.H. Ahmad
Asrori
> Utsman Al-Ishaqi, Selasa (18/8), pukul 04:03 WIB, meninggal dunia.
>
> "Kami kehilangan ulama dan guru yang aktif mengembangkan ajaran
'Ahlussunnah
> wal Jamaah' melalui tarekat," kata Wakil Katib Syuriah PW NU Jatim,
K.H.
> Abdurrahman Navis Lc, didampingi Wakil Sekretaris PW NU Jatim, H.A.
Sujono.
>
> Menurut Navis, kiai Asrori merupakan putra keenam dari mursyid tarekat
K.H.
> Utsman yang merupakan generasi penerus ayahandanya untuk mengajar
tarekat
> kepada masyarakat, sehingga jemaahnya mencapai puluhan ribu orang.
>
> "Beliau memang sudah lama sakit, bahkan akhir-akhir ini beliau sudah
tidak
> boleh keluar rumah, karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Tapi
beliau
> selalu hadir dalam kegiatan PW NU Jatim, meski bukan pengurus
struktural,
> karena itu kami sangat kehilangan," katanya.
>
> Ia menilai, kiai Asrori merupakan ulama kharismatik yang ihlas dan
jujur
> dalam mengembangkan tarekat, karena itu jemaahnya berasal dari
berbagai
> kalangan mulai dari petani hingga pejabat, bahkan dia tidak membedakan
> penghormatan kepada jemaah yang bertamu.
>
> "Beliau sebenarnya masih muda, karena usianya tidak terpaut terlalu
jauh
> dengan Ketua Umum PBNU K.H. Hasyim Muzadi, namun beliau mampu
menyatukan
> umat dari seluruh Jawa hingga Jakarta dan Asia Tenggara lewat tarekat.
Kalau
> ceramah, beliau sangat menyejukkan," katanya.
>
> Almarhum mengasuh ratusan santri di Pesantren Al-Fitroh yang berdiri
di atas
> lahan seluas 2,5 hektare yang memiliki bangunan lantai dua untuk
asrama
> putra, ruang belajar mengajar, penginapan tamu, rumah induk dan asrama
> putri, dan bangunan masjid yang cukup besar. (min)
>


Kirim email ke