HALAQAH PRA MUKTAMAR
Pakar: Kapitalisme atau Sosialisme Tak Masalah Asalkan Berbasis Syariah
Rabu, 19 Agustus 2009 06:24

Jakarta, NU Online
Pakar Ekonomi Syariah, Adiwarman Azwar Karim, mengatakan, memilih 
menggunakan sistem ekonomi kapitalisme atau sosialisme sesungguhnya tak 
masalah asalkan semua berbasis syariah (baca: sesuai syariat Islam).

Menurut Adiwarman, secara teori, sistem ekonomi kapitalisme atau sosialisme 
sama menghendaki keadilan dan kesejahteraan rakyat. Namun, dalam praktiknya, 
kedua sistem besar tersebut seringkali mengalami banyak masalah.

“Maka, apa pun sistem ekonominya: kapitalisme atau sosialisme, asalkan 
berdasarkan syariah, bagus-bagus saja,” ujar Adiwarman saat menjadi 
narasumber pada Halaqah Pra-Muktamar ke-32 NU Komisi Maudlu’iyah Waqi’iyah 
di Hotel Bintang, Jakarta, Selasa (18/8).

Lebih lanjut, anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia itu, 
menjelaskan, terdapat tiga pilar dalam sistem ekonomi syariah. Pertama, 
meninggalkan seluruh unsur-unsur yang dihukumi haram menurut syariat Islam. 
“Jadi, pertama kali, tinggalkan dulu semua yang diharamkan oleh Islam, 
misalnya, riba (bunga),” tandasnya.

Pilar kedua, papar Adiwarman, prinsip keseimbangan antara sektor riil dengan 
sektor keuangan. Dalam sistem ekonomi kapitalisme, katanya, faktor inilah 
yang seringkali menjadi masalah karena mengabaikan prinsip keseimbangan 
sektor riil dengan sektor keuangan.

“Pada titik tertentu, ketidakseimbangan (dalam sistem ekonomi kapitalisme) 
itu mengakibatkan buble economy (keadaan ekonomi yang besar dalam 
perhitungan kuantitas moneternya, namun tak diimbangi sektor riil). Dan, 
kondisi seperti ini tidak akan terjadi dalam sistem ekonomi syariah,” jelas 
Adiwarman.

Pilar ketiga ekonomi syariah, imbuh dia, adalah prinsip proses transaksi 
jual-beli yang adil, tidak menguntungkan satu pihak merugikan pihak yang 
lain. Pilar ini berbeda dengan sistem ekonomi kapitalisme yang lebih 
mengedepankan prinsip perdagangan bebas, yang memungkinkan terjadinya 
ketidakadilan.

“Jadi, (dalam sistem ekonomi syariah) fair trade, bukan free trade (seperti 
dalam sistem ekonomi kapitalisme,” pungkas Adiwarman. (rif) 



------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke